
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sam yang pulang tepat waktu akhirnya bisa makan malam bersama dengan hidangan yang di pesan Biru dari salah satu resto. Ia yang lelah pulang dari Mall tentu tak sanggup lagi rasanya jika harus berperang di dapur..
"Capek banget ya, Bee?" tanya Sam yang duduk di tepi ranjang sambil memijit kaki istrinya.
"Lumayan, tapi aku seneng" jawabnya tersenyum manis.
"Kenapa?"
"Aku seneng karna bisa jalan berdua lagi dengan kak Khansa. Aku bahkan lupa kapan terakhir mengantarnya ke pasar. Mengikutinya berbelanja memang sangat lelah tapi rasa itu hilang saat aku mendengar kak Khansa sering berdebat dengan para penjual"
"Loh, kok bisa. Kenapa?"
"Kak Khansa terlalu sadis saat menawar, ia tak akan berhenti sebelum mendapatkan harga yang ia inginkan, Bee" jelas Biru lagi sambil terkekeh dan Sam hanya tersenyum kecil mendengar semua cerita Biru.
Gadis lugu itu benar benar bak malaikat tak bersayap, tak pernah punya pikiran jahat pada orang-orang di sekitarnya. ia memberi apapun yang orang lain inginkan darinya tanpa mengharapkan apapun sebagai imbalan di kemudian hari.
"Apa Khansa pernah menyakitimu?"
Biru dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Kak Khansa hanya galak di mulut, ia hanya sesekali mencubit lenganku saat aku nakal" jawabnya lagi dan lagi berkata jujur tanpa sadar membuat sang suami mengeram kesal mendengarnya.
"Dia berani mencubitmu? kenapa?"
"Kakak marah jika aku pulang telat saat sekolah, apalagi kalau bajuku basah, Bee" jawab Biru di sela gelak tawanya.
__ADS_1
Sam bingung harus menyikapinya seperti apa, karna hidupnya tentu berbeda dengan hidup Biru. MimOy dan Ammanya juga pasti marah jika tahu Sam pulang dalam keadaan basah seperti apa yang di ceritakan Biru tadi.
*****
"Loh kakak mau kemana?" tanya Biru saat melihat Khansa sudah rapih dan harum, bahkan saking harumnya ia sambil menahan napas.
"Hari ini ada panggilan kerja, doakan kakak di Terima ya" jawabnya sambil menarik kursi.
Sesuai perintah dari Sam, dua hari kemudian Khansa akan di Terima bekerja di salah satu kantor cabang baru milik Gala, perusahaan yang baru sebulan lalu di resmikan oleh Bumi untuk putra sulungnya yang kini sudah berusia dua puluh satu tahun.
"Oh, gitu, Suamiku gada cerita apapun jadi aku gak tau"
"Kalo suami gak cerita, kamu harus nanya. Jadi istri kok cuek gitu, kamu harus belajar dari rumah tangga kakak yang kandas karna ayah Dhika selingkuh karna alasan kakak tak pernah perhatian" cetusnya sambil menganduk teh manis di gelas kecil.
"Lah, kan emang kakak itu dari dulu sibuk sendiri, kan?"
"Ups, maaf! tapi itu memang kenyataan." kekeh Biru dengan menutup mulutnya dengan telapak tangan.
Sam yang baru turun dari kamarnya di lantai atas langsung duduk di sisi istrinya yang kemudian mencium pipi Biru juga. sikap hangat Sam tentu membuat Khansa jengah dan malas melihatnya.
"Bee, kak Khansa udah mulai kerja?" tanya Biru.
"Mungkin, aku mana tahu" jawab Sam santai tanpa melirik Khansa.
"Aku sudah dikabari semalam, jam delapan nanti aku perusahanmu" ucap Khansa dengan nada senangnya.
"Itu bukan perusahaanku, itu hanya kantor cabang baru yang di urus oleh sepupu ku"
__ADS_1
"Siapa?" tanya Biru penasaran.
"Gala, Bee. Yang bulan kemarin kita datang ke kantornya juga" Sam menjawab sembari mengusap kepala istrinya.
"Jauh dong dari sini, nanti kak Khansa gimana? kan cape kalo harus bolak balik dari sini" protes Biru saat ingat tempat yang dimaksud suaminya.
"Ya berarti harus cari tempat yang lebih dekat ke kantor sana"
"Dimana?" tanya Biru lagi
.
.
.
Entah, mungkin di Mars, antartika, luar kota, pluto juga benua lainya 🤭🤭🤭
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Hayo... siapa tadi yang nyuruh noh 🤣🤣🤣
Awas nanti di kejar nenek sihir pake sapu ajaib🙄🙄
😅😅😅😅😅
Like komennya yuk ramaikan.
__ADS_1