
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Buwat...
"Bundar, Bum" kata Sam membenarkan ucapan putra semata wayangnya yang semakin hari semakin menggemaskan.
"Ulangi lagi ya, Topiiiiii saya.....?"
Undeeeel....
"Nyok kita nonton undel undel, Nyok" Sam bernyanyi sambil tertawa sendiri, ia menyanyikan salah satu lagu khas daerah yang cukup familiar di telinga sebagian orang.
Miyuh yuuuuk
"Mau apa? mhiu masih temenin kakak bobo, nanti juga kesini" kata Sam menolak ajakan Rain. Ia ingin si sulung memiliki waktu berdua lebih lama dengan Mhiunya mengingat selama ini wanita itu selalu di kuasai oleh si bungsu yang sulit lepas dan jauh.
Mahu Miyuh...
"Gak boleh Nyenyeh ya?" kata Sam yang di balas gelengan kepala oleh Rain. Bocah itu tak pernah lama anteng bermain jika jauh dari sang ibu, ada saja alasan untuknya kembai kedalam dekap wanita itu.
Rain yang merengek, akhirnya di bawa masuk lagi ke dalam rumah, kali ini Sam tak mau menggendong. Ia akan membiarkan sang putra berjalan sendiri masuk lebih dulu dan ia hanya mengikutinya.
Nih apa
"Itu Guci, awas pecah" jawab Sam saat Rain bertanya tentang salah satu pajangan.
Uci tuta..
__ADS_1
"Apaan tuh?!" jawabnya lagi, kali ini dengan alis mengkerut karna tak paham apa yang di katakan Rain.
"Cuci muka, De" timpal Reza dari arah belakang yang membuat Sam menoleh dan tersebut.
"Appa... ngagetin" seru Sam sembari tersenyum simpul.
Appa didong... didong Bum-bum
"Eh, gak boleh, Appanya nanti capek" cegah Sam saat Rain mendekat dan mengangkat kedua tangannya.
"Pangku aja ya, kita duduk ayunan, Ok"
Keh....
Selama ini kadang hanya pria itu yang bisa mengalihkan perhatian Rain dari Biru, dalam dekapan sang Gajah dunia Rain tak lagi seputaran Mhiu dan Wadah gizi alaminya. Rain bisa melakukan apapun dengan Appanya.
Sehat-sehat ya, Appa. Dede gak bisa bayangin kalau Appa gak ada. Nangis aja rasanya gak akan cukup..
Sam yang hampir menitikan air mata buru buru di hapus nya, ia tak ingin pria kesayangannya itu tahu jika hatinya sedang berdoa demi kesehatan sang Gajah.
"Emang yang dua apa?" tanya Reza pada cicit laki-lakinya.
Uwa uwa.. ucil Ta buy, Uwa uwa Nyenyeh Bubum, uwa uwa didi Bubum, Uwa uwa hem..... Miyuh uwa ya...
"Siapa yang bilang mau punya Mhiu dua?" tanya Biru yang tiba-tiba datang entah dari arah mana karna langsung duduk di sisi suaminya.
"Rain yang bilang, bukan aku!" jawab Sam panik. Kilat mata wanita cantik itu tak seperti biasanya.
__ADS_1
"Tapi kamu pengen kan kalau anak-anak Mhiunya dua? kamu pasti ajari Bum-bum deh" tuduh Biru mulai kesal.
"Sumpah Demi Tuhan, Bee. Aku mana pernah ajarin begitu, pikiran kamu jauh banget"
"Bee, Bee.... tunggu!" teriak Sam saat melihat istrinya kembali pergi dan tak menoleh saat di panggil.
"Ish, racun banget dah nih anak!" cetus Sam pada Rain.
Pria tampan itu langsung bangun dari duduknya meninggalkan Appa dan Bum-bum. Ia berlari mengejar Biru yang sudah lebih dulu naik ke atas menggunakan lift.
Cek lek
"Bee, sayang. Dengerin aku dulu dong. Kamu cuma satu, Sumpah!" rayu Sam dengan mengangkat dua jarinya ke hadapan wajah Biru yang masam.
"Gak ada duanya dan gak mungkin jadi dua"
"Au ah, bodo amat!" jawab Biru sambil melengos pergi.
Sam masih terus merayu sampai beberapa menit, tapi Biru seolah tak mendengar dan malah sibuk dengan ponselnya.
.
.
.
Bee.... aku bunuh diri nih ya, kalau kamu cuekin aku terus!
__ADS_1