
🍂🍂🍂🍂🍂
Samudera yang melihat tingkah konyol istrinya harus bingung sendiri antara kesal dan gemas. Tapi tentu ia membiarkan Biru melakukan apapun maunya termasuk menyemprotkan minyak wangi yang terpajang rapih di rak barang tanpa ia beli, setelah menghirup wanginya Biru akan meletakan lagi benda benda kecil itu ke tempatnya dan mengulangnya terus menerus secara bergantian.
"Biarin aja, suka suka Mhiu lah" ucap Sam pada putrinya yang mulai protes dengan kelakuan aneh Mhiunya.
"Tapi bau ih, Buy nda cuka" ucapnya lagi sambil menutup hidungnya dengan tangan.
Sam mengusap kepala putri kecilnya yang berdiri di sisi troly yang masih kosong belum terisi apapaun.
Cukup lama sang istri melakukan ritual anehnya sampai Embun harus menarik paksa untuk cepat pergi.
"Tunggu dulu, Bul"
"Nda, ayo main main bola" ajaknya lagi sambil terus menarik tangan Mhiunya.
"Bul-Bul naik sini, Phiu dorong pake troly ya sayang" tiatah Sam yang siap mengangkat tubuh mungil anaknya, ia bagai melihat dirinya sendiri saat mengingat kenangannya dulu bersama sang Gajah jika sedang di bawa berbelanja di swalayan saatt balita.
"Uyeeeeee, Bubuy naik petawat ya" kekehnya senang sambil bertepuk tangan kecil.
Sam dan Biru hanya tertawa gemas melihat kelucuan putri mereka, si gadis cantik yang hartanya sampai detik ini pun tak terhitung.
.
.
__ADS_1
Tak ada yang di beli di dalam swalayan membuat ketiganya melenggang bebas keluar begitu saja, kini tujuannya tentu ke toko perlengkapan bayi yang sudah di niatkan dari rumah.
"Ayo, mau apa?"
"Gak tau, bingung. Ini anak kita laki laki atau perempuan, Bee?" tanya Biru yang di jawab gelengan kepala.
"Ntah" sahut si pria tampan dengan sedikit menaikan bahunya.
"Kamu sih nyebelin banget!" cetus Biru yang masih belum di izinkan oleh sang suami mengetahui jenis kelamin bayinya.
"Mau apapun sama aja, Sayang" ucap Sam seraya mencium pucuk kepala istrinya yang nampak lebih cantik karna lebih berisi dan terawat.
Polos saja ia sudah langsung membuat Sam jatuh cinta apalagi sekarang yang sudah pandai merawat diri akibat ajakan para suhunya, duo bungsu Rahardian yang selalu tampil cantik menawan hingga nyamuk saja tak berani mendekat.
"Mau di simpen dimana sayang, bonekanya udah banyak banget loh" kata Biru yang kini berjongkok di depan Embun RaLiana Rahardian Wijaya.
"Kalau mau beli baru, boneka yang lama kasih temen temen di panti asuhan ya" saran Sam, semua itu memang sudah biasa di lakukan keluarganya agar tak ada barang menumpuk di rumah mereka.
"Iyah" jawab Embuh setuju yang langsung berlari.
Biru menarik tangan suaminya untuk mengikuti Embun tapi dicegah dengan cepat oleh Sam yang malah membawanys kearah lain.
"Ada yang nemenin, kamu tenang aja" ucap Sam memberitahu jika Embun pasti langsung ada yang menjaga dari pihak toko.
"Hem, baiklah"
__ADS_1
Keduanya berjalan kearah pakaian bayi, ibu hamil itu lebih banyak memilih warna putih dan Biru karna masih tak yakin.
"Ambil aja yang kamu suka, Bee" titah Sam lagi yang entah ini sudah keberapa kalinya.
"Gak akan mubazir kok, tenang aja. Masih banyak yang butuh dan kita bisa bantu" tambah Sam Lagi.
"Bagus deh, ternyata kamu memang bisa atur mana yang baru dan yang lama, kecuali satu hal" ucap Biru dengan senyum meledek.
"Apa?" tanya Sam bingung, karna menurutnya ia tak pernah buang buang barang secara percuma.
.
.
.
Sarang Tahu ku..
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Nah kan 🤣🤣
Duitmu abis pake begituan gak mulu De'
Like komennya yuk ramaikan.
__ADS_1