Samudera Biru

Samudera Biru
Launcingnya sang?...


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Huaaaaaaa.... kenapa di keluarinnya pas dede gak ada? suruh masukin lagi Appa." tangis Sam sambil terus terisak sedih penuh sesal.


"Hust! berisik" ujar Melisa.


Reza yang terkekeh langsung memeluk cucunya yang dalam hitungan jam akan resmi menjadi seorang ayah hasil dari kerja si Tutut dan sawah hampir setiap malam.


"Appa... anak dede"


"Enggak! belum lahir kok' masih di cek dulu sama dokter"


Sam yang mendongakkan wajahnya langsung merengut kesal namun tetap dengan lelehan air mata yang terus membanjiri pipinya.


Reza yang sudah sangat gemas tak henti hentinya menciumi wajah bangun tidur sang cucu kesayangan.


"Appa nakal, Oey"


.


.


.


.


Biru yang selesai melakukan pemeriksaan akhirnya tetap memilih untuk normal, meski team dokter dan keluarga sudah susah payah merayu.


"Yakin kuat? sakit banget loh, Bi" bisik Hujan, wanita yang tak sejengkalpun meninggal kan menantunya.


"Iya, Biru kuat, kok"


Hujan mencium kening Biru lembut dan lama, bayangan dulu ia melahirkan kembali berputar di otaknya. Biru bagaikan dirinya yang dua puluh lima tahun lalu berjuang melahirkan Sam di tengah-tengah keluarga Rahardian tanpa orangtua kandung yang telah tiada.


"Bee, oprasi aja ya gak apa apa" rayu Sam lagi, suami manapun tak akan pernah tega melihat wanita yang begitu di cintainya harus menahan sakit sendiri padahal dengan jelas mereka membuat si jabang bayi berdua.

__ADS_1


"Doain aku kuat aja ya, aku bisa kok" sahutnya dengan seulas senyum yang terpaksa.


"Sudah pembukaan berapa?" tanya Hujan pada perawat yang terus memantau Biru di ruang observasi.


"Pembukaan Tujuh, Nyonya" jawabnya tegas.


Hujan mengangguk paham, kurang lebih tiga jam lagi cucu yang di nantinya siang dan malam itu akan lahir kedunia dan dalam waktu sedekat itu juga ia bisa kembali menimang makhluk terindah titipan Tuhan.


Reza, Melisa dan Air menyambut datangnya keluarga yang lain. Sudah sangat biasa bagi mereka selalu bersama dalam keadaan dan kondisi apapun.


"Tutut didalem, pah?" tanya Cahya yang langsung berhambur memeluk Reza.


"Iya, sama kak Hujan"


Semuanya menunggu dengan perasaan khwatir apalagi saat Biru keluar dari ruang observasi bersama team dokter serta Sam juga Hujan menuju ruang bersalin karna sudah waktunya cucu mantu Rahardian berjuang lebih kuat demi sang penerus keluarga.


Dokter Lula yang sudah bersiap tentu meminta Biru untuk berkerja sama agar proses persalinan agar berjalan lancar dan cepat.


"Udah paham kan, Nona?"


"Dedenya udah gak tahan kayanya nih, pengen cepet dipeluk ya" Ucap dokter Lula lagi mencoba mencairkan suasana ruang bersalin yang kian tegang apalagi saat Biru semakin menangis histeris karna sakit yang semakin luar biasa nikmatnya.


"Siap ya, Nona. Yuk mulai mengejan dari sekarang, ambil napas dulu kemudian hembuskan perlahan"


Biru hanya mengangguk paham, ia yang memang sudah banyak belajar tentang persalinan normal tentu sudah mengerti dengan semua arahan dokter.


Sam yang sedari tadi menggenggam tangan istrinya semakin di eratkan saat dokter dan Biru mulai sama sama bersiap menyambut hasil karya Tututnya.


"Kuat ya, Bee. Aku sayang kamu, aku bener-bener cinta banget sama kamu. Pokonya kalian yang terbaik buat aku. Aku mohon kuat ya cantik"


Dan....


Lima menit kemudian tangis bayi pun menggema ke seisi ruang persalinan.


Hujan langsung memeluk Biru saat dirasa ia tak lagi kuat menopang tubuhnya.

__ADS_1


"Selamat ya, sayang. Moy bangga padamu" lirih Hujan di tengah tangisnya yang pecah.


Sam yang masih tak percaya hanya bisa diam ditempatnya, karna baginya kini dunia bagai terhenti secara mendadak.


"Anakku udah lahir?" tanya Sam.


"Bee, anak kita, Bee. Anak kita udah lahir" seru Sam sambil memeluk istrinya yang masih menitikan air mata.


"Iya, anak kita laki laki atau perempuan?" tanya Biru dengan suara serak.


"Anak kalian....."


.


.


.


.


.


.


.


Little princess Rahardian.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Gajah punya Ratu 🤭🤭🤭


Siap siap yang laen jadi dayang dayang ya 🤣🤣


Bakal cerewet banget nih bocah ☺☺

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2