
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Hati-hati ya, jangan pulang sampai malam" pesan Sam saat sampai di parkiran Mall miliknya.
"Iya, kamu juga. Kabari aku jika sudah sampai kantor"
"Pasti, Sayang" jawab Sam yang lalu mencium kening istrinya.
Pria tampan itu pun tak lupa menoleh ke kursi belakang dimana ada Rini dan dua buah hatinya.
"Rin, tolong jaga Embun ya. Awasi dengan benar"
"Baik, Tuan"
Rini turun lebih dulu, ia menuntun Embun dengan masih menggendong Rain. Di susul oleh Biru yang kemudian mengambil alih Putranya.
Mereka masuk kedalam Mall setelah mobil Sam pergi menuju perusahaan pusat Rahardian Group.
.
.
Embun yang berjalan santai tentu membuat adiknya juga ingin turun, ia mengekor di belakang sang kakak yang terus mengedarkan pandangannya mencari apapun yang menarik perhatiannya.
"Kita main dulu ya"
"Bul mau eskrim, Mhiu" pinta si salung.
Bum mahu ya...
__ADS_1
"Iya, kita beli es krim" sahut Biru mengiyakan keinginan anak anaknya.
Hal wajib jika bepergian salah satunya adalah menikmati satu cup es krim, Kadang tanpa Embun meminta Biru akan menawarinya lebih dulu. Tak harus yang mahal atau enak karna es dungdung pun gadis kecil itu bisa melahapnya sampai habis.
"Kakak coklat ya, punya Bum-Bum vanila, Ok"
Keh, acih Miyuuuuh..
"Sama-sama, ganteng"
"Makasih, Mhiu" sambung Embun setelah menerima sayu cup minuman dingin yang ia pesan barusan.
"Ini untukmu, Rin rasanya campur" ucap Biru pada pengasuh putrinya.
Rini tersenyum simpul dan tak lupa ia pun mengucapkan apa yang di ucapkan dua bocah menggemaskan tadi. Rini tak pernah di bedakan, apa yang di makan majikannya itu juga yang akan masuk kedalam perutnya.
"Kita main di playground, kan Mhiu?" tanya Embun.
Ain Ain na, Miyuh?
"Playground, sayang. Mandi bola, main mobilan, atau ayun ayuna, mau?"
Mahu... andi buwa anak anak ya
"Banyak banyak, Bum. Bukan anak anak" timpal Embun sambil terkekeh membenarkan apa yang di ucapkan oleh Rain.
Biru dan Rini hanya tertawa, Embun memang selalu protes jika Rain salah berucap padahal jika ia tahu, ia pun dulu sama seperti adiknya.
Selesai menghabiskan Es krim, Mereka pun lanjut ke lantai paling empat dimana area playground berada. Embun langsung berlari begitupun dengan Rain. Keduanya begitu senang akan menghabiskan waktu sore mereka di sana sambil bermain bersama. Tempat yang tak terlalu ramai karna bukan akhir pekan pun membuat dua anak keturunan konglomerat itu akan leluasa bermain.
__ADS_1
"Hati-hati ya, awas jatuh" pesan Embun. Ia yang di jaga Rini hanya mengangguk paham
Biru tetap fokus pada Rain, anak balita itu mencoba semua mainan silih berganti sesukanya sampai ia bosan dan akhirnya merengek.
Dah.. yuk..
"Udah puas ya mainnya, pengen pulang?" ucap Biru sambil menggendong Rain
Mam tatang yuk.
"Oh, ok. Kita makan kentang goreng. Panggil kakak Embun dulu ya"
Iyaah
Dua jam sudah Embun dan Rain bermain, kini saatnya mereka makan kemudian pulang karna waktu juga sudah hampir jam enam sore.
Kini mereka sudah duduk saling berhadapan di restoran cepat saji. Embun memesan beberapa makanan favoritnya sedangkan Rain cukup kentang dan air putih saja.
"Habiskan, Rin. Kalau gak habis bawa pulang" bisik Biru sambil tertawa kecil.
"Iya, Nona. Sayang kan mubazir" sahut Rini tak kalah terkekeh.
"Saya udah pesen buat yang lain, nanti kamu bisa langsung bawa aja ya" titah Biru yang tak lupa membelika makan juga untuk para pelayan di Rumah utama.
.
.
.
__ADS_1
Mhiu... boleh gak, nanti Bubuy lagi yang kasihin semua makanan buat mbak?