
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kamu ikut yuk ke kantor" ajak Sam saat sang istri memakaikan dasi lehernya, ia yang baru saja selesai membersihkan diri tentu langsung di urus oleh sang istri tercinta seperti biasa.
"Ngapain? disana juga suka di tinggal. Akunya sibuk ngurus anak anak kamunya gak ada" jawab Biru menolak ajakan Samudera.
"Itukan kalo lagi ada meeting, Bee. Hari ini aku full di kantor sampe sore. Meeting di luar biar sama asisten ku yang urus, gimana?" tawar pria tinggi putih itu lagi sambil menaik turunkan alisnya.
"Aku bilang Embun dulu, kalau dia mau nanti aku ikut"
Sudah selesai mengurus suaminya, kini wanita cantik bertubuh mungil itupun berlalu menghampiri sang buah hati yang berguling sambil terus mengoceh tak jelas.
"Bum, mau ikut kantor Phiu gak?" tanya Samudera yang ikut juga mendekati putranya.
Ain
"Main, nanti pulangnya kita beli eskrim strawberry, mau?" tawar pria berjas coklat itu.
Nda, tutat
__ADS_1
"Hem, ok. Rasa coklat ya"
"Udah tau anaknya gak suka strawberry, di tawarin itu terus. Kan itu cuma kamu yang suka, Bee" cetus Biru.
"Ya kali, mau samaan sama aku, gitu"
Ketiganya pun keluar dari kamar, hari ini kebetulan si sulung libur sekolah maka itu Samudera ada alasan untuk mengajak keluarganya ke kantor. Entah kenapa ia begitu senang memboyong anak istrinya ke gedung perusahaan, bagi Sam mereka adalah penyemangat yang luar biasa. Embun maupun Rain tak pernah menganggu, mereka akan sibuk dengan berbagai mainan yang tersedia disana hanya saja pria itu sering menjahili istrinya dengan cara bermanja di pelukan sang pemilik hati.
"Hari ini kita ke kantor Phiu ya" ucap Sam sambil meraih tubuh Embun dari gendongan Air.
"Ngapain?" tanya Embun.
"Ada apa?" timpal Air ikut bertanya.
Embun yang awalnya tak mau karna ada papAynya dirumah sempat menolakmenolak. untuk ikut, gadis kecil itu memang akan sangat menempel pada Air jika pria baya itu sedang tak melakukan aktifitas. Tapi dengan bermodal janji akan berbelanja online lagi Embun pun akhirnya luluh.
Sarapan sudah selesai, makanan lezat yang terhidang pun sudah pindah ke perut mereka masing-masing. Kini saatnya semua kembali ke aktifitas seperti biasa.
"Yuk, pamit dulu" ucap Sam sambil bangun dari duduknya.
__ADS_1
Embun yang turun dari kursinya menciumi satu persatu orang-orang yang menyayanginya itu. Mulai dari Appa, Amma, papAy hingga Moy nya.
Ia berpamitan seperti akan pergi satu tahun lamanya.
"Daaaaaah, nanti Bubuy pulang lagi ya" pamitnya pada semua orang sambil melambaikan tangan.
"Dadah juga, Cantik. Jangan nakal ya" pesan Air dan Hujan.
Sam dan Biru pun melakukan hal yang sama, mereka berpamitan tapi tentunya tak semanis Embun. Hanya saja saat pada Reza Sam mencium pria itu berkali-kali. Rasa cintanya pada sang Gajah memang tak terkalahkan.
"Tapi nanti jangan pulang sampe malem ya, Bee. Aku gak bawa Salinan anak-anaknl loh" pinta Biru saat berjalan menuju pintu utama, sedangkan Embun sudah lebih dulu berlari dengan lincahnya sampai kuncir duanya bergoyang goyang.
"Kaya biasa aja, Sayang" jawab Sam, mencium sekilas pucuk kepala istrinya tanpa disadari justru kini mereka menjadi bahan tawaannya keluarganya.
.
.
.
__ADS_1
Mhiu ana? Bum Nda ajak