Samudera Biru

Samudera Biru
Tumben?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Lewat jam makan siang, Biru yang sudah siap bersama Rain tinggal keluar dari kamar menuju lantai bawah. Batita bermata bulat itu terus merengek memanggil kakaknya. Rain seolah ingat dengan ucapan Phiunya sebelum berangkat ke kantor tadi pagi.


Sebelum ke pintu utama, Biru lebih dulu berpamitan pada Hujan dan Melisa yang berada di kamar mereka masing-masing. Setelah mendapat izin barulah ia pergi ke sekolah Embun untuk menjemput sang Ratu bersama Rain diantar oleh supir keluarga.


Hanya dua puluh menit, Mobil mewah milik suaminya berhenti di area parkir gedung bangunan sekolah Bertaraf internasional. Biru tak pernah berani keluar dari kendaraannya karna tak ingin banyak bertemu para wali murid. Setinggi apapun sang suami mengangkat derajatnya, ia tetap seorang anak yatim piatu dari kalangan bawah hanya memang nasibnya saja yang sangat beruntung.


Ta Buy...


"Iya, sebentar lagi ya" jawab Biru sembari menangkup wajah lucu putranya.


Dan selang beberapa menit, supir pun dengan sigap membuka pintu untuk nona muda nya.


Embun pun masuk dengan senyum mengembang di sudut bibirnya, Putri sulung nya bersama Samudera memang tak pernah mengeluh tentang sekolahnya, si cantik yang senang di kuncir dua itu sangat menikamati apapun yang di ajarkan oleh semua guru di kelasnya. Berbeda dengan Mhiunya yang sering menangis jika usai pelajaran.


"Kita makan siang ya" ajak Biru.


"Bubuy temenin Mhiu aja, Bubuy mahu es krim, Ok" tolak nya halus karna memang sudah makan siang bersama teman-temannya.


"Ok, kita ke Mall atau ke resto?" tanya Biru lagi.


"Mall aja"


Yuk..


Biru dan Embun pun langsung tertawa saat mendengar Rain ikut menimpali. Mereka yang sudah mendapat izin dari Sam lewat sambungan telepon kini siap meluncur ke salah satu Mall milik keluarga Rahardian tanpa mereka sadar pasukan Rahardian siap mengawasi dari kejauhan.


.

__ADS_1


.


.


"Mau lagi?" tawar Biru pada putrinya yang sudah menggeser mangkuk eskrimnya yang sudah kosong.


"Nda, Bubuy kenyang"


Ta Buy...


"Apa Bum?" sahut Embun pada adiknya yang mulai usil menarik-narik kuncir duanya.


Ucil ya


"Aduh, sakit Bum, jangan ya gantengnya kakak"


"Sayang aja kakaknya, ok"


Rain hanya mengangguk tanda paham, sasarannya kini beralih pada dada Biru, dengan senyum lebar ia seakan merayu Mhiunya untuk cepat mengeluarkan wadah gizi alaminya.


"Nanti aja dirumah, sekarang habisin dulu eskrimnya." tolak Biru, ia memang tak pernah mau menyus ui anaknya di tempat umum terlebih ini ada di dalam sebuah Mall yang lumayan cukup banyak pengunjung.


Rain yang mendapat penolakan pun akhirnya mau tak mau menghabiskan sisa makanannya. Tanpa protes lagi satu mangkuk pun kini habis tak bersisa.


"Mahu mana lagi, Mhiu?" tanya Embun.


"Bul-Bul maunya kemana?" Biru malah balik bertanya, ia serahkan segalanya pada sang putri.


"Pulang, Bubuy mahu warnai tugas dari Miss"

__ADS_1


"Hem, Ok" jawab Biru cepat, ada kebanggaan tersendiri dalam hati wanita yang sudah melahirkan nya itu. Jauh dari dasar hatinya, ia berharap Embun tak sepertinya yang malas belajar karna memiliki otak minimalis.


Ketiganya keluar dari kedai eskrim menuju parkiran mobil, tak ada yang di beli tentu mereka bisa melenggang bebas hanya membawa tubuh masing-masing.


"Yakin mau pulang? gak mau apa apa?" tawar Biru seakan ragu dengan keputusan Embun.


"Iya, Mhiu."


"Tumben gak shoping, kenapa?" tanya Biru lagi saat mereka sudah keluar.


.


.


.


.


Bubuy udah pesen banyak banyak semalam...



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Omegot 😱😱😱


Siapakah racunnya?


Next part ya....

__ADS_1


__ADS_2