Samudera Biru

Samudera Biru
Permintaan AirHujan


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂.


"Harus kami?" tanya Sam memastikan apa yang barusan di ingikan papAynya usai makan malam.


Kini semua anggota keluarga sedang berkumpul di ruang tengah, mengobrol hal ringan setelah mengisi perut adalah kebiasaan turun menurun sesari ada tuan Wisnu hingga saat ini.


"Iya, lusa papAy sama moy mau ke luar kota" jawab Air.


"Ngapain lagi, honeymoon mulu. Awas aja kalo sampe ada buaya junior" ancam Sam dengan sorot mata tajam kearah kedua orangtuanya.


Air dan Hujan hanya tersenyum simpul, Sam yang sedari kecil sudah memiliki empat adik sepupu tak pernah menyinggung soal bayi untuknya terlebih dia juga tahu jika orangtuanya memang sedikit trauma akan kehamilan lagi semenjak Hujan keguguran. Tapi, Sam seakan di buat pusing saat pasangan baya itu kini seringkali menghabiskan waktu berdua dalam beberapa hari setiap bulannya.


"Biar rame, kan lumayan jadi temennya Bum-Bum" kekeh Air.


Rain yang namanya di sebut langsung menoleh kearah papAynya


Apa?


"Haha, enggak. Bum-Bum mau punya temen Buaya gak?" tanya Air sambil melambaikan tangan kearah cucu kecilnya.


Nda, Ajah Noh.

__ADS_1


"Udah cukup sama gajah ya aja, Bum" timpal Reza yang kepalanya di baringkan diatas paha Khumairahnya.


"Jadi, mau gak? Kalo kalian gak bisa gak. apa-apa. Moy akan urus orang lain buat acara peresmian rumah sakit di kota B." kata Hujan yang kini meminta kepastian karna waktunya tak banyak.


Sam langsung melirik kearah istrinya yang sedang menyusun puzzle bersama si sulung di karpet bawah, entah mendengar atau tidak karna Biru seakan asik sendiri.


"Be..." panggil Sam. Butuh waktu lima detik, akhirnya Biru menoleh.


"Iya, kenapa?" sahutnya santai.


"Lusa kita ke acara ulang tahun peresmian perusahaan temen papAy, gimana? bisa temenin aku kan?" pinta Sam dengan sorot mata tak lepas dari wajah cantik istrinya.


"Lusa? bisa. Aku kan gak ngapa-ngapain" jawab Biru jujur dengan keadaannya sendiri. Sebagai ibu rumah tangga yang hanya fokus pada suami dan anak tentu tak ada yang ia lakukan lagi dirumah, terlebih statusnya sebagai Nona Muda Rahardian apapun itu tinggal minta dan tunjuk selain memasak untuk Embun atau Rain.


Plak...


Reza yang baru saja terlelap malah dikagetkan dengan sentuhan keras Rain di wajahnya.


Pria baya itu kini memiliki hobby baru, yaitu tidur sambil mendengarkan anak cucunya terus mengobrol yang sebenarnya hal tak penting.


Ia yang memang kini lebih membutuhkan waktu istrahat tentu senang saat semuanya sedang berkumpul, Reza bagai bayi yang sedang di dongengi.

__ADS_1


"Bum-Bum, kebiasaan nih tangannya" Sam langsung bangun dan menggendong putra bungsunya.


Appa, bubu?


"Iya, Appanya lagi bobo, jangan pukul pukul. Nanti apa sakit"


Iyah.


Biru yang tahu anaknya habis membuat ulah, langsung membawa Rain ke kamar. Ia susui putranya di ranjang sampai terlelap terbuai mimpi.


Ceklek.


Sam yang menyusul ke kamar kini ikut meringsek naik dan berbaring di sisi anak istrinya. Sentuhan bibirnya cukup lama dan lembut mendarat di pipi Rain.


"Apa nanti akan ramai seperti biasa acaranya?" tanya Biru, ia memang terbilang jarang Mendampingi suaminya jika bukan acara perusahaan Rahardian Gruop.


"Sepertinya begitu, karna ini acara ulang tahun perusahaan" jawab Sam dengan wajah saling berhadapan.


.


.

__ADS_1


.


Apa nanti ada Alyssa juga?


__ADS_2