
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Hari yang di rencakan tiba, Sam yang sudah pulang lebih awal dari kantor langsung mempersiapkan dirinya, begitu pun dengan Biru. Mereka akan pergi ke acara ulang tahun perusahan Tuan Pras menggantikan Air dan Hujan. Pasangan suami istri yang memiliki kegitan lain itu justru sudah pergi sejak pagi tadi bersama Embun dan Rini. Niat hati ingin sekalian menghabiskan waktu berdua ternyata sang Ratu malah melayangkan drama tak ingin ditinggalkan. Air yang memang tak pernah tega akhirnya mengikut sertakan cucunya dan juga si pengasuh untuk ikut ke luar kota.
.
.
#Kamar
"Kamu terlalu cantik, Bee" bisik Sam saat memeluk Biru dari belakang tepat di depan cermin meja rias.
"Benarkah?"
"Hem, aku takut kamu menjadi pusat perhatian lagi seperti yang sudah-sudah, dan aku tak suka itu" tambah Sam, ia selalu saja kesal jika kecantikan istrinya di nikmati oleh mata pria lain.
"Jika kamu ingin aku tak dipandang laki-laki lain, kamu juga jangan memandang wanita lain. Jangan hanya menjaga hati yang harus kamu lakukan karna menjaga mata pun itu perlu." tegas Biru yang seakan menampar Sam secara tak langsung. Pria itu mengangguk paham, ia menutupi rasa bersalahnya yang pernah khilaf beberapa waktu lalu dengan menyembunyikan wajah tampannya di ceruk leher Biru.
Maaf kan aku Bee, aku janji tak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, aku mencintaimu.
*********
__ADS_1
Selama perjalanan ke Hotel XZ hanya ada obrolan ringan yang di bicarakan Sam dan Biru dalam mobil yang sedang melaju dengan kecepatan sedang.
Hanya butuh waktu empat puluh menit akhirnya kereta besi mewah sang Direktur Utama Rahardian Group itu pun berhenti di lobby utama. Dengan bergandengan tangan, Biru pun berjalan sejajar dengan suaminya.
Bagi yang tak mengenal sosok Biru, mungkin orang lain tak akan menyangka jika wanita berusia dua puluh empat tahun itu sudah dua kali melahirkan keturunan Rahardian Wijaya. Bahkan anak pertamanya saja sudah masuk sekolah taman kanak-kanak kelas B.
Deg...
Hati Biru mencelos saat pandangan matanya bertabrakan secara tak sengaja dengan wanita masa lalu suaminya. Ini pertemuan ketiga kalinya antara ia dan Alyssa.
Cantik..
Satu kata yang lolos begitu saja dari lubuk hati Biru, tak ada senyuman yang ia berikan begitu pun dengan Alyssa, keduanya langsung membuang pandangan seakan tak pernah mengenal.
"Bee, mau makan?" tawar Sam seraya mengeratkan rangkulannya.
"Enggak, aku masih kenyan" jawab Biru yang langsung membuat Sam mengernyit dahi. Pria berjas hitam itu tahu jika sang istri belum makan apapun dari rumah sebelum berangkat tadi.
"Ya sudah, kita pulang ya" ajak Sam yang di iyakan dengan segera oleh Biru, Sam merasa jika istrinya mulai tak nyaman karna ia tahu ada sang mantan kekasih di sekitaran mereka.
Keduanya pun segera berpamitan dengan Tuan Pras beserta istri, tak lupa juga seraya mengucapkan terimakasih atas jamuan yang mereka nikmati.
__ADS_1
.
.
"Cantik ya" lirih Biru saat ia sudah duduk tepat di samping suaminya dalam mobil.
"Siapa?" tanya Sam yang memang tak paham
"Alyssa, Bee. Sudah lama aku tak bertemu dengannya, dan kurasa dia kini berbeda karna jauh lebih cantik dan dewasa" ucap Biru dengan sorot mata fokus ke depan.
"Masa? itu hanya menurut mu saja"
"Enggak, Bee. Dia terlihat pintar juga ya? sekarang jadi wanita karir loh, Kamu pasti bangga pernah memilikinya. Malah menurutku kalian itu sangat serasi jika bersama." cetus Biru yang yang mulai membanding kan diri.
"Maksudmu bersama itu apa?" tanya Sam.
"Jika kalian berjodoh dan menikah, apa kamu tak ingin memiliki istri sepertinya?" pertanyaan konyol keluar begitu saja tanpa sadar.
"Aku sudah bersyukur memilikimu, aku gak butuh yang lainnya" sahut Sam yang mencoba tak terpancing emosinya.
"Seorang pria bisa menikah lagi dan memiliki istri lebih dari satu, bahkan empat sekaligus" tutur Biru.
__ADS_1
"Jika satu istri saja bisa membuat ku sempurna, lalu istri yang lain untuk apa? cuma bikin ribet tak ada gunanya" kekeh Sam.