
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Khansa baru dua minggu lalu bercerai, ia butuh pekerjaan untuk mencukupi hidupnya, Bi." jelas Ibu yang membuat Biru kembali menoleh ke kakak angkatnya
Biru tentu terkejut karna ibu tak pernah menceritakan ini padanya meski ia setiap hari menelepon ibu.
Entah apa alasan wanita tua itu yang akhirnya memiih untuk bicara langsung padanya.
"Pekerjaan seperti apa yang di butuhkan? aku aja nganggur, kerjaku hanya menunggu suamiku pulang bekerja, Bu" jawab Biru polos dan jujur.
"kamu bisa tanyakan pada suamimu, apa saja yang penting menghasikan uang yang halal untuknya" balas ibu seakan memohon lewat sorot matanya.
"Nanti ku bicarakan dengannya, karna aku tak mengerti soal pekerjaan apa yang cocok dengan kak Khansa"
Usai mengutarakan maksud yang sesungguhnya, Ibu dan Khansa pun beristirahat di dalam kamar yang sudah di rapih kan oleh Biru, sama hal dengannya juga yang memilih naik ke lantai atas menuju kamar pribadinya.
Biru mengirim satu pesan pada Sam untuk meminta suaminya itu pulang tepat waktu.
*Biru
[ Bee, bisa pulang sebelum makan malam, kan? ]
*Sam
[ Tentu, Sayang. Jangan terlalu lelah, istrahat yang cukup ya]
Biru tersenyum simpul membaca satu pesan terakhir yang di kirim suaminya, bukan mendengar langsung saja sudah membuat kedua pipinya merah merona.
__ADS_1
****
Petang tiba, Sam pulang di jam yang sudah ia janjikan.
Biru yang sedang berada di dapur bersama ibu pun langsung menghampiri saat mendengar namanya di panggil oleh pria yang selama ini menguasai hati dan pikirannya.
"Aku hadir, Bee.... " kekeh Biru yang kini sudah berdiri tepat di hadapan Sam, wajah imut ditambah senyum manisnya membuat Sam serasa sedang di goda oleh si istri kecilnya.
"Lagi masak ya? wangi banget" sahutnya setelah menciumi wajah Biru mulai dari kening, kedua pipi sampai bibir ranum nya meski hanya sekilas.
"Ish, kamu tuh!" protes Biru karna takut ibu atau Khansa melihat kelakuan tingkah mesum suaminya.
Sam dan Biru langsung ke kamar mereka setelah menyapa ibu dan Khansa yang sedang menyiapkan makan malam, hanya teguran basa basi diantara ketiganya karna Sam juga bingung harus jika harus mengobrol lebih banyak kecuali ada bapak di antara merka.
Biru duduk di tepi ranjang setelah menyiapkan baju salin untuk Samudera yang sedang membersihkan diri, ia akan berniat untuk membicarakan maksud kedatangan ibu selain sekedar menjenguknya.
"Ada apa? tumben" Sam sampai menautkan kedua alisnya karna ini di luar kebiasaan Biru yang selalu mengatakan inginnya tanpa basa basi lebih dulu.
"Ibu datang kesini ada maksud lain, Bee" ucap Biru sambil menunduk dan belum beranjak dari tepi ranjang.
"Maksud lain gimana?" Sam yang merasa penasaran akhirnya mendekat dan ikut duduk di sisi istrinya.
"Kak Khansa baru saja bercerai, ia butuh pekerjaan. Mungkin saat makan malam nanti ibu akan memintanya langsung padamu, aku harap kamu mau membantu. Berikan pekerjaan padanya, apapun itu ya" pinta Biru dengan nada bicara sedikit memaksa karna ia sempat meraih tangan Sam sebelum menjelaskan semuanya.
"Aku lihat dulu seperti apa pribadi Khansa agar bisa memberinya pekerjaan yang cocok. Aku tak ingin salah memperkerjakan orang yang justru malah merugikan orang banyak" tegas Sam.
"Dia hanya lulusan SMA sama seperti ku, apa ada pekerjaan yang cocok untuknya?" tanya Biru, ia pun sebenarnya ragu untuk meminta hal lebih pada suaminya.
__ADS_1
"Nanti akan ku suruh dia untuk membuat surat lamaran, ia harus melewati semua prosedur perusahaan jika ingin bekerja disana"
"Baiklah, jika tak bisa dan tak di Terima, aku akan memintamu untuk menemaniku saja, bagaimana?
aku hanya ingin membalas kebaikan mereka padaku, Bee" pinta Biru lagi yang kini sudah meletakkan kepalanya di dada Sam.
"Aku paham maksudmu, tapi jangan terlalu baik juga, Bee"
"Kenapa?" tanya Biru.
.
.
.
.
Takut mak othor di SLEPET READERS karna kepolosanmu!
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Pan gue dibawa bawa Tut? 🙄🙄
Makin di ancem kan ntar di kolom komentar 😌😌
Kabor ah.. ke Gajah 🤣🤣🤣
__ADS_1