
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Hari ini aku lelah" ucap Sam yang menghampiri Biru di tempat tidur, sedangkan Rain sudah terbuai mimpi di dalam boxnya. Setelah lepas Asi Rain jarang bangun tengah malam kecuali meminta minum, dan itu tentu membuat Biru bisa beristirahat dengan lebih tenang hingga pagi menjelang.
"Mau ku buatkan sesuatu? atau mau ku pijit?" tawar Biru.
"Aku cuma mau di peluk, kurasa itu cukup, Bee"
"Hem, baiklah. Sini ku peluk sampai kamu tertidur"
Biru menarik suaminya, kebiasaan sebelum tidur itu kini terbalik. Samuderalah yang masuk kedalam pelukan sang istri, wajah tenang itu menempel pada dua buah daging kenyal yang kini sudah kembali jadi hak milik Sam setelah dua tahun lebih di kuasai oleh Rainerly.
"Tak ada rasa yang lebih nyaman selain disini, Bee" lirih pelan Sam sambil menunjuk nunjuk area favoritnya yang sebelah kanan.
"Benarkah?, apa malam ini aku harus jadi cinderella?" tawar Biru dengan senyuman menggoda.
"Aku hanya ingin tidur dalam pelukanmu tanpa melakukan apapun. Aku sedang nyaman begini"
Biru sedikit menautkan kedua alisnya. Heran? tentu, karna ini jarang sekali. Sam yang tampan itu biasanya akan meminta jayahnya meski hanya satu kali jika sedang berdua tapi kali ini ia hanya ingin tidur sampai pagi.
"Apa kamu sedang ada masalah?" gumam Biru sambil mengelus rambut suaminya yang sudah terdengar dengkuran halusnya.
"Jangan tutupi apapun dariku, aku tak ingin hanya sekedar menjadi istri tapi juga tempatmu berbagi"
__ADS_1
Biru terus saja membathin dalam hati, banyak pikiran pikiran yang akhirnya hinggap di kepalanya saat ini yang biasanya hanya berisi keluarganya saja.
"Apa wanita itu datang lagi padamu? sampai kamu harus se gelisah ini. Kumohon jangan buat diriku sebagai bahan pilihanmu, Bee"
Nama sang mantan kekasih suaminya pun terlintas begitu saja, Biru selalu saja terusik dengan masa lalu Sam yang ia yakin masih ada meski hanya setitik. Tak mudah bagi seseorang untuk bisa melupakan kenangan bersama selama enam tahun. Biru tak bodoh akan hal itu.
Pikirannya baru berhenti saat ia ikut terlelap terbuai mimpi saat di rasa tubuhnya tak lagi sedang memeluk.
"Sudah bangun, Bee?" suara Sam langsung membuat Biru bangun meski kepalanya sedikit pusing.
"Kamu sudah rapih, jam berapa ini?" Biru bertanya sambil meraih ponselnya di atas nakas padahal jam dinding tepat di depan matanya.
"Ya ampun! sebentar lagi sarapan" Biru yang baru mau bangun langsung ditahan oleh Sam. Ia memaksa istrinya itu untuk duduk kembali bersandar di punggung ranjang.
"Kenapa? Rain mana?" tanya Biru saat tak melihat putranya.
"Di ajak, Moy buat anterin Embun. Dia bangun pagi banget loh hari ini" jelas Sam, ia yang duduk di tepi ranjang lalu bangun dan berjalan ke arah meja depan TV untuk mengambil nampan berisi dua piring nasi goreng seafood dengan toping telor dadar yang di beri suwiran ayam goreng.
"Kamu aneh" cetus Biru.
"Biasa aja, emang aku kenapa?" tanya Sam sebelum ia menyuapkan satu sendok sarapannya itu.
"Ceritakan padaku, ada masalah kah?"
__ADS_1
"Gak ada, Bee. Semua baik baik aja." balas Sam penuh keyakinan.
"Bee, aku akan menegaskan sesuatu padamu" ucap Biru dengan sorot mata serius.
"Apa sayang, katakan"
.
.
.
Bahagianya seorang perempuan yang tulus mencintai itu bukan berada di tempat mewah dengan limpahan harta, cukup dihargai dan di jaga perasaannya.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Please...
Jangan plagiat dengan alasan suka dan terinspirasi..
Kalian gak akan tahu, rasanya di Kecawakan dan sakit hatinya seseorang saat apa yang sudah di kembangkan tiba-tiba di tiru dengan mudahnya.
Memaafkan, bukan berarti melupakan!
__ADS_1