
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Tok... tok... tok...
Sam mengetuk pintu kamar Reza dengan pelan karna ia menahan tangannya yang sedikit bergetar, seumur hidupnya tentu ini baru pertama kali ia meminta hal yang paling di sukai dari Appanya.
"Masuk" sahut Reza dari dalam kamar.
Cek lek
Cucu pertama Rahardian itu pun membuka pintu kemudian masuk dengan langkah ragu, Reza yang melihat kesayangan nya itu nampak berbeda langsung merentangkan kedua tangannya.
"Kenapa, de'?"
"Dede mau minta sesuatu, boleh?" jawab Sam yang sudah menenggelamkan wajahnya di dalam dekapan Reza.
"Mau apa? semua yang Appa punya itu juga punya dede, kan?" kekeh Reza, Sam dianggapnya bagai bocah berumur tiga tahun yang sedang merengek ingin sesuatu.
"Bener, Appa?"
"Iya, Dede bisa ambil apapun itu dari Appa" balas Reza lagi, mereka adalah dua pria beda generasi yang tingkat ke bucinannya melebihi sepasang kekasih jika sedang bersama.
"Termasuk ikan PLATINUM AROWANA?"
Reza langsung mengernyitkan dahinya, untuk memastikan ucapan Sam yang mungkin saja salah bicara atau dia yang malah salah mendengar.
"Itukan ikan Appa!"
"Iya, Dede minta satu boleh ya" Pintanya manja sambil sengaja memasang wajah yang menggemaskan.
"Mau dibawa ke apartemen?" tanya Reza masih santai tanpa berpikir yang macam-macam.
__ADS_1
"Bukan Appa?" lirih Sam serba salah.
"Lalu, buat apa?" nada bicara santai Reza kini berubah menjadi penasaran.
"Buat di goreng!"
******
Sam yang di tarik tangannya oleh Reza ke lantai bawah membuat Melisa yang tak sengaja berpapasan sampai bingung karna ia di lewati begitu saja. Melihat tingkah keduanya yang tak biasa itu tentu mengundang rasa penasaran Wanita baya sang juragan panci warna warni.
"Ada apa sih?"
Reza yang sadar jika Melisa kini ada disisinya langsung menoleh lalu menujuk ke arah kolam.
"Ikan aku mau di goreng, Ra" adunya pada sang pemilik hati.
"Ikan mana?" tanya Melisa, ia tatap suami dan cucunya itu secara bergantian.
Sam yang menunduk langsung di hampiri oleh Melisa, ia yang belum paham dengan akar masalah dua pria tersebut mencoba bertanya pada Sam.
"Kan dede tahu, ini ikan hias bukan buat di goreng" kata Melisa Sambil mengelus lengan cucu pertamanya itu.
"Tapi Biru pengen ikan ini di goreng, Amma" ucap Sam jujur yang langsung membuat pasangan baya itu saling pandang dan semakin tak paham.
"Biru?!" ujar keduanya bebarengan dengan dahi mengkerut.
.
.
Biru yang ternyata ada di belakang mereka pun sampai menghentikan langkah saat namanya di sebut secara bersamaan dengan nada keras dan kaget.
__ADS_1
"Iya, aku disini" jawa Biru yang membuat ketiganya menoleh kebelakang.
"Bee..." lirih Pelan Sam.
Biru yang di hampiri Melisa langsung mendekat kearah Reza dan Sam yang masih berdiri di tempatnya dengan raut wajah berbeda antara bingung dan khawatir.
"Kamu mau ikan Appa?" tanya Reza, meski jauh dalam lubuk hatinya ia berharap ini adalah lelucon Sam saja.
"Iya, aku mau Sam tangkep ikannya terus di bersihin abis itu di potong kecil kecil, di bumbuin biar gurih terus di goreng deh sampai kering jadi kremes kremes gitu, jangan lupa pake sambel sama nasi anget tambah timun kayanya malah lebih mantep tuh Appa" jawab Biru dengan sangat antusias.
.
.
.
.
.
.
Ra... pegangin ya, aku mau pingsan!!!
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Alhamdulillah.. kasih napas buatan dulu 🤣🤣
Gue dukung lo Bee kalo akibatnya begini 🤭🤭🤭
Like komennya yuk ramaikan.
__ADS_1