
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kalian pada ngapain disini?" tanya Reza yang tiba-tiba datang.
Tahu jika kedua kesayangannya itu sedang berkumpul tentu membuat pria baya yang sangat bahagia hidupnya itu langsung meluncur kerumah si bungsu bersama istri dan menantunya tak lupa juga dengan Si Bul-Bul yang selalu ikut kemanapun orang-orang pergi.
"Bul... " panggil Biru yang langsung senang saat melihat Putrinya datang.
"Darimana sih cantik?" tanya Biru lagi saat Embun sudah duduk di atas pangkuannya.
"Jalan-jalan" sahutnya singkat karna harus menghindari Phiunya yang iseng menciumi pipi dan juga leher Bul-Bul dengan gemas.
Reza yang menghampiri anak perempuan satu satunya itu pun langsung dipeluk serta mengadukan apa yang sudah di lakukan Samudera padanya.
"Tutut nyuruh adek ceplok telor, Pah!" rengek Cahaya masih dalam pelukan cinta pertamanya, Seorang pria yang paling banyak berkorban demi kesembuhannya dari penyakit jantung selama dua puluh tahun lamanya. Pria yang rela memberikan dunianya asal sang putri selalu bahagia sampai detik ini.
"Terus udah mateng?" tanya Reza.
"Belum, Masih di mangkuk telurnya tuh" tunjuk Cahaya kearah wadah kecil samping kompor.
"Dede belum makan loh, Appa!" selak Sam, tentu ia tak ingin menjadi satu-satunya yang di salahkan.
__ADS_1
"Kan Biru udah masak banyak" ucapan Cahaya tercekat saat ia melihat mama dan kakak iparnya justru sedang menikmati makanan yang di masak Biru barusan begitu pun dengan Bul-Bul yang sedang di suapin Mhiu nya.
"Ih, kalian!"
"Onty, dede laper Oey"
Cahaya yang menoleh kearah keponakannya langsung merengut kesal. Ia membalikkan tubuhnya dan kembali memegang garpu bekas membuka telur tadi.
"Ngocoknya pelan pelan, kasian itu telornya" kekeh Sam, perut laparnya tak lagi ia hiraukan malah berbalik heboh menggoda dan meledek Auntinya.
"Pokonya papa harus bayar mahal goreng telor adek!" ucap Cahaya pada Reza yang hanya di balas anggukan dan senyuman.
"Adek mau apa?" tanya Reza.
Cahaya yang baru saja mau berjuang harus di kagetkan lagi dengan teriakan Langit yang terkejut melihat istrinya ada di depan kompor yang jelas belum di nyalakan.
"Sayang... kamu lagi ngapain?" tanya Tuan besar Biantara itu sambil memegang kedua tangan istrinya.
"Adek mau goreng telor" Jawabnya jujur dan tak pernah berbohong sama sekali.
"Goreng telor? emang bisa?" tatapan Langit begitu aneh dan bingung pada belahan hatinya.
__ADS_1
"Gak bisa, ini baru mau belajar, Bang"
"No, sayang! taruh lagi garpunya" titah Langit yang merebut benda kecil itu dari tangan Cahaya Rimeza Rahardian Wijaya, wanita yang sudah melahirkan........ untuknya.
"Telor mahal ini, bakal di ganti sama papa loh, Bang"
"Kamu kaya kekurangan uang aja ih, Abang udah lakuin apapun buat kamu asal kamu gak macem-macem begini, Sayang. Mendingan kamu gak pulang pulang abisin duit deh dari pada berdiri depan kompor pegang garpu" oceh Langit yang membuat semua orang yang berada di dekat mereka saling pandang..
Sebucin itukah?
Ya, Cukup bagi Langit menjaga Cahaya saat ia lemah tak berdaya, saat gadis kecil itu bolak balik rumah sakit hanya untuk berjuang agar tetap hidup dan bahagia bersamanya. Jadi, tak salah jika saat Cahaya sembuh total Langit hanya ingin semua yang terbaik untuk wanita halalnya itu menjaganya hingga tak ada hal buruk terjadi pada Cahaya Langitnya.
.
.
.
***Dede pingsan ini, Oey!!!!
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***
__ADS_1
Gue kira udah udah kenyang de' 🤧🤧🤧🤧🤧
taunya belom di goreng juga tuh telor. jangan2 onty gak punya minyak 🤣🤣