Samudera Biru

Samudera Biru
Sentuhan.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Dengan?"


Sam yang menggatung ucapannya tentu membuat Biru sedikit curiga karna biasanya sang suami selalu bercerita dengan santainya apapun yang ia lakukan selama satu hari di luar rumah ketika mereka sedang tak bersama. Biru yang menunggu pun sampai bangun dari tidurnya lalu melepas pelukan pria yang tak lain adalah ayah dari kedua buah hatinya.


"Dengan siapa, Bee?" Biru kembali mengulang pertanyaannya dengan nada penuh penekanan.


"Dengan beberapa rekan bisnisku, jero dan dua sekertaris ku yang lain juga ada" sahut Sam.


"Benarkah?"


"Tentu, buat apa aku berbohong padamu." balas Sam yang ikut bangun juga, kini mereka sudah saling duduk berhadapan dengan tangan saling menggenggam.


"Kamu memang gak bohong, tapi entah, sepertinya aku merasa ada yang sedang kamu sembunyikan, Bee" ucap Biru yang begitu intens menatap kedua mata belahan jiwanya itu.


"Haruskah ku beritahu semua meski itu akan melukaimu?" tanya Sam dengan ragu.


"Katakan, biarkan aku menikmati rasa sakit sekali saja dibanding harus berkali-kali dengan sesuatu yang kamu sembunyikan tapi akhirnya ketahuan"


Sam menghela napas berat, lalu ia hembuskan perlahan seraya sedikit menundukan kepala.

__ADS_1


"Aku bertemu lagi dengannya, dengan wanita yang tak ingin kusebut namanya di hadapanmu. Pertemuan ini sungguh di luar dugaanku yang ternyata menjalin kerja sama dengan perusahaan tempatnya kini bekerja." jelas Sam dengan perasaan tak karuan, ia tak bisa menebak sikap apa yang akan Biru tunjukan padanya.


"Lalu?" tanya Biru lagi.


"Aku sedikit berbincang dengannya sambil berjalan menuju mobil kami masing-masing, Bee"


"Dia menyentuhmu lagi?"


"Bee.. ku mohon percaya padaku" pinta Sam yang mempertahan genggaman tangan mereka.


"Aku tanya, apa dia menyentuh mu?" kalimat pengulangan itu benar-benar penuh penekanan.


Sam sebenarnya bukan tak ingin jujur pada Biru, tapi justru kini ia sedang berpikir keras mengingat setiap detik pertemuannya dengan sang Mantan kekasih beberapa jam lalu. Adakah sentuhan itu?


#Mampus!


"Aku lupa, sayang. Mungkin iya atau tidak. Aku tak ingat dan tak perduli." ucap Sam meyakinkan pemilik hatinya.


Jika saja ia boleh jujur, Sam tentu lelah meributkan masalah yang sebenarnya tak penting baginya. Tapi ia sangat paham dengan apa yang kini di rasakan Biru, wanita manapun tak ingin pasangannya di datangi seseorang dari masa lalu yang jelas pernah sangat berarti karna hubungan itu terjalin dalam kurun waktu yang tak sebentar. Tapi hati memang tak pernah bisa di bohongi, sekuat apapun ia menghindar nyatanya sang istri tetap tahu dan menyelidik bahkan Biru mengancam akan bertanya pada pasukan daster dunia nyata.


"Bagimu tak penting, tapi bagiku itu penting! mana bisa aku membiarkanmu di sentuh lagi olehnya. Cukup dulu kalian melakukan kontak fisik, tapi tidak untuk sekarang! kamu hanya milikku, Bee" Biru yang sedari kemarin diam ternyata kini sudah bisa meluapkan amarahnya tapi tentu itu jauh lebih baik di banding harus saling mengabaikan perasaan.

__ADS_1


"Ini sentuhan yang bukan seperti yang kamu bayangkan, Sayang"


"Apapun itu, kalian tetap bersentuhan!" tegas Biru kesal sambil turun dari ranjang sambil menarik tangan Sam menuju kamar mandi.


"Bee, kamu mau apa?" tanya Sam yang bingung terlebih tangan mungil sang istri kini sudah sangat cekatan membuka seluruh pakaiannya.


.


.


.


.


Membersihkan mu dari najis Mughallazah


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Tiati malah dapet bonus nanti 🤣🤣🤣


Ada yang besal saat di cuci ☺☺

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan, tetep up di lapak Gajah juga noh SUAMI DADAKAN. mampir ya.


__ADS_2