Samudera Biru

Samudera Biru
Panggilan Samudera Biru.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Jangan jangan, kamu?" tanya Kahyangan penuh selidik dengan alis. saling bertautan.


"Jangan jangan apa, Ty?" Biru balik bertanya b


tapi dengan nada bicara santai karna mulutnya kini sudah penuh dengan makanan.


"Kamu gak lagi hamil kan, Bi?"


Kahyangan yang tahu jika keponakannya itu tadi tak paham akhirnya menembak pertanyaan yang langsung tanpa basa basi sangat Virus harus membulatkan matanya dengan sempurna lalu menggeleng dengan cepat.


"Enggak, aku belum di apa-apain sama Sam." jawab Biru polos sepoloa wajahnya kini.


"Kenapa? kan Bul-Bul udah tiga bulan, sedangkan masa nifas cuma empat puluh hari asal kamu udah bersih bersih ya gak masalah."


"Iya, ada aja halangannya, inilah itulah makannya belum kasih sajian buka puasa" sahutnya lagi sedikit menunduk.


Persoalan ini memang pernah di singgung di grup chat @pawangRahardian tapi saat itu Biru hanya menyimak dan lupa untuk membalas karna sedang mengurus Embun.


.


.


.

__ADS_1


Kahyangan yang sudah pamit pulang akhirnya hanya meninggalkan Biru yang lagi lagi sendirian menemani si Bul-Bul. Tapi beruntungnya dalam hitungan menit bayi cantik itu sudah membuka kedua matanya. Embun yang sudah bisa terngkurap pun langsung melakukan hal itu.


"Udah Bangun, Bul?" seru Biru sambil mengangkat tubuh gemoy putri cantiknya.


Embun yang tak pernah menangis jika bangun dari tidurnya saat ada orang membuat siapapun senang menjaganya, ia yang mudah senyum dan tertawa seakan menular pada yang mengasuhnya.


"Turun yuk kebawah, kita main"


Dengan menggendong Bul-Bul, kini ia menuruni anak tangga satu persatu menuju ruang tengah dimana separuh mainan putrinya pun ada di sana.


*****


Embun yang terdengar jeritan nya mulai menggundang kedatangan Hujan dan Melisa.


Kini ketiga menantu Rahardian itupun berkumpul untuk menjaga Sang Ratu.


"Kamu mandi duluan ya, Bi. Biar Bul-Bul sama Moy juga ama dulu. Nanti sekalian deh di mandiin sebentar lagi Air dan Samudera juga pulang" titah Hujan, Embun yang kini sudah berada di dalam dekapannya itu pun tak hentinya ia ciumi.


"Iya, Moy"


Langkah kaki Biru begitu santai menuju kamarnya sendiri, ia sudah membayangkan betapa nyamannya berendam di bathup dengan harum strawberry yang akan membuat suaminya menempel padanya.


Biru ingin melayani Sam malam ini, sudah cukup bagi keduanya bermain aman tanpa saling penyatuan tubuh.


.

__ADS_1


.


Hujan yang membawa Bul-Bul ke lantai atas langsung mengurusnya dengan cekatan, karna jika tidak cepat bayi montok dengan pipi bulat itu akan menangis jika bajunya di buka. Kadang Hujan Sering tertawa sendiri melihat tingkahnya yang mirip Sam, keduanya begitu malas untuk mandi tapi jika sudah mandi justru tak ingin memakai baju.


"Mau pake baju apa nih. Bul-Bul tunggu sini ya Moy ambilkan baju dulu"


Hujan yang memilih baju putih dengan bandana senada itu pun mulai memakaikannya dengan cepat sebelum Sang Ratu menangis. Kini ia yang sudah cantik di letakkan lagi di box bayi sambil menunggu Hujan menghangatkan ASIP.


ceklek..


Hujan yang menoleh langsung tersenyum saat anak dan mantunya itu datang secara berbarengan saling bergandengan tangan.


"Bul-Bul udah mandi, Moy" tanya Biru.


"Udah, Bi. Tuh udah Cantik banget" sahut Hujan sambil melirik ke box bayi.


.


.


.


.


Wah.. sayangnya Phiu dan Mhiu udah wangi banget, Oey. .

__ADS_1



__ADS_2