Samudera Biru

Samudera Biru
Bajak sawah


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cek lek


Biru langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang saat sudah masuk kedalam kamarnya, lima jam berada di Mall menemani putri kecilnya berbelanja sungguh sangat melelahkan bagi Biru yang memang tak suka berputar putar di pusat perbelanjaan kecuali di bagian minimarket.


Jika saja bukan Bul-Bul yang mengajak tentu ia sudah sangat malas untuk keluar tapi Biru tetaplah Biru ia mana bisa menolak jika sudah melihat binar mata bahagia dari kedua manik mata sang putri yang kini jadi kesayangan kedua mertuanya dirumah Utama.


"Kamu kenapa?" tanya Sam yang menyusulnya juga ke kamar, pria tampan itu duduk di sisi ranjang sambil mengusap kepala istrinya penuh sayang. Ia tahu jika sang Cinderella sedang merasa penat.


"Gak apa-apa, cuma capek aja" jawab Biru, ia meringkuk dengan sangat nyaman sembari memeluk bantal kelinci milik Embun.


"Bul-Bul mana? kok gak diajak"


"Di ajak Appa ke kamarnya, mau cerita dan pamer baju bunga bunga" sahut Sam, ia begitu gemas jika sudah mendengar putrinya berceloteh karna kepolosannya begitu mirip dengan Biru.


Biru hanya mengangguk paham, ia yang baru saja ingin memejamkan mata harus mengerjap lagi saat suaminya berbisik pelan yang otomatis membuat bulu halusnya meremang.


"Mandi yuk, kita berendem mumpung Si Bul-Bul lagi sama Appa"


Biru diam sejenak, ia melirik ke arah jam kecil di atas nakas yang ternyata memang sudah waktunya untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Tapi rasa lelahnya membuat ia ingin sejenak untuk tidur.


"Ayo, Bee... Pengen nih" ajak Sam lagi yang kali ini di sertai dengan cumbuan di bagian lehernya.


Biru yang sedikit bergeliat akhirnya di gendong ala Bridal Style ke arah kamar mandi mewah mereka. Biru yang didudukkan diatas wastafel langsung di tarik ujung bajunya hingga terlihat dada nya yang masih besar. Tak hanya sampai situ karna satu persatu seluruh pakaian yang melekat di tubuh mungil sang istri ia tanggalkan hingga polos tak tersisa sama sekali begitu pula dengan dirinya. Biru yang bersandar di kaca langsung di buka kedua pahanya agar sawah yang kini sudah lembab bisa di banjiri oleh si Tutut yang siap mengacak-acak lahan bermainnya hingga menyemburkan lahar panas mereka saat menggali sendiri rasa nikmat di puncak pelepasan.


**********


"Aw..." jerit Air saat dadanya di cubit oleh Hujan. Ia yang sedang mencumbu istrinya harus rela berhenti saat sedang Tanggung-tanggungnya.


"Ada Bul-Bul, kak" bisik Hujan yang langsung membuat Air menoleh.


"Kok gak ketuk pintu dulu sih, cantik?!" tambahnya lagi yang langsung di gendong oleh sang kakek.


"Pitu na nda tutup geh!" sahut Bul-Bul jujur.


"Ah, iya. Aku gak tutup rapat tadi, kak" timpal Hujan sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Air langsung memicingkan matanya. Ekor buaya yang sudah menegang sempurna tiba-tiba lemas seketika saat mendapat cubitan kecil dari sang istri.


"Bul-Bul mau apa?"

__ADS_1


"Mahu mandi, pate baju buna buna balu" Jawab Embun yang masih dalam gendongan Air.


"Oh, ya udah yuk mandi. Kita ke kamar Bul-Bul ya"


.


.


.


Tamang Bubuy tuci tuci


💘💘💘💘💘💘💘💘💘


Kecian di kunciin ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ


Ada yang lagi bajak sawah mungkin Bul 😂.


Mandi di kolam ikan 5 M aja sono, paling Appanya pingsan lagi ðŸĪŠðŸĪŠðŸĪŠðŸĪŠ


like komennya yuk ramaikan.

__ADS_1


__ADS_2