
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Miong... miong anan nanis yaaaaaaaa...
Bum bobo yaaaaaa
Anan ali ali yaaaaa
Rain mencium dan melambaikan tangan pada si Ireng di kandangnya saat ia di ajak tidur siang oleh Hujan karna kedua orangtuanya sedang keluar menyelesaikan urusan mendadak. Bocah menggemaskan itu seolah sulit melepas kebersamaannya dengan si hewan peliharaan yang begitu menurut padanya.
"Sekarang cuci tangan sama ganti baju dulu ya, takut ada bulu Ireng nempel di badan, Bum".
Iyaaaa, Moy.
Rain Jarang rewel jika di tinggal asal ada Ireng bersamanya, sampai sempat semua orang bingung bagaimana sang pewaris Rahardian tersebut jika tak ada si Miong.
Hujan mengurus cucu laki-lakinya itu dengan sangat baik tak berbeda seperti saat ia mengurus Samudera, keduanya sama-sama menggemaskan dan senang berceloteh, apapun di tanyakan oleh anak tampan itu sampai membuat siapa pun ingin menggigit pipi bulatnya.
"Sudah selesai, sekarang naik ke ranjang. Moy temani bobo"
Nyeh, na? Bum nyeh ******buweeh******? uwa-uwa yaaaa.
"Oh iya, Moy lupa belum bikinin Bum susu ya" kekeh Hujan yang sudah sangat gemas dengan bocah tampan tersebut.
Hujan kembali turun dari tempat tidur, ia melangkah kearah meja kecil tempat dimana semua perlengkapan Rain berada, mulai dari botol, susu hingga air panas yang di masak sendiri.
Wanita baya itu benar benar menikmati perannya yang kini hanya di rumah saja. Sudah cukup belasan tahun kuliah dan menghabiskan waktu di rumah sakit hanya demi mengejar karier dan cita-cita. Memiliki harta berlimpah memang bukan tujuannya tapi melihat anak cucunya sehat dan bahagia itu sudah membuat seorang Hujan yang kini menyandang status Nyonya besar Rahardian itu puas lahir bathin.
__ADS_1
.
.
.
Ceklek
Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian Rain dan Hujan. Bocah tampan itu senang sampai bertepuk tangan saat melihat Air datang dan mendekat kearahnya.
PapAy, na??
" Habis kasih makan ikan, Bum belum bobo?"
Nyeh, Moy uwa-uwa.
Hujan yang mendengar pun hanya bisa membuang napas kasar, suaminya masih saja memperdebatkan masalah itu padahal jelas cucu mereka sudah lepas ASI dari Biru.
Pasangan paruh baya itu mendekap tubuh Rain untuk menemani cucu mereka tidur siang, tapi bukan terlelap Rain malah bangun lalu naik keatas perut papAynya.
"Kamu mau apa?, wah ini kayanya suka liat Mhiu naik" kekeh Air yang langsung mendapat cubitan panas dari istrinya.
"Kamu tuh, kak. kalau ngomong suka sembarangan"
"Nah, ini apa kamu gak liat, si Bum-Bum gayanya begini mirip kamu juga kalo lagi diatas" jawab Air sambil tertawa.
Hujan yang kesal rasanya ingin sekali menguncir mulut suaminya yang tak ada akhlak, untung saja Rain belum paham tapi entah jika Embun yang mendengarnya.
__ADS_1
"Inget dede ya suka ngintip aku garap tanem siram" kata Air lagi, seolah mengenang drama menyebabkan tersebut dari putra semata wayangnya.
"Jangan di bahas, berasa tua ih" sahut Hujan yang kedua pipinya merah merona karna malu.
"Bum mau Bobo gak? ayo baring lagi sini sama Moy" ajak Hujan sambil menarik tangan Cuci laki-lakinya.
***Nda, nda mahu bobo yaaaa
Bum mahu main-main yaa***...
"Bum mahu main apa? udah siang loh nanti di marahi Mhiu kalau nda bobo. Tadi udah pamit kan sama Ireng mau bobo?" tambah Hujan mengingatkan
.
.
.
Bum, mahu main didit-didit nyeh, buweh?
Boleh kok...
Apa sih buat Bum-Bum yang enggak 😅😅
gigit ekor buaya juga buweeeeh kok 🤣
__ADS_1