Samudera Biru

Samudera Biru
Luar kota


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Biru yang memasang wajah di tekuknya sedari malam membuat Sam tak bernafsu makan, ia hanya menggigit sedikit ujung roti bakar yang disiapkan istrinya.


Kandungan yang sudah masuk usia kehamilan lima bulan membuat Biru cepat lelah, bahkan satu minggu ini ia hampir sama sekali keluar kamar. Hanya menghabiskan waktu berbaring sambil bermain ponsel diatas ranjang.


"Ayo dong, Bee senyum" pinta Sam pada sang cinderella yang masih memayunkan bibir ranum nya.


"Aku pergi sebentar, besok malam aku pulang. Gak apa-apa ya cantik" rayu Sam lagi.


Sam terus berbicara dari hati ke hati pada istrinya karena salah satu kantor cabang di luar kota tiba-tiba mendapat masalah, dan itu membuat ia dan Jero harus kesana siang ini juga.


"Aku gak bisa pergi kalau kamu begini, Sayang"


"Ya udah aku ikut, aku bosan, Bee" protes Biru yang membuat hati Sam mencelos.


"Maaf, kita jarang keluar karna aku begitu sibuk"


Sam meraih tubuh Biru, di dekapnya wanita hamil itu dengan sangat erat sambil di ciumi juga pucuk kepalanya, terselip rasa sesal karna tak selalu ada si sisi Biru sampai istrinya mengeluh bosan.


"Disana kamu lebih bosan, Kita kerumah utama ya"


"Gak! aku mau ikut" keukeuhnya yang semakin keras kepala.


Sam hanya bisa menghela napas dalam dalam, di ajak salah di tinggalkan pun salah, entah ada apa dengan Biru yang baru kali ini sulit ditinggal kan karna biasanya ia selalu patuh pada semua ucapan Sam.


"Dede bayinya, kah yang lagi pengen jalan jalan?" goda Sam.


Biru yang tak menyangka mendapat pertanyaan itu tentu langsung tercengang dan tersipu malu.


"Ya udah, bereskan barang mu." titah Sam yang akhirnya pasrah.


"Ikut denganmu, kan? bukan ngungsi kerumah utama?" tanya Biru memastikan.


"Haha, emang di kira kamu tuh korban banjir pake ngungsi segala" kekeh Sam yang begitu gemas dengan rasa tak percaya istrinya itu.


"Aku korban gempa, Bee" bisik Biru sambil bangun dari duduknya lalu sedikit berlari menuju kamar.

__ADS_1


Kini gantian Sam lah yang kaget dengan apa yang di bisikan istri kecilnya itu, Sam hanya tersenyum melihat punggung Biru yang semakin lama hilang dari pandangannya.


Sepuluh menit berlalu, Biru turun dengan tas kecil yang ia jinjing di tangan kanannya. Ia tak banyak membawa baju karna mereka hanya satu hari satu malam di luar kota dan mungkin itupun Biru hanya menghabiskan waktu di kamar hotel saja selama Suaminya pergi bekerja atau sedang menghadiri rapat.


"Udah siap nih, gak ada yang ketinggalan?" tanya Sam memastikan.


"Gak ada, Bee"


"Ok, kita berangkat sekarang" ajaknya yang langsung merangkul bahu Biru untuk keluar dari apartemen.


*******


@PawangRahardian.


*OntyChaca


[ Pawang tutut kemana ya?]


*Grand mommy


[ Iya dari kemarin gak nongol 😭 ]


*Onty NyangNyang.


*Grand mommy


[ Kangen bully si Biru ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ ]


*Amma


[ Heh! ðŸ˜Ī ]


*Onty Chaca.


[ kabooooooor 🏃‍♀ïļ ]


*Grand mommy

__ADS_1


[ Ups, ada sesepuh dateng ðŸĪ­ ]


*Biru.


[ Ih, aku lagi sibuk tauuuuuu ðŸĪ§ðŸĪ§ðŸĪ§ ]


*MimOy


[ Sibuk apa? jangan capek-capek, Bi.]


*Onty NyangNyang.


[ Sibuk apa sih, Bi? ]


*OntyChaca.


[ Sibuk beneran gak? kok Sepertinya mencurigakan sekali]


*Grand mommy.


[ Dia ngilang lagi, padahal yang lain lagi nungguin jawabannya ðŸĪŠ ]


.


.


.


.


.


Aku sibuk coba gaya baru ðŸ˜ĢðŸ˜ĢðŸ˜Ģ.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kampret nih anak.. gaya apa coba 😆😆😆

__ADS_1


Lagi belajar berenang kali nih pawang Tutut ðŸĪ­ðŸĪ­ðŸĪ­


like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2