
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Tak perlu dibayar, sebagai gantinya cukup kamu usap perut anak saya saja, bagaimana?" pinta Pak Badrul.
Sam langsung menoleh kearah istrinya yang merengut kesal, bibirnya ia manyunkan sampai terlihat sangat menggemaskan bagi Sam.
"Bee, gak apa-apa ya"
"Bayar aja, gak usah sentuh perut orang" protes Biru tak suka.
"Ya udah, pak. Kandangin lagi ayamnya, Suruh mereka cari ayam lain!" timpal anak pak Badrul yang sedikit tersinggung.
"Eh.. jangan!" Biru meraih lagi ayam yang berkokok berisik itu dari tangan pak Badrul.
"Iya, boleh pegang, tapi jangan lama-lama" tegas Biru sambil menatap tajam kearah suaminya yang sedang mengulum senyum, ia baru pertama kalinya ia merasa di cemburui oleh sang istri tercinta.
Sam langsung mengangguk paham, ia mendekat kearah putri pak Badrul untuk mengusap pelan perut buncit nya, ada sedikit pergerakan yang sedikit membuat Sam terkejut.
"Semoga persalinannya lancar, sehat dan selamat untuk keduanya" ucap Samudera, Doa yang sama pun ia penjatkan untuk Biru, wanita yang kini mengandung buah hati mereka.
"Terima kasih" balas pak Badrul dan anaknya.
Ketiganya pun langsung berpamitan untuk pulang tapi sampai di sisi mobil pak Wawan malah memilih untuk berjalan kaki dibandingkan ikut lagi masuk kedalam kendaraan mewah Sam.
"Ya sudah, kalau begitu saya ucapkan banyak banyak Terima kasih ya, pak" ucap Sam yang juga memeberikan dua lembar uang pecahan pak Wawan.
"Ah, tak usah Tuan" tolak pria tersebut.
__ADS_1
"Ambil, Pak. Untuk jajan anak anak dirumah nanti" paksa Sam lagi, uang segitu tak ada artinya bagi ia yang sudah di tolong sampai mendapatkan apa yang di inginkan istrinya.
"Baiklah, Terimkasih. Saya permisi dulu. Semoga Nona sehat sampai bayinya lahir" ucap Pak Wawan yang langsung di Aamiinkan oleh Sam dan Biru berbarengan.
.
.
.
Ayam betina yang tak hentinya berkokok itu pun begitu bising di telinga, bahkan sudah tercium bagaimana baunya pup si ayam yang Sam taruh di bagian belakang mobilnya.
"Duh enek banget, Bee" keluh si pria tampan yang masih fokus memutar stir mobilnya menuju jalan rumah utama.
"Bentar lagi sampe" sahut Biru dengan mata menahan kantuk.
"Bee, udah sampe nih"
"Hem, Iya" sahut Biru sambil sedikit bergeliat merenggang kan ototnya yang terasa begitu pegal.
Keduanya turun dari mobil, Biru yang merasa tidurnya belum cukup dan puas langsung berjalan dengan tergesa menuju kamarnya, sedangkan Sam hanya mengekor di belakang dengan menjinjing ayam betina yang di taruh dalam dus bekas mie instan.
Sam duduk di tepi ranjang setelah meletakkan si Ayam di dekat pintu kamar mandi, ia usap wajah lelah istrinya yang lebih dari seminggu ini bertingkah konyol dan menggemaskan tapi itu karna biah cinta mereka yang di berada dalam rajin sang Cinderella.
"Sayang, terus ini ayamnya gimana?" tanya Sam begitu lembut sambil mengusap pipi putih mulus Biru.
"Kamu tungguin sampe ayamnya keluarin telur, Bee" jawab istrinya dengan mata terpejam.
__ADS_1
"Kapan bertelurnya?"
"Gak tau!" sahutnya Biru lagi yang malah semakin nyenyak terbuai mimpi.
Sam yang tak ingin mengganggu tidur belahan jiwanya itu pun akhirnya keluar kamar dengan membawa si Ayam menuju halaman belakang. Ia akan mengganti kardusnya yang sudah penuh dengan kotoran yang begitu menyengat indera penciumannya. Namun, langkah Sam terhenti saat ia bertemu dengan sesorang di ujung tangga.
"Apa?" tanya orang itu saat melihat Sam tersenyum penuh arti.
.
.
.
.
.
Temenin dede Mandorin ayam bertelor yuk, Pay....
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Ayam, Buaya, Beruang 🤣🤣🤣
Awas berantem ya 🤭🤭
Apa mau di wasitin sama Gajah juga.
__ADS_1
Terima kasih buat like komen vote dan poin juga koinnya yang sudah kalian berikan selama ini di novel teteh yang mana pun.. sehat selalu ya buat kalian, berkah rejekinya selalu bahagia lahir bathin, Aamin., 😘