
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Aku belum selesai bicara!" sentak Sam saat Biru hendak pergi. Wanita halalnya itu bagai menutup telinganya saat ia mengatakan tak suka di abaikan.
"Aku mau ke kamar"
Biru benar-benar melangkah pergi, entah kenapa semua ini tak bisa ia tanggapi dengan santai seperti biasa padahal ia paham dan tahu betul jika sang suami justru setiap hari selalu bertemu dengan wanita-wanita cantik di luar sana.
Hatinya terlalu sakit jika sang MANTAN lah yang datang meski secara tiba-tiba dalam kehidupan rumah tangga mereka.
"Aku gak mungkin macem-macem di belakangmu, Bee. Aku terlalu takut kehilanganmu" lirih Sam yang bersandar di dinding setelah kepergian istrinya tadi.
.
.
Malam yang semakin larut, membuat rasa lelah berkali-kali lipat rasanya. Begitulah yang di rasakan Samudera Biru, bukan hanya tubuh mereka yang lelah tapi pikiran mereka jauh lebih dari itu.
Hati Sam mencelos sakit saat melihat istrinya belum juga terlelap padahal waktu sudah lewat dari tengah malam.
__ADS_1
"Bee, tidur ya. Nanti Rain rewel" pinta Sam, ingin rasanya ia menyentuh punggung Biru tapi Sam takut wanita halalnya itu lebih merajuk.
"Bee, jangan sakiti hatimu sendiri dengan memikirkan yang jelas tidak aku lakukan" tambah Sam lagi.
"Dia menyentuhmu? bagian tubuhmu yang mana yang wanita itu sentuh?" satu pertanyaan lolos begitu saja, Biru masih sangat ingat dengan ucapan putri cantiknya yang tak mungkin berbohong.
Dari temu tante tantik, talik talik tangan Phiu!
Sam bangun dari baringnya, ia begitu kaget dengan apa yang di tanya kan sang istri terlebih suara Biru yang serak bagai menahan tangis yang harusnya pecah sedari tadi.
"Sayang, dia hanya menyentuh tanganku" jelas Sam mencoba membalikan tubuh Biru yang tidur membelakanginya.
Satu hal yang tak pernah diketahui oleh Sam adalah sifat posisif istrinya yang tak suka miliknya tersentuh. Dan Sam akhirnya sadar itu dari kejadian hari ini karna memang selama menikah ia selalu menjaga jarak dari para wanita sekalipun itu rekan bisnisnya. Sam lebih memilih menangkupkan tangannya di dada untuk mengganti jabatan tangan, itu ia lakukan karna sering melihat Uncle Bumi.
"Saat aku pamit, Alyssa menarik tangan ku karna ada yang ingin ia katakan" jelas Sam lagi. Kini ia sudah memberanikan diri untuk memeluk Biru yang sudah menitikan air mata.
"Percaya padaku, sayang. Ku mohon" lirih Sam dengan mata yang siap juga menjatuhkan cairan bening.
Biru kembali diam, membayangkan mereka bersentuhan rasanya sakit luar biasa. Ia ingin menepis semua itu tapi rasanya begitu sulit. Tangan Sam yang biasanya hanya ia yang menyentuh tapi hari ini disentuh oleh wanita masa lalunya.
__ADS_1
"Apa kamu menikmatinya?" tanya Biru di sela isak tangis.
"Ya Tuhan, Bee. Dia hanya mencekal ku bukan menyentuh seperti yang kamu bayangkan"
"Kamu pasti merindukan tangan halusnya kan? bagaiamana pun sebelum denganku dialah yang mengusai ragamu" ucap Biru penuh penekanan.
Sam benar-benar mulai frustasi, ia akhirnya ikut menangis di balik punggung wanita terbaiknya. Wanita yang sudah berjuang dan rela menukar nyawanya demi melahirkan dua buah hati mereka. Sam tak pernah membayangkan semua ini terjadi dalam rumah tangganya karna selama lima tahun baru inilah masalah terberat yeng mereka hadapi. Karna biasanya semua kesalahpahaman mampu mereka atasi dengan mudah dan kembali berbaikan lagi saat itu juga.
.
.
.
Mak othor nakal, ntar dede bilangin Appa loh!!?
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ngadu sana, lebihin kalo perlu bikin sedramatis mungkin ya Tut, biar gajah dateng maranin diriku yang selalu mendamba nya 🤣
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan.