Samudera Biru

Samudera Biru
Cemburu kah?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Rasa tak nyaman benar-benar dirasakan Samudera semalaman, ia memang masih begitu manja dan menggemaskan bagi keluarganya tapi tetap saja Sam adalah pria dewasa yang paham saat miliknya mulai menegang besar dan panjang.


Biru yang sudah bangun lebih dulu kini sedang berkutat dengan wajan berserta teman temannya di dapur karna ibu dan bapak sepertinya tak pulang karna hujan lebat dengan gemuruh petir di tambah juga matinya aliran listrik sampai subuh.


Selesai membuat masakan seadanya kini Biru mulai membereskan rumah, semua ia lakukan sama seperti dulu sebelum kejadian demi kejadian menimpanya.


Mulai dari menyapu, mengepel dan mencuci baju ibu dan bapak.


"Bee, aku mau kekamar mandi" ujar Sam yang berada di belakang punggung Biru yang sedang menjemur pakaian.


"Oh, sini aku antar"


Sam berjalan mengekor di belakang istrinya menuju bagian paling belakang dapur, di sanalah tempat untuk membersihkan diri berada.


"Mau sekalian mandi?" tawar Biru yang di Jawab gelengan kepala.


"Kebiasaan! males banget sih kayanya mandi pagi, kenapa?" tanya Biru penasaran.


Takut gantengnya ilang, Bee...


****


Sore menjelang, Bapak yang sedang mengobrol dengan Sam pun di manfaatkan Biru untuk mampir sebentar ke rumah temannya yang tak jauh dari rumah.

__ADS_1


Rama, laki laki berumur dua puluh dua tahun itu menyambut kedatangan Biru dengan perasaan campur aduk antara sedih dan bahagia.


Ia bahagia karna dapat melihat lagi cinta pertamanya tapi ia sedih saat tahu Biru pergi bersama orang lain ke ibu kota.


"Aku gak salah liat, kan?" ucapnya tak percaya.


"Engga, dong. Kak Rama apa kabar?" tanya Biru dengan senyum manisnya seperti biasa.


"Kabar baik, bagaimana denganmu?"


"Aku sangat baik, baik sekali"


Rama mengajak Biru ke tempat biasa mereka duduk, sebuah kursi kayu tepat di bawah pohon jambu yang begitu teduh.


"Aku kaget saat tahu Wildan meninggal di hari pernikahan kalian, tapi aku lebih kaget dan hancur saat tahu kamu menikah dengan orang yang membuat Wildan meninggal. Sebenarnya ada apa, Ru?" tanya Rama penasaran, sebagai orang yang mencintai Biru tentu ia butuh kejelasan karna kabar yang di dengar dari orang kampung jelas berbeda-beda.


"Se pasrah apapun kamu, harusnya bisa menolak" tegas Rama mulai gemas, jika waktu bisa di ulang lagi ia begitu ingin membawa kabur Biru ke tempat yang sangat jauh.


"Aku tak punya siapapun, saat semua orang setuju lalu aku bisa apa? bukankah kamu tahu aku paling tak bisa menolak apalagi mereka begitu baik padaku, apa yang bisa ku berikan sebagai pengganti diriku yang sudah di urus selama sepuluh tahun" lirih Biru, hidup sebatang kara membuat ia hanya bisa mengikuti apa yang sudah di tetapkan untuknya.


"Kamu bahagia?"


"Aku hanya kesepian, Kak. Aku bingung harus apa di bangunan mewah itu." jawab Biru sambil memainkan jari-jarinya.


"Suamimu sibuk bekerja? bukankah ia orang yang sangat kaya raya?" tanya Rama memastikan apa yang ia dengar dari para tetangga.

__ADS_1


"Sepertinya, aku tak tahu pasti yang ku tahu dia bekerja di kantor"


Rama dan Biru diam sejenak, merasakan tiupan angin yang mengacak rambut mereka yang masih duduk berdampingan.


"Aku harap dia memperlakukan mu dengan sangat baik, aku tak akan ikhlas jika ada orang yang menyakitimu karna disini aku justru ingin memperjuangkan mu dan aku sangat ingin membahagiakan mu" ucap Rama penuh penegasan jika perasaannya tak main main.


.


.


.


.


.


Tak perlu repot repot berjuang demi istri orang yang jelas jelas suaminya masih sanggup membuat ia selalu tersenyum!



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Ayo Tut bawa ke KUA 🤣🤣


Galaknya ganteng oey.. jadi mahu iyup iyup!!

__ADS_1


Laki Rahardian kalo lagi cemburu suka kasih hukuman enak..


Nah elooooo.. bisa kaga?? 🤭🤭🤭


__ADS_2