Samudera Biru

Samudera Biru
Banjir bandang, Oey.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Tubuh Biru yang menggeliat secara mendadak nyatanya membangunkan lagi si Tutut yang sudah pasrah dan mulai melemas semakin ciut mengkerut.


Sam yang baru saja ingin ikut tidur pun kini kembali mengerjapkan kedua matanya lagi saat Biru terbangun, bagai mendapat angin segar ketika tahu sang istri telah membuka matanya meski sedikit.


"Gak tidur, Bee?"


"Nunggu kamu bangun, abis itu kita tidur sama-sama" jawab Sam penuh harap.


"Emang udah pagi?" tanya Biru setelah menguap.


"Belum, aku mau yang kaya tadi, ayo dong, Bee." rengek Sam yang semakin memeluk tubuh Biru yang polos tanpa apapun.


Tak ada jawaban iya atau tidak dari mulut istrinya membuat Sam nekat. Ia akan terus merayu Biru untuk tahan merasakan sakitnya lagi.


Pria yang sudah siap itu pun mengurai pelukannya, ia bangun dan kembali merentangkan paha sang istri.


Dengan jarinya, ia mulai menyentuh area sawah untuk mencari titik rang Sang AN yang tepat agar bi RAHi istrinya kembali memuncak dan benar saja, Biru mulai men Des ah dengan sesekali me lengUH. Suara er angAn nya itu terdengar begitu seksi di telinga Sam.


Puas mengulik dengan jari, kini lidahnya lah yang bermain dengan nakal sampai Biru harus menahan teriakannya saat Sam tak lagi sekedar melu maT tapi ia mulai meng Hi sAp dan menerobos nya dengan lidah.

__ADS_1


Biru yang tak kuat terus menjambak rambut suaminya yang begitu liar di bawah sana, ia tak pernah menyangka akan merasakan hal yang ia sendiri tak bisa mengungkapkannya.


"Bee, ku mohon udah. Ini geli banget" ucap Biru dengan napas terengah-engah, tapi semua itu tak di hiraukan Sam karna Ia tahu jika istrinya sedang menuju puncaknya yang ketiga kali.


Dan benar saja, alih alih meminta berhenti namun nyatanya tangan Biru malah reflek menekan kepala suaminya itu agar semakin terjerumus kedalam sawahnya.


"Banjir bandang ya, Bee" kekeh Sam sambil mengusap keringatnya sendiri.


Saat di rasa waktunya sudah pas, dan sawah Biru pun sudah siap untuk di bajak ia mulai mengarahkan lagi Tututnya. Kali ini Sam tak akan memberi Biru ampun, cukup tiga kali wanita halalnya merasa nikmat karna sekarang bagiannya yang akan menuju puncak pelepasan untuk pertama kalinya di dalam area yang semestinya.


Tekanan demi tekanan Sam lakukan dengan pelan dan lembut karna istrinya mulai meringis kesakitan lagi meski tak sehisteris tadi saat menangis. Setengah Tututnya kini mulai tenggelam tapi Sam tak melanjutkannya dengan segera, ia biarkan kedua inti tubuh mereka saling berkenalan lebih dulu beberapa detik.


Biru yang mulai tenang terlihat dari napasnya yang teratur sedikit rileks dan menganggukkan kepalanya pada Sam yang meminta izin lewat sorot mata yang penuh damba.


"Pipis, Be.. aku mau pipis lagi" jerit Biru dengan mata terpejam dengan sedikit menggelengkan kepalanya, rasa ingin mengeluarkan sesuatu di bawah sana lebih dahsyat dari sebelumnya.


"Tunggu, Sayang. Sedikit lagi" sahut Sam yang dengan segera melahap salah satu bukit Biru untuk ia Hi Sap dengan yang satunya ia RE mas dengan gemas, ia terus memilin pucuknya dengan jari telunjuk dan ibu jarinya juga.


Tau jika istrinya sudah sampai di puncak, Sam pun terus berusaha menggali kenikamatannya sendiri sampai akhirnya ia tak kuasa lagi menahan semburan panas si Tutut.


"Aaaakh" keduanya menjerit bersama, lalu saling memeluk untuk menyempurnakan rasa nikmat yang tiada tara.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Appa... Tutut dede sekarang lecet Oey...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Cape ah 😪😪😪😪


Tapi jebol juga akhirnya..


Dede gak emesh ih kalo di atas ranjang. Pasti udah dapet wejangan panjang kali lebar dari GAJAH 😅😅


makanya pinter banget..

__ADS_1


Daebak 👏👏


Masih ada next part inshaAllah..


__ADS_2