
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Bee..... "
Samudera menanggil istri kecilnya saat membuka pintu, teriakannya itu pasti terdengar sampai dapur dan ruang tengah kecuali Biru berada di kamarnya.
Tok.. tok.. tok..
Dirasa Biru tak ada di dua tempat favorit mereka, Sam pun beralih ke kamar yang tertutup rapat bahkan di kunci.
"Bee, aku pulang"
"Be... kamu lagi apa sih? jangan bikin aku dobrak ya" ancam Sam, ketukan pekannya kini berubah menjadi gedoran yang cukup keras.
Cek lek.
"Iya.. iya" sahut Biru.
Sam langsung menarik tangan istrinya ke ruang tengah, mendudukan tubuh mungil Biru di sofa panjang.
"Baru pulang?" tanya Biru basa basi dan langsung menundukkan wajahnya saat melihat Sam terus tersenyum dengan tatapan teduhnya.
"Kamu mau tau gak aku abis ngapain?"
"Enggak" jawab Biru polos yang membuat Sam gemas bercampur kesal.
__ADS_1
"Yakin gak mau tau?" godanya.
"Penting banget?" tanya Biru yang akhirnya mendongakkan wajah bingung namun tetap telihat cantik.
"Penting banget, kan demi masa depan kita"
Samudera membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman, ia raih jari jari lentik Biru untuk di genggam di atas pangkuannya.
"Kini cuma kamu satu-satunya wanitaku, Bee.. Tetaplah seperti ini ya" ucap Sam serius tapi membuat Biru paham.
"Maksudmu?"
"Aku sudah menyelesaikan hubunganku dengan Alyssa, kami sudah berpisah. Jadi aku hanya milikmu dan begitu pun sebaliknya" jelas Sam berharap istri kecilnya itu mengerti.
"Apa karna aku? karna pernikahan mendadak kita"
"Apa masalahnya? boleh aku tahu"
"Tentu, aku tak akan menyembunyikan apapun dari istriku" goda Sam yang langsung membuat kedua pipi Biru merona.
"Kami berpacaran selama tujuh tahun, selama itu aku akui. hubungan kami baik meski ada pertengkaran kecil tapi tak sampai membuatku ingin meninggalkannnya. Tapi dua tahun lalu aku tahu jika ia telah menggugurkan kandungannya hasil melakukan hubungan satu malam dengan teman kuliah kami, Alyssa hamil tapi ia malah membuang bayi tak berdosa itu" jelas Sam jujur.
"Pacarmu selingkuh?"
"Hanya khilaf satu malam, Bee. Mereka melakukannya atas dasar suka sama suka dan disengaja"
__ADS_1
Biru hanya diam antara paham dan tak paham, otaknya yang minimalis terkadang tak sampai jika harus memikir kan hal orang orang dewasa yang rumit.
"Dia mau? apa dia nanti marah padaku?"
"Mau tak mau harus mau, aku tak suka dengan caranya menggugurkan kandungan. Anak itu tak berdosa tapi harus di buang dengan cara tak wajar. Itulah yang menjadi pertimbangan bagiku selama ini karna jika hanya berselingkuh saja aku pasti masih memberinya kesempatan"
Sam memang menyayangkan hal itu, rasa cintanya hancur hanya rasa kecewa. Alyssa telah membuat ia mundur perlahan.
"Tapi dia cantik, Bee. Kamu akan menyesal meninggalkannya"
Sam tertawa kecil, ia gemas melihat raut wajah Biru yang seperti sedang menakut-nakutinya layaknya bocah kecil.
"Secantik apapun fisik akan berubah saat bertambahnya usia tapi cantik hati akan selalu abadi meski sudah masuk liang tanah" jawab Sam yang memang tak pernah memandang orang lain dari luarnya saja.
"Tapi.... "
"Tapi apa?" tanya Biru.
.
.
.
Tapi kamu, selain cantik fisik tentu cantik hati juga, Bee!!
__ADS_1