Samudera Biru

Samudera Biru
Traktiran Bee


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Apa kabar, Sam?" tanya sorang pria seumur dengan Samudera duduk di hadapannya begitu santai.


"Lo bisa liat, semua baik" sahut Sam dengan menatap orang tesebut dengan lebih intens.


Chiko Dirgantara, pria yang sudah sangat tega merenggut Kehoramatan calon menantu Rahardian dua tahun lalu, keduanya memadu kasih di belakang Sam tanpa perasaan dimana itu adalah kekasih dan sahabatnya juga.


"Gue denger lo putus sama Al, kenapa?" tanya Chiko lagi setelah beberapa saat keduanya terdiam. Usai rapat antar dua perusahan sebagai rekan bisnis kini keduanya berhadapan sebagai mantan teman.


"Gue denger juga lo udah nikah?" sambungnya lagi dengan senyum sinis.


"Bukan urusan lo!"


"Apa alasan lo ninggalin Al, itu karna gue?"


Sam menggelengkan kepalanya, tak pernah sekalipun ia memasukkan orang lain dalam masalahnya bersama Alyssa.


"Dia pergi kemarin sore, udah berbagai cara gue lakuin buat pertahanin dia, nyatanya gak bisa. Di masih cinta sama lo"


Pewaris utama Rahadian itu hanya bisa tertawa sumbang, ia memang tahu jika kini Alyssa pergi ke luar kota atas perintah kedua orangtuanya yang tak sanggup menahan malu atas sikap sang putri yang sudah mencoreng nama baik keluarga terlebih Bramasta kini tak lagi berbesanan dengan Rahardian, sungguh itu berita yang sangat menghebohkan di kalangan para pengusaha lainnya.


"Kejar semampu lo, sekarang gue udah lepas dia." ucap Sam sambil bangun dari duduknya seraya merapihkan jas hitam yang melekat di tubuh tinggi dan putihnya.


Tak menunggu jawaban apapun, Sam melenggang pergi dengan perasaan lega. Dua manusia pengkhianat itu setidaknya mendapat karma atas perbuatan mereka dua tahun lalu.


*****

__ADS_1


Mobil sport merah milik Sam kini tak lagi melaju ke kantor, ia memutar stir mobilnya itu menuju apartemen.


Pria yang hari ini sedang terjebak masa lalu itu pun butuh pelukan istri polosnya.


Langkahnya begitu panjang karna ingin sekali cepat sampai.


Cek lek..


Sam membuka pintu cukup keras, langsung mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan mencari sosok Si manja yang harum tubuhnya selalu menjadi candu.


"Bee... " panggil Sam sambil menaiki anak tangga satu persatu menuju kamar mereka dilantai atas.


Dooooorr...


Sam sampai mengusap dadanya sendiri saat Biru tiba-tiba datang nengaggetkan di tengah tangga yang berbelok, melihat suaminya yang tersentak tentu membuat Biru tertawa gemas.


"Kok pulang?"


"Kan aneh, kaya ada sesuatu" balas Biru lagi, saat ia membaca pesan suaminya, hatinya langsung mencelos tanpa alasan.


Sam langsung memeluk istrinya, satu bulan satu atap dan satu ranjang ternyata sudah bisa menimbulkan ikatan bathin di antara mereka berdua. Sam yang tadinya berniat untuk tak menceritakan apapun, nyatanya kini menjadi kan Biru pendengar yang baik.


.


.


"Kamu tuh kalo lagi cedih, jiyek banget ih" goda Biru saat Sam mengakhiri keluh kesahnya.

__ADS_1


"Mau aku ganteng lagi? yuk ke kamar" ajak Sam tak kalah menggoda, karna memang posisi keduanya kini berada di balkon.


"Aku mau jalan jalan, aku yang teraktir deh"


Sam menautkan kedua alisnya dan setelahnya ia tertawa sambil menciumi seluruh wajah Sang Cinderella.


"Yakin mau traktir aku?" tanya Sam semakin mengeratkan pelukannya.


"Iya dong, tapi jangan mahal mahal ya"


"Huft, belom di beliin tapi udah ngancem jangan mahal mahal" cetus Sam.


"Hey, suka suka aku dong yang mau beliin!"


"Ya terus kamu mau beliin aku apa, Sayang?" Sam langsung menangkup wajah Biru dengan kedua tangannya


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Sempol ayam!


__ADS_2