
ππππππππ
"Tapi ini malu banget, Bee" ucap Biru lagi, karna bagaimana pun ini pertama kalinya ia membuka baju di hadapan seorang pria meski jelas statusnya.
"Aku matiin aja lampunya ya"
Biru mengangguk setuju, setidaknya itu lebih baik dari pada harus terang menderang seperti ini.
Sam bangun untuk meraih remote yang tergeletak diatas nakas, semua lampu sudah mati kecuali lampu tidur yang menyala disisi kanan dan kiri tempat tidur.
Ia yang memang sudah tak memakai baju tentu tak perlu ritual untuknya sendiri kecuali melepas celana yang akan di buka setelah waktunya pas karna kali ini ia akan bermain dulu di area atas dan bawah istri kecilnya.
Degup jantung keduanya terus berdetak ribuan kali lipat dari biasanya, waktu pun seakan lambat berjalan padahal mereka sudah berkeringat. Biru yang sedikit panik terus saja kaget saat Sam menyentuh beberapa bagian tubuhnya termasuk saat ia menggigit kecil kuping Biru.
"Telinganya gak boleh bandel ya, harus denger apa yang di bilang suami. Gak boleh asal terhasut cerita orang lain sebelum aku kasih penjelasan, paham?!" bisik Sam sembari memberi pesan untuk si lugu.
"Iya, Bee" jawab Biru sedikit mengangguk membuat Sam senang.
Puas menyesap bagian leher yang harum strawberry, kini ia turun ke area dua lembah yang masih terhalang brA.
Tangannya mulai merayap ke punggung Biru mencari pengait si pembungkus dua dada Biru.
"Jangan, Bee. Aku malu"
Sam yang sudah tak kuat menahan rasa penasarannya dengan cepat membuang BrA berwana hitam itu ke lantai sampai Kedua mata Biru harus membulat sempurna.
"Kok di buang?" protes Biru sambil hendak bangun dari tidurnya namun segera di baringkan lagi oleh Sam.
Biru yang sudah kembali ke posisi terlentang terlihat dua bukit kecilnya terasa sangat menantang dengan pucuk di atasnya yang masih tenggelam.
Sam tersenyum kecil, ia langsung melahap bukit Biru di bagian kanan sedangkan yang kiri ia mainkan dengan tangannya sembari membangunkan pucuk sang bukit agar menonjol keluar.
__ADS_1
tak hanya mengi Hisap dan Mel umat, tapi ia menggigit gigit kecil ujungnya yang mulai mengeras dan merah, Biru yang merasa tubuhnya aneh reflek men desah.
"Bee, pengen pipis lagi" lirih Biru dengan lugunya, tapi itu semakin membuat lidah Sam liar memainkan pucuk bukit sang istri.
"Keluarin, Bee. Gak apa-apa, Sayang" jawab Sam sambil menggesek kan miliknya juga agar Biru tuntas menggapai puncaknya untuk yang kedua kalinya.
Gadis polos yang tak pernah terjamah siapa pun sebelumnya itu tentu akan cepat sampai di titik kenikamatannya, pengalaman yang baru ia rasakan membuat ia cepat ter ang sang dengan sangat mudah.
Biru melenguh dengan sedikit mendongakkan wajahnya, ia melepas apa yang seakan tadi berkumpul di bagian intinya yang sudah sangat basah.
Sam begitu bahagia, ia begitu puas menjadi suami yang bisa menyenangkan bathin sang istri. Gai rahnya semakin menjadi saat ia membuka kain tipis satu satunya yang masih di pakai oleh Biru.
Biru yang sudah lemas seakan tak berdaya untuk menahan tangan Sam, ia biarkan pria tampan itu melempar benda basah tersebut ke sembarang arah.
Puas memandangi tubuh wanita halalnya yang tanpa benang sehelai pun, ia mulai melepas celananya yang memang tak memakai dalam AN. Sam benar-benar sudah menyiapkan sedari mereka mengganti pakaian.
Sam menarik napasnya dalam-dalam, ia renggang kan kedua pahan Biru sampai terlihat dengan jelas tempat yang akan menjadi wahana main si TUTUT.
Sam meraba sekilas lahan SAWAH yang begitu sangat basah dan hangat, ****** ***** yang di keluarkan Biru pun bahkan masih tersisa disana.
Gesekan dan tekanan tekanan kecil itu membuat Biru menggerinjal geli namun rasanya lebih nikmat dari yang sebelumnya.
Sam yang mulai menekan terasa begitu kesulitan, ada sesuatu yang menghalangi perjalanan si TUTUT sampai kedalam sawah, rasa penasaran dan bi Rahi yang kian menggebu lah yang menjadi penyemangat nya terus menekan tanpa ampun.
Baru tenggelam hampir setengah, Sam kembali menariknya karna Biru mulai menangis menahan sakit.
"Udahan, Bee" pintanya di sela isak tangis.
"Tanggung, sayang"
"Kamu gak sayang, Bee. Kalo sayang gak mungkin nyakitin aku" protes Biru.
__ADS_1
Sam yang tak tega akhirnya memeluk istrinya untuk di tenangkan lebih dulu, ia paham rasa sakit seorang wanita saat kesuciannya di renggut memang tak bisa di ungkapkan. Apalagi tubuh Biru yang memang begitu mungil harus di terobos oleh Tututnya yang besar per KaSA.
"Sakit banget ya?" tanya Sam.
"Iya, banget" jawabnya sambil mengangguk.
"Tapi belum masuk itu, Bee" protes Sam yang memang merasa belum menaklukkan segel peraWAN sang istri.
"Gak mau, capek"
"Capek lah, kamu udah dua kali, aku belum nih" cetus nya kesal apalagi saat Biru malah mulai menutup matanya.
"Bee, jangan bikin akun kentang dong, bangun Sayang"
Sam yang kesal harus pasrah saat Biru mulai terbuai mimpi, ia yang merasa lelah tak kuasa menahan kantuk.
.
.
.
.
.
Kita coba lagi ya, TUT...
ππππππππππ
Omegot sawahnya CURANGπ€π€π€
__ADS_1
Ada yang suka begitu, kah? βΊβΊ
Masih belom kelar tenang ya emak emak π€£π€£π€£