Samudera Biru

Samudera Biru
Ijab Qabul


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Braaakk


Pintu terbuka cukup keras dan lebar, Reza dan Sam yang mendengar pun langsung menoleh kearah suara yang ternyata Air lah yang datang dengan tangan sudah di pinggan.


"Upet, ada papAy" kekeh Sam di ketiak Reza yang tertawa


Air langsung duduk di tepi ranjang sambil mencubit kaki putra pertamanya itu yang masih terbungkus selimut.


"Istrinya udah cantik, ini masih pelukan sama Appa" cetus Air.


"Di peluk Appa tuh enak, sampe lupa mau kawin oey" sahut Sam.


"Cepet mandi sana, satu jam lagi penghulunya datang"


Sam hanya mengangguk kan kepala nya sambil bangun dari tidur. Sebelum turun dari ranjang pria tampan itu menyempatkan diri mencium pipi Air dan Reza secara bergantian. Kasih sayang mereka tak pernah kenal waktu dan masa, kapanpun dan di manapun tak pernah segan melakukan dan menunjukannya.


Air yang menatap punggung anaknya hanya bisa menarik napas dalam-dalam, bayangan Sam kecil masih penuh di otaknya bagaimana bocah itu sering kali menggangunya atau menyambutnya saat pulang kerja seharian.


Bahkan sampai sekarang saja, masih banyak celoteh Sam yang masih misteri baginya.


"Anak kakak udah besar, pah" seru Air saat menoleh pada Reza yang bersandar di punggung ranjang.

__ADS_1


"Rasanya baru kemarin papa yang menikah kamu, Kak"


"Papa sehat sehat ya, nanti kita rebutan lagi ngurus anaknya Baby Bear" kekeh Air dengan ada cairan bening di ujung matanya karna rasa haru.


"Tutut jajah, Kak" protes Reza yang akhirnya mengundang gelak tawa dua pria yang kini saling berpelukan.


.


.


Biru yang nampak sangat cantik terus saja menunduk karna malu, ini pertama kalinya ia akan tampil di publik sebagai Istri sah Samudera. ia yang di dampingi Hujan dan Melisa duduk di sofa panjang menunggu saatnya untuk keluar.


"Bi, ayo tegakkan kepalamu, sayang" kata Hujan sera yang memegang dagu menantunya.


"Biru malu banget, Moy. Ini rasanya beda sama kaya ijab Qabul pas pertama. Dulu aku gak perduli bahkan gak sedikitpun ngelirik Sam" jawabnya jujur apa adanya mengingat dulu memang serba dadakan di tambah semua itu terjadi saat kondisi Almarhum Wildan sedang di ujung napasnya.


"Siapa dulu yang ngajarin!" sambung Cahaya.


Tak ada yang menjawab lagi karna semuanya tertawa secara bersama. Para wanita Rahardian adalah bidadari dunia halu yang hidup dengan kesempurnaan karena bergelimang harta dan kasih sayang.


Lima belas menit berlalu, akhirnya semua sudah siap. Kali ini Samudera dan Biru memilih melaksanakan ijab Qabul di ballroom Hotel mewahnya bukan di area masjid seperti biasa.


Pria tampan seorang pewaris utama Rahardian itu pun sudah duduk bersebelahan dengan istrinya di depan penghulu, wali nikah dan juga saksi.

__ADS_1


Air dan Reza pun ikut mendampingi bersama keluarga angkat Biru yang datang dari kampung.


"Bisa kita mulai sekarang acaranya?"


"Bisa pak, silahkan" jawab Air.


"Baiklah, ini ijab qabul kedua bagi Nak Sam ya, jadi gak terlalu nervous" goda pak penghulu yang di balas senyuman kecil seraya melirik kearah Biru.


.


.


.


" Bismillahirrahmanirrahim, Saya nikahkan dan kawinnya engkau Samudera ErRainly Rahardian Wijaya Bin Air Rameza Rahardian Wijaya dengan Berliana Biru binti Alamarhum Setyadi dengan Mas kawin seperangkat alat shalat dan juga satu set perhiasan berlian dibayar Tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya Berliana Biru binti Almarhum Setyadi dengan mas kawin tersebut di bayar TUNAI" ucap Sam dengan sekali tarikan napas.


"Bagaimana saksi, sah?"


Sah... Alhamdulillah.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


Kakak Ay doang yang maharnya fantastis 🙈🙈


Ampe bangkrut 😝😝😝


__ADS_2