Samudera Biru

Samudera Biru
Permintaan Biru


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Biru kenapa ya, dari kemarin suka banget sama yang rame-rame?" tanya Hujan pada suami dan kedua mertuanya. Keempat orang ini memang tak mendekat ke arah pembagian bingkisan karna Biru hanya ingin ia dan Sam saja yang melakukannya.


"Entah, tau gitu aku aja demo aja ya" kekeh Air saat menjawab.


Semuanya nampak bahagia melihat tingkah Biru yang sering betepuk tangan sendiri sedangkan Sam masih saja merengut kesal karna terik matahari semakin tinggi kearahnya.


"Bee, udah ya gantian sama papAy" rengeknya pada sang istri.


"Enggak, aku mau kita aja yang disni, lagian sedikit lagi juga habis bingkisannya"


.


.


.


Akhirnya setelah hampir satu jam, Sam bisa berjongkok sambil mengusap wajahnya dengan kasar sembari mengusap keringatnya yang sudah membasahi wajah dan tubuhnya.


Ia menarik napas lalu di hembuskan secara berulang sambil melirik kearah istri kecilnya.


"Makasih ya, Bee. Aku seneng banget karna ini lebih rame dari yang aku bayangin" ucap Biru sembari menarik tangan Sam kedepan dadanya.


"Iya, tapi jangan sering sering ya" pesan Sam. Selelah apapun dirinya rasa itu akan hilang jika sudah melihat Cinderellanya tersenyum.


"Hahaha, aku gak janji" seru Biru sambil mencubit gemas suaminya.


Waktu yang beranjak semakin siang membuat semuanya memilih untuk mengisi perut lebih dulu di salah satu resto mereka, Hidangan yang memenuhi meja tak satu pun menggugah selera Biru. Ia hanya mengaduk aduk tanpa memasukkannya kedalam mulut untuk di nikmati.

__ADS_1


"Kenapa, gak suka?" tanya Sam pada Biru yang duduk di sisinya.


"Mau pesen yang lain, Bi?" timpal Hujan.


"Enggak, aku kenyang" jawabnya pelan yang membuat semua keluarga saling pandang dan melempar pertanyaan lewat sorot mata.


Sampai semua makanan habis pun Biru hanya menegak air putih untuk menetralkan rasa mualnya yang tiba-tiba ia rasakan saat sajian terhampar di atas meja.


Sam yang sadar ada yang tak beres dengan Biru terus saja bertanya kenapa dan ada apa meski hanya di jawab gelengan kepala.


"Kamu mau apa? mumpung belum pulang nih" tawar Sam lagi.


"Aku gak mau apa-apa, Bee"


"Ya sudah, kita pulang ya. Mungkin Biru lelah" balas Reza yang di setujui oleh semuanya.


Selama perjalanan, Sam tak hentinya menawari makanan untuk Biru yang bersandar dengan nyaman sambil memainkan ponsel. Tapi entah kenapa gadis itu justru tak ia menunjuk apapun yang berjejer di pinggir jalan atau mengiyakan salah satu yang Sam tawarkan.


"Kamu sakit, Bee?"


"Enggak. Aku sehat cuma lagi belum kepikiran aja mau makan apa" sahutnya dengan jawaban yang sama.


"Nanti bilang ya kalau laper, kamu gak biasanya begini, Sayang" ujar Sam lagi yang kini sedikit khawatir dengan sikap aneh Biru selama dua hari ini.


"Iya, aku langsung masak kalo laper, tenang aja"


Keduanya turun dari mobil yang terparkir rapih di garasi, sudah ada mobil Air yang menandakan jika mereka sudah sampai lebih dulu.


Biru yang menggandeng tangan Sam, langsung ditarik saat keduanya berjalan kearah tangga.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Sam bingung.


"Aku boleh minta sesuatu gak?" Biru balik bertanya.


"Boleh, kamu mau minta apa dariku, Bee?"


.


.


.


.


.


.


.


Aku mau makan sama ikan dari kolam itu...



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Awas Bee, tar di pecat jadi mantu sama Gajah 🤣🤣🤣


Like komennya yuk ramaikan

__ADS_1


__ADS_2