
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Kalau aku hamil lagi bagaimana?" tanya Biru pelan.
Satu detik.. dua detik.. tiga detik.. empat detik..
Dan..
"Hamil? siapa" Sam balik bertanya, sepertinya pria itu tak fokus karna satu tangannya sedang memainkan sawah di Si tutut.
"Aku kalau Hamil lagi gimana, Bee?"
Deg.
Sam yang mendengar apa yang di ucapkan istrinya langsung mengurai pelukan, ia keluar dari dalam kamar dengan sedikit berlari meninggalkan Biru yang diam mematung menatap aneh Samudera.
"Dia mau kemana?"
.
.
Braaakk...
Sam membuka pintu kamar sang Gajah dengan sangat keras sampai pasangan baya itu tersentak kaget terutama Ammanya yang sedang memenggang gelas.
"Dede kebiasaan deh!" oceh Melisa.
"Maaf, Dede buru-buru" ucapnya yang langsung menghampiri Reza yang duduk bersandar tempat tidur.
"Appa..."
"Hem, kenapa?" Reza mengusap kepala cucunya dalam pelukan hangat seperti biasanya.
"Kata Biru dia hamil"
Uhuk... uhuk..
__ADS_1
Ucapan Sam nyatanya sampai di telinga Melisa yang baru saja menegak air putih, Nyonya besar Rahardian itu sampai tersedak sendiri membuat dua pria yang hampir mirip itu menoleh dengan cepat.
"Kenapa, Ra?"
"Biru hamil? berapa bulan" Melisa bukan menjawab malah balik bertanya pada Sam, kini ia duduk di tepi ranjang tepat di sisi cucu laki laki pertamanya.
"Gak tahu, dede gak nanya" jawab Sam.
"Kok gak di tanya, kenapa?" tanya Reza dan Melisa berbarengan.
"Dede Langsung lari kesini belum sempet bilang apa-apa pas Biru kasih tau dia hamil"
Pletak
Dahi glowing Sam pun menjadi sasaran Ammanya sendiri. Begitu terasa panas Sam rasakan sampai ia harus mengusapnya sendiri.
"Balik lagi sana, tanya yang bener dan langsung periksa biar makin jelas" titah Melisa.
"Iya, dede balik kamar lagi."
Ceklek...
Biru yang menoleh kearah pintu langsung melengos lagi masuk ke kamar mandi, tahu jika istrinya seperti merajuk tentu Sam langsung menyusul dan menarik tubuh Biru yang jika di perhatikan memang lebih berisi meski sering menolak makan.
"Maaf" ucap Sam penuh sesal.
"Untuk apa?"
"Untuk kepergian ku tadi sebelum menjawab pertanyaanmu, sayang" ujar Sam sambil menciumi pucuk kepala istrinya.
"Bisa kamu ulang pertanyaanmu tadi, Bee. Aku ingin mendengarnya lagi" pinta Sam.
Biru mengangguk kan kepalanya. Ia mengurai pelukan sembari mendongakkan wajah agar bisa saling pandang dengan sang suami.
"Aku ingin bertanya, jika aku hamil lagi bagaimana?"
Sam mengulum senyum, rona merah jelas di kedua pipinya dengan binar mata bahagia yang seperti sulit di artikan.
__ADS_1
"Jika kamu hamil, ya pasti aku akan nunggu sampe kamu melahirkan lagi" jawabnya yang malah membuat sang istri mengernyit kan dahi.
"Maksud ku, perasaan mu. Kamu mau gak aku hamil lagi, Beeeeeee" ujar Biru kesal.
"Oh, kamu tanya perasaanku?"
Sam kembali menarik tubuh sang istri agar masuk dalam dekapannya lagi, ia usap perut Biru yang memang sedikit membuncit jika ia benar-benar merasakannya.
"Aku tentu bahagia, kamu pikir aku akan bagaimana? kecuali aku akan semakin mencintaimu , menjagamu dan terus mendampingimu dalam kondisi apapun, Bee. Kalian segalanya untukku. Bertambahnya anak tentu bertambah juga tanggung jawab kita. Aku harap aku dan kamu tak akan pernah melepas genggaman kita satu sama lain." jawabnya pelan tapi mampu membuat hati Biru menghangat.
"Kamu hamil berapa bulan sekarang?" tanya Sam.
"Gak tau, Bee"
"Loh, kok gak tau. Katanya tadi hamil" ucap Sam.
"Aku gak bilang hamil, aku kan cuma nanya gimana kalo aku hamil?" jelas Biru lagi.
"kok gitu, aku udah bilang Amma sama Appa kalo kamu hamil lagi"
"Lah, lagian kenapa bilang-bilang dulu sih!" protes Biru.
"Terus gimana?" tambahnya lagi.
.
.
.
Pokonya harus hamil.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Si tukang ngadu 🤣🤣🤣🤣
Like komennya yuk ramaikan.
__ADS_1