Samudera Biru

Samudera Biru
Galau


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Rayuan demi rayuan terus di layangkan Biru pada putranya yang malah berdiri dan berjoged di atas ranjang Embun tanpa memakai apapun. Biru yang tadinya sedikit jengkel malah menjadi tertawa, ada saja tingkah sang buah hati yang selalu bisa mengubah dunianya dalam sekejap.


Didalam kamar mandi sudah terdengar riak air dan suara tawa kecil Embun, entah apa yang sedang dilakukan si sulung di dalam sana membuat Biru sedikit curiga, tapi Rain masih belum mau mendekat. Bayi laki-laki itu tak bisa di paksa karna ia akan menangis sambil mengamuk. Ia kan diam saat menyusu dan itu akan memakan waktu yang sangat lama.


"Kakak lagi mandi, Bum-Bum ikut mandi yok" ajak Biru lagi yang entah ini sudah keberapa kalinya ia meminta si bungsu mendekat.


Nda...


Masih satu kata itu yang di ucapkan Rainerly. Ia sulit sekali mandi tapi jika sudah bertemu air sulit juga untuk berhenti. Rasa sabar orang-orang di sekeliling Rain selalu di uji dalam perkara mandi.


Buah jatuh tak jauh dari pohon nya.


Itulah yang Biru tahu, jika mendengar cerita miMoy atau Ammanya, sang suami juga memiliki sifat yang sama dan itu masih saja ia lakukan sampai saat ini ketika mereka tak melakukan hal menyenangkan malamnya.


Nanti gantengnya aku ilang, Bee....


Entah lah, ajaran sesat mana yang mendoktrin otak sang putra mahkota Rahardian sampai harus mengatakan ketampanannya akan luntur jika mandi pagi.


Aku malu kalau deketin airnya dulu...

__ADS_1


Satu kalimat yang masih di ingat Biru saat mereka di hotel saat pulang kampung dulu. Begitu banyak hal manis yang di berikan suaminya tapi anehnya semuat terekam dengan baik dalam otak minimalis nya.


"Kok ngelamun?" tanya Sam tiba-tiba sudah berdiri di sisi Biru.


"Eh, ya ampun! kamu ngagetin" dengan detakan jantung dua kali lipat, Biru sampai mengusap dadanya sendiri saking terkejutnya.


"Rain susah banget di ajak mandi, kamu rayu ya. Aku mau liat Embun dulu"


"Hem" sahut Sam hanya berdehem kecil, masih jelas raut kesal di wajah tampannya yang baru selesai mandi.


Biru yang baru membalikkan tubuh dan berjalan dua langkah kembali menoleh saat Rain menjerit memanggil namanya.


Miyuuuuuh...


Sam hanya bisa tersenyum kecil jika mendengar sang istri mengomel.


.


.


.

__ADS_1


Selesai merapihkan kedua anaknya kini tinggal Biru yang membersihkan diri. Ia akan memakai jurus mandi bebek karna tak lama lagi akan masuk jam makan malam.


keluarganya pasti kini sedang di tunggu di kediaman Biantara.


"Udah?" tanya Sam saat ia hanya melongok kan kepalanya di ambang pintu kamar.


Sam yang menunggu di ruang tengah bersama Embun dan Rain di buat pusing saat si sulung meminta untuk cepat pergi. Ia sudah tak sabar ingin memperlihatkan bandana cake strawberry nya pada buaya dan gajah terlebih ia juga pasti akan banjir ciuman dari sang phyton yang begitu gemas padanya.


"Iya, udah. Aku ambil sandal dulu" jawab Biru yang hanya dibalas anggukan kepala oleh suaminya.


Tubuh langsing mungilnya kini berjalan keluar kamar menuju ruang tengah dimana belahan hatinya menunggu, Tapi Biru langsung membuang napas kasar saat kedua mata lentiknya menangkap sosok sang putra yang duduk diam memperhatikannya juga.


"Bum-Bum kenapa?" bisik Biru.


.


.


.


Galau, gak dapet pojokan buat pundung.

__ADS_1



__ADS_2