Samudera Biru

Samudera Biru
Bohong yang mana?


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Byuur...


Biru yang naik ke atas kursi kecil langsung mengguyur kepala suaminya dengan air dingin, tubuh polos Sam tentu langsung mengigil karna meski ia sudah sangat siap, ternyata tetap saja merasa terkejut terlebih waktu sudah masuk tengah malam.


"Dingin, Bee" ucap Sam sambil mengusap wajahnya.


"Biarin, biar otak kamu gak inget dia lagi" sahut Biru dengan berdecak pinggang.


"Aku mana inget Al.."


"Eh, berani sebut namanya?" tuding Biru dengan memencet hidung mancung Sam.


"Dia, maksudku" timpal Sam.


Biru yang turun dari kursi langsung mengambil satu botol berisi sabun cair dengan wadah berbetuk strawberry yang sama seperti harumnya, buah kesukaan sang Tutut Jajah sedari bayi.


Cairan berwarna merah muda itu kini sudah berada ditelapak tangan seorang wanita yang sedang diliputi rasa cemburu luar biasa. Biru menyabuni suaminya mulai dari kepala hingga ujung kaki. Kini tubuh polos Sam hampir seluruhnya tertutup busah sabun yang berlimpah.


"Diem gak!" cetus Biru sambil menyentil si Tutut yang malah bangun dari tidurnya.


"Ini juga diem, belom di apa-apain, kan" kekeh Sam, ia begitu menikmati sentuhan tangan istrinya.


"Gak akan aku apa-apain"

__ADS_1


Dari seluruh tubuh sang suami, hanya si Tutut lah yang tak setetes pun terdapat busah, Biru sedang tak ingin menyentuhnya karna tanpa tersentuh pun buktinya sudah besaaaaal.


.


.


Guyuran demi guyuran terus di rasakan oleh Sam sambil mendengar Biru yang terus saja mengoceh tanpa henti panjang kali lebar, dan dari semua yang di ucapkan sang istri hanya satu kata yang di tangkap oleh Samudera yaitu Cemburu.


"Iya, sayang" hanya dua kalimat itu yang keluar dari mulut Sam untuk menjawab semua perintah pemilik hatinya. Kini Biru banyak memberikan aturan dalam keseharian sang suami, tapi bukannya marah dan protes, Sam justru menahan tawanya.


Lucu banget sih, Bee. Kaya anak kucing.


.


.


.


Ia melirik ke bagian tengah inti suaminya yang masih sama seperti tadi, semakin Sam menahan tawa ternyata Tututnya semakin menggeleng dan melambai.


Plak..


"Aw...!" pekik Sam memegang miliknya yang di keplak oleh Biru.


"Sakit, Bee" keluhnya kemudian.

__ADS_1


"Ini percobaan! Nanti kalau tutut kamu angguk angguk saat liat Dia, aku akan lebih keras mukulnya" ancam Biru tak main main.


"Jangan pukul pukul, Sayang. Kalo sakit kamu juga yang repot. Itu sawah kamu bisa kering kerontang gak ada si Tutut. Mau di sembur pake apa?" goda Sam yang tawanya kini pecah.


Biru mulai protes dengan apa yang di ucapkan Sam lewat sorot matanya dan itu membuat Sam semakin gemas dan berusaha untuk memeluknya, Sam butuh kehangatan setelah seluruh yang menempel di tubuhnya di tanggalkan oleh sang istri. Rajukan Biru kali ini lebih parah dari sekedar menghabiskan harta kekayaannya.


"Tututku gak mungkin bisa On saat sama perempuan lain, Bee. Yakin sama aku ya, kalau aku begini cuma sama kamu aja, Sayang" Sam membalikkan tubuh mungil istrinya, ia sedang ingin memeluk ibu dari anak anaknya itu dari belakang sambil mencumbu leher jenjangnya yang begitu menggoda untuk di seSAp.


"Jangan bohong lagi padaku" Pinta Biru.


"Katakan, kebohongan apa yang ku lakukan padamu? dan kapan aku melakukannya" tanya Sam yang membuat Biru terdiam untuk berpikir dan sialnya Biru malah tak mendapat jawaban.


.


.


.


Bajumu basah, ku buka ya?


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Modus 🤣🤣🤣🤣


Polos berdua jauh lebih baik ya de'

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2