Samudera Biru

Samudera Biru
Samudera Embun.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Doooorr...


Sam yang datang tiba tiba langsung mengangetkan Embun yang sedang duduk disisi kolam ikan hias piaraan Appanya. Ikan warna warni berukuran jumbo itu sedang berebut makanan yang sedang di berikan sang ratu Rahardian.


"Ih, Bubuy kaget banget" ucapnya sambil mengusap dada.


Sam yang begitu gemas dengan raut wajah putrinya langsung menggedong Embun sambil di peluk serta di ciuminnya.


"Sayangnya Phiu lagi apa sih?" tanya Sam setelah puas menikmati harus bedak Embun yang memang baru saja selesai mandi.


"Ikan Appa laper, kasihan"


"Bul-Bul sendiri udah makan belum? kita beli eskrim, mau?"


"Mahu, yuk" ajaknya senang dengan senyum mengembang di wajah cantik putih dan mulus Embun.


Perpaduan Samudera dan Biru itu memang membuat siapapun akan mengatakan jika Embun nyaris sempurna, terutama mata bulat yang ia miliki begitu meneduhkan orang orang yang menatapnya.


.


.


__ADS_1


"Mau beli apa lagi?" tanya Sam pada putrinya, kedua anya sedang melakukan quality time berdua tanpa Biru ataupun Rain.


Sam sengaja melakukan hal itu agar lebih dekat dengan Embun, sebagai cinta pertama dari anak perempuannya tentu Sam akan melakukan hal terbaik untuk sang buah hati. Bukan hanya harta melimpah dan kasih sayang yang ia berikan tapi juga pengertian dan pendekatan, Embun harus aman dan nyaman menceritakan apapun padanya. Entah itu soal soal pribadi atau hal receh sekali pun.


"Apa ya, beli buat Bum-Bum juga udah" ucapnya sambil melirik tas belanjaan yang di pegang phiunya.


"Bum-Bum gak banyak jajan karna belum boleh. Biar dia minum Asi sama makan dari Mhiu aja ya" tutur Sam menjelaskan jika anak seumur Rain tak sama dengan Embun.


"Nyenyeh ya"


"Haha, iya. Bum-Bum cuma suka nyenyeh. Tiada hatri tanpa nyenyeh" kekeh Sam saat menjawab.


"Emang Nyenyeh Mhiu enak?" tanyanya polos.


.


.


.


Usai berjalan-jalan berdua, mengobrol bersama dan bertukar cerita kini saatnya ayah dan anak itu pulang, tapi sebelumnya mereka mampir lebih dulu ke beberapa toko makanan untuk membeli buah tangan. Dimsum untuk Hujan, cake lapis untuk Amma dan rujak serut untuk Biru. Itulah deretan pesanan tiga wanita penguasa hati Samudera ErRainly Rahardian Wijaya.


"Bubuy mahu gulali, boleh?" pantanya tiba-tiba saat melewati minimarket.


"Hem, Ok. Mungkin di depan ada"

__ADS_1


Sam tetap melajukan mobil mewahnya. Namun, apa yang di inginkan putrinya tak juga di dapatkan sampai mereka memutuskan untuk pulang saja kerumah utama.


Embun yang terlihat sedikit merajuk akhirnya di gendong oleh Sam mulai dari turun mobil hingga masuk kedalam bangunan mewah bak istana. Tak ada siapapun di ruang tengah yang biasanya ada Hujan atau Melisa membuat Sam melanjutkan langkahnya ke lantai atas berharap ada anak istrinya disana.


"Bee..." panggil Sam saat ada Biru di ruang keluarga bersama Rain.


Langkahnya semakin di percepat saat Biru tersenyum padanya seakan menyambut sang suami datang.


"Tumben disini, lagi apa?" tanya Sam, ia memberikan Embun pada Mhiu nya yang sudah merentangkan tangan.


"Ini Tuan putri kenapa? kok cemberut" tanya Biru bingung melihat raut wajah sedih Embun.


"Pengen Gulali, tapi gak ada" sahut si cantik yang masih saja memanyunkan bibir ranum nya.


"Ini jagoan Phiu juga kenapa? pundung lagi?" Kini bergantian Sam lah yang bertanya saat melihat Rain tanpa senyum.


.


.


.


Iya tuh, galau nunguin kalian yang pergi lama banget. Nyariin terus sampe kucel begitu anakku, Bee...


__ADS_1


__ADS_2