
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Huaaaaaaaa....
Miong akal, mbit Bum nih.
Biru yang mendengar jeritan Rain tentu langsung.
panik dan menghampiri. Tapi wanita itu bingung saat melihat si ireng nampak santai seperti tak terjadi sesuatu.
"Bum,. kenapa? di apain sama Ireng?" tanya Biru sambil mencari bagian mana yang luka di tubuh putranya. Ia pasti akan di gantung oleh kedua mertuanya jika bocah tampan itu tergores sedikit saja.
Mbit ****...
"Di cubit semut atau miong?" tanya Biru lagi memastikan karna jelas tadi anaknya berteriak di gigit si Ireng.
Umak akal... mbit mbit Bum. Auh nih.
"Ya ampun! yang bener yang mana sih? di gigit kucing, semut atau nyamuk?"
Mua Mua naaaaaa
Biru yang merasa Rain hanya mencari alasan pun langsunh membuang napas kasarnya. Bocah itu tersenyum lebar sampai terlihat gigi kecil putihnya.
"Bum mau apa?"
Ain Ain ta Buuuuuy...
"Kak Buy masih lama pulangnya hari ini ada les piano. Jadi pulangnya sore. Main sami Mhiu aja ya"
Iyaaaaah...
__ADS_1
Biru bukan tak mau mengajak Rain keluar tapi sang pewaris Rahardian itu berbeda dengan kakaknya. Rain sedikit sulit bersosialisasi dengan orang baru malah akan cenderung jadi rewel jika tak nyaman. Jadilah kini teman bocah itu hanya Embun dan si Ireng saja. Bahkan untuk bermain dengan sepupunya pun ia harus di rayu agar mau lepas dari Mhiu atau Phiunya.
Di ruang tengah lantai dua sudah tak terhitung berapa banyak mainan yang di turunkan oleh Rain. Semua berserakan tumpah ruah tapi Biru tak pernah mempermasalahkan itu semua karna kedua anaknya sudah di latih untuk bertanggungjawab, mereka akan merapihkan lagi semua mainan meski tetap di bantu jika Embun maupun Rain meminta tolong.
"Awas ke injek robotnya, ambil dulu biar gak halangin jalan" titah Biru saat putra kesayangannya hendak mengambil bola berwarna biru.
Obot akal ya.....
"Bumnya hati hati, robotnya kan lagi diem" kekeh Biru, jika ada Hujan bersama mereka wanita itu pasti sudah tertawa mendengar ucapan Rain yang mirip suaminya sebab senang menyalahkan benda yang diam di tempat.
Sapa akal?
"Gada yang nakal, sini balik lagi. Bawa bolanya"
Iyaah... bowa biyuuuuuuu.
"Haha, iya bola Biru"
Miyuuuh biyuuuuuu..
Maap ya....
Rain kembali bermain sampai Embun pulang dari sekolah yang langsung berlanjut les piano. Diantara keturunan Rahardian hanya sang Ratu yang mau melakukannya karna Ameera dan Cahaya saja sering menangis menolak untuk les.
"Mhiuuuuuuu"
"Kak Buy, udah pulang sayang" ujar Biru saat menerima pelukan dari putri cantiknya.
"Iyah, capek banget hari ini"
"Ganti baju dulu ya, bekalnya di makan gak?" tanya Biru.
__ADS_1
"Iya, Habis semua"
Ta Buuuuuy... Ain Ain yuuk.
"Nanti ya, kakak mau ke kamar dulu buat ganti baju" jawab Embun ramah pada adiknya.
Ntut, buweeeh?
"Tunggu disini aja" sahut Embun dan Biru berbarengan.
Embun masuk kedalam kamarnya di temani oleh Rini sang pengasuh yang akan membantu cucu perempuan dari Air dan Hujan tersebut. Ia kembali dengan kertas bergambar juga crayon.
"Buy mau mewarnai?"
"Iya, mau warna warna aja" jawab Embun saat Mhiu nya bertanya.
Ain Ain yuuuuuk
"Warna aja ya, Bum mau warna apa? sini kakak yang warnain" tawar Embun sekaligus menolak halus ajakan bermain adiknya karna merasa lelah.
.
.
.
.
Walna melah ya... tuning ya.. betus hijau
doooooooooooor...
__ADS_1
Dadet Bum...