Samudera Biru

Samudera Biru
Antara cinta dan harta


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂



Sam tersenyum puas saat satu telur ceplok terhidang di depannya, matanya berbinar senang dengan tepuk tangan kecil yang membuat Reza dan Melisa begitu gemas bagai melihat Sam saat kecil.


"Jelek banget bentuknya"


"Heh!" protes Cahaya dan Langit berbarengan.


Melisa mengusap lengan sang cucu dan meminta Sam cepat menghabiskan telurnya karna Bul-Bul mulai rewel dan ingin pulang. Sam yang paham hanya mengangguk dan meminta Hujan mengambil kan sedikit nasi untuknya karna Biru sedang menemani Embun menyusu di ruang tengah.


Semuanya menatap aneh Samudera yang makan dengan begitu lahap, padahal hanya dengan telur dan kecap yang ia aduk dengan nasi hangat. Ia memang tak pernah rewel soal makanan tapi setidaknya ada sayur atau lauk lainnya sebagai pelengkap.


"Enak, De?" tanya Cahaya. Ada seulas senyum di ujung bibirnya karna hari ini ia bisa menggoreng telur untuk pertama kalinya selama ia hidup.


"Asin dikit, tapi dari pada dede gak makan" jawabnya dengan mulut penuh.


Bahkan saat Hujan menawarinya makanan lain ia hanya menggelengkan kepalanya. Sam benar-benar tak bisa makan makanan lain selain si telur dan kecap tadi.


"Mau nambah? Amma gorengin lagi ya" tawar Melisa saat semuanya habis tak tersisa lagi.


"Dede laper beneran, Sayang" bisik Langit, ia bahkan masih belum percaya jika yang masuk kedalam perut keponakannya itu benar-benar masakan istri tercintanya.

__ADS_1


"Iya, gak jadi pingsan" balas Cahaya yang juga ikut berbisik.


"Kalau dede pingsan, kalian harus tanggung jawab" selak Reza terutama pada Langit yang tadi begitu menolak istrinya menggoreng telur untuk Sam padahal sudah jelas jika Tutut Gajahnya itu sudah sangat lemas menahan lapar.


"Habis ini mau apa lagi?" tanya Hujan yang menuangkan air putih untuk putranya.


"Mau pulang, ngantuk!


********


Embun yang semalaman terus menangis tentu membuat Sam dan Biru merasa pusing di pagi hari. Entah apa yang di rasakan gadis cantik itu sampai harus rewel sampai tak tidur hingga subuh menjelang belum lagi Sam yang sesekali mual terus saja bolak balik ke kamar mandi membuat Biru rasanya ingin menjerit kesal.


"Bee... tidur yuk" ajak Sam setelah mengecek putri kesayangannya itu sudah benar-benar terlelap sambil memeluk gajah pink miliknya.


Hari ini Sam kembali tak masuk kantor karna rasa mualnya yang tak kunjung hilang meski sudah meminum obat atau pun meminum air hangat lemon dan juga teh tanpa gula.


Emosinya tiga hari ini memang tak stabil sering menangis kesal padahal Embun hanya melakukan kesalahan kecil.


"Ya udah istirahat ya, jangan terlalu di pikirin. Nanti Bul-Bul biar Moy yang urus kalo rewel lagi. Aku gak mau kamu sakit, Bee" ucap Sam dengan sang istri yang kini sudah berbaring nyaman dalam pelukannya.


"Apa kamu mau jalan-jalan? bulan ini kita belum ada rencana apapun kan?"


"Terserah kamu sama Embun aja, aku ngikut. Pergi atau enggak sama aja menurutku" jawab Biru.

__ADS_1


"Sudah sering ku bilang, nikmati hidupmu, Bee. Pergi kemanapun yang kamu mau, makan apapun yang kamu ingin dan beli apapun yang kamu suka. Aku gak akan marah sebanyak apapun kamu menghabiskan uangku" jelas Sam pada istrinya yang sering memilih dirumah di banding keluar jika tak dipaksa olehnya.


"Hem, aku tahu. Bahkan aku sampai lupa di mana card unlimitedmu itu berada sekarang"


"Hilang?" tanya Sam.


"Enggak, aku cuma lupa naruhnya dimana" sahut Biru lagi yang semakin nyaman dalam pelukan sang suami.


"Jangan sampai hilang, karna antara cintaku dan Card unlimited itu memiliki kesamaan, Bee" kata Sam sambil menciumi pucuk kepala Biru.


"Kesamaan apa?" tanya Biru.


.


.


.


.


Sama-sama tak terbatas...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Gembel lah 🤣🤣🤣🤣


Like komennya yuk..


__ADS_2