Samudera Biru

Samudera Biru
Hareudang oey.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂.


"Lagi apa?" tanya Biru.


"Kaya yang tadi, Bee" jawab Sam, tanpa menunggu persetujuan ia pun kembali menempel kan bibirnya pada bibir ranum sang istri yang manis semanis strawberry Kesukaannya.


Kedua menutup mata, Biru yang hanya diam saja membuat Sam harus lebih aktif. Gigitan lembut pun di lakukan Sam agar sang istri mau sedikit membuka mulutnya.


"Nikmatin ya, Bee" ucap Sam sembari mengambil napas sebelum ia mengulang ciuman yang baru dua kali ini ia lakukan selama hidupnya.


"Gimana?"


Sam tersenyum kecil, lagi dan lagi bibir keduanya saling bersentuhan lembut di awal namun semakin menuntut setelah satu menit berlalu.


Pria tampan yang tak memakai baju itu pun mulai meringsek naik keatas tubuh mungil sang istri dengan hanya bertumpu dengan sikunya saja.


"Geli, Bee. Itu apa sih" tanya Biru saat ia merasa kan lagi kegelian di area perutnya.


"Mau tau? yakin udah siap mau kenalan" kekeh Sam, gejolak Bir ahinya semakin memuncak saat lagi lagi Biru bertanya tentang miliknya yang memang bersentuhan tepat di perut ratanya.

__ADS_1


Sam menenggelamkan wajahnya di ceruk leher jenjang istrinya yang putih mulus, lagi lagi harum strawberry menggoda Indera penciumannnya.


Satu tanda berhasil ia buat dengan sangat indah, tak perduli dengan Biru yang menggelinjang dan berusaha menghindari. Tangan mungilnya bahkan sudah sedikit mencakar bahu Sam.


Ia yang terus menambah hasil karya kepemilikan, ternyata tangannya juga sibuk membuka satu persatu kancing piyama Biru yang bermodel terusan sampai ke lutut.


Biru yang sadar jika dadanya tersentuh langsung panik dan sedikit mendorong dada Sam.


"Mau apa? kok pegang pegang"


"Baru di buka, Bee. Belum aku pegang, baru mau" jawabnya kesal karna konsentrasinya buyar.


Sam langsung kembali mencium bibir Biru agar diam tak banyak protes sambil meneruskan membuka apa yang tadi tertunda. Tiga kancing sudah berhasil ia lepaskan, kini saatnya Sam melanjutkan ke tahap yang lebih menebarkan yaitu perlahan tutun ke area dua bukit yang tak terlalu besar namun sangat menggemaskan.


"Bee..."


"Hem.. " sahut Sam yang hanya berdehem kecil karna sedang menciumi bagian atas dada Biru.


"Bee, pengen pipis" kata Biru dengan polosnya, ia merasa ada sesuatu di bagian intinya yang seperti buang air kecil meski hanya sedikit.

__ADS_1


Sam mendongakkan wajahnya dengan senyum penuh rasa bangga sebagai seorang laki-laki.


"Kalau mau pipis jangan di tahan ya, gigit aku juga gak apa-apa kok. Lepasin semua yang kamu rasain, ok" pesan Sam memberi pengertian pada Biru yang masih polos. Ia paham arti pipis yang di katakan istrinya adalah awal ia merasakan pelepasan karna rang sang an yang diberikan Sam meski hanya sentuhan bibir saja, belum ke inti permainan yang sebenarnya.


Sam membuka kancing yang masih tersisa sampai bawah, menyingkapkan piyama Biru hingga terlihat jelas tubuh mungil putih mulus istrinya yang tertutup brA dan kain tipis berwarna merah muda yang sangat kontras dengan kulit tubuhnya.


Si tampan yang sudah sangat tak tahan dengan naf sunya itu pun meminta Biru membuka piyamanya, meski harus melewati perdebatan panjang tapi akhirnya Biru mau melepaskan baju yang ia kenakan setelah Sam terus saja merayu dan merajuk.


"Akunya malu, Bee. Kamu tutup matanya" rengek Biru dengan mata berkaca kaca.


.


.


.


Kalo tutup mata, Tututnya bingung mau masuk kemana?


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


Bersumbang dulu.. mau jemput bujang tekoyah 🤣🤣🤣


__ADS_2