
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Iya dong, jangan sampe ini turunan Rahardian Wijaya ngeces gegara tempe bacem, Bee" kekeh Biru sambil mengusap perutnya. Hitamnya tempe bacem bagai sudah melambai di pelupuk matanya..
"Siap, Tuan putri"
Sam menjalankan mobil mewahnya kembali membelah jalan raya yang nampak sudah sangat sepi, hanya ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang dengan kecepatan tinggi seakan menjadi rajanya lalu lintas. Sam yang lumayan cukup mengantuk sesekali menutup mulutnya saat menguap, tapi senyum tersinggung di sudut bibirnya saat melirik kearah sang istri yang sudah mendengkur halus.
Dia yang pengen, dia yang tidur.
Hawa dingin dan kantuk yang melanda membuat Sam menepikan mobilnya di sisi jalan tepatnya dekat sebuah gerobak wedang ronde susu jahe, ia butuh kehangatan karna si uduk dan si tempe belum juga ia temukan.
Sam turun dari kendaraannya menghampiri si penjual minuman hangat, yang jika di perhatikan mungkin hampir saja seumuran dengan Appa gajahnya.
"Pak, saya pesan satu mangkuk ya, tapi jangan kasih susu" pinta Sam dengan sangat ramah.
"Baik, Mas. Tunggu sebentar, bapak buatkan" ucapnya seperti sedikit terkejut karna habis mengerjapkan matanya.
"Iya, Pak."
Sam menunggu dengan posisi berdiri, kurang lebih tiga menit satu mangkuk wedang ronde pun sudah berpindah ke tangannya.
"Saya bawa ke mobil ya, pak"
"Iya, Mas Silahkan"
Sam masuk lagi kedalam kereta besinya, ia yang sudah duduk mencoba membangunkan Biru yang terlelap begitu nyenyak.
"Bee, mau gak?"
"Sayang.. aku bawa wedang ronde, mau cobain gak mumpung masih hangat".
__ADS_1
Biru merasa bahunya di usap lembut akhirnya mengerjap kan matanya sedikit.
" Onde onde?!"
"Bukan, cantik. Bukan onde onde tapi wedang ronde, aku suapin ya biar kamu gak kedinginan"
Sam mengaduk lebih dulu minuman dalam mangkuk tersebut dan meniupnya pelan agar terasa hangat saat masuk dari mulut lalu berakhir di perut bidadari hatinya.
Sedikit demi sedikit Sam menyuapi Biru sampai setengah mangkuk sampai ia mengeluh kenyang.
"Sedikit lagi, Bee"
"Enggak, nanti pas makan nasi uduk aku kenyang"
"Hem, Ok"
Sam menghabiskan sisa wedangnya hingga habis tak tersisa, ia keluar lagi dari mobil untuk mengembalikan mangkuk sambil membayarnya. Namun, tak sengaja matanya menangkap sosok bapak bapak pencari barang bekas di jalanan, maka Sam pun berniat memberi kan nasi uduk yang tadi ia beli untuk orang tersebut.
Mobil kembali ia lajukan dengan kecepatan sedang untuk menyisir jalanan ibu kota. Sudah tiga kedai nasi uduk yang mereka datangi tak ada satupun tempe bacem yang di inginkan oleh Biru.
"Ganti semur aja, gimana?" tawar Sam saat di kedai nasi uduk ke empat, waktu yang sudah hampir jam tiga pagi tentunya hanya tinggal sisa sisa saja.
"Enggak, rasanya beda" tolak nya lagi sama seperti sebelum sebelumnya.
Sam menghela napas dalam-dalam, ia menuntun kembali tangan sang istri menuju mobilnya lagi.
Sudah ada enam bungkus nasi uduk yang sengaja di beli karna tak enak hati.
"Coba di depan sana ya, moga aja ada si bacem" ucap Sam penuh harap. Jika masih tak ada juga di kedai yang kelima, ia akan meminta istrinya itu untuk menahan hingga esok pagi.
Mobilnya pun kembali berjalan pelan dan berhenti tak jauh dari kedai sebelumnya.
__ADS_1
"Kamu diem sini ya, aku tanya dulu"
"Ikut, ih"
Biru yang bergelayut manja di lengan sang suami melangkah menuju meja kecil si penjual nasi bersantan itu.
"Bu, masih ada?" tanya Sam.
"Ada, Mau berapa?" Jawab si ibu sambil membuka penutup satu persatu tutup wadah yang tersusun rapih.
"Ini bacem ya?" tanya Sam lagi yang harap harap cemas menunggu jawaban.
"Iya, ini tempe bacem, tinggal sisa dua"
"Mau semuanya, Bee. Mumpung ada nih" tawar Sam pada Biru yang menggelengkan kepalanya.
.
.
.
.
Enggak deh, aku mau nasi uduk sama bawang goreng aja
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Tabok nih 🙄🙄🙄
Like komennya yuk ramaikan.
__ADS_1