Samudera Biru

Samudera Biru
oleh oleh


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Meninggalkan anak istri untuk urusan pekerjaan adalah hal paling berat untuk Sam, ia sering menitikan air matanya saat malam menjelang tidur ketika ia sudah menanggalkan jabatan dan statusnya sebagai seorang Direktur Utama Rahardian Group dan beralih menjadi suami dan ayah yang sedang jauh dari keluarga dan gajahnya.


"Kamu tidur ya, nanti pagi anter Bul-Bul sekolah, kan?" ucap Sam saat melakukan panggilan telepon dengan istrinya.


"Iya, Rini pulang dadakan, aku jadi bingung" keluh Biru saat sang pengasuh meminta izin pulang kampung karna ada urusan pribadi yang harus di selesaikan.


"Gak apa-apa, nanti Bum-Bum sama Moy aja, dijagain sama yang lain juga. Kamu jangan terlalu capek ya, Sayang" pesan Sam yang sangat paham dengan kebingungan Biru saat ini karna putranya pasti rewel ketika di tinggalkan.


"Hem, kamu istirahat ya gantengnya Biru, nanti pulang ke aku pokonya harus utuh ya" ucap Biru sambil terkekeh, ia sampai menutup mulutnya sendiri agar tak menggangu Rain dan Embun yang sudah terlelap di sisinya.


"Kamu kira aku disini perang, kemarin aku berangkat ganteng nanti pulang harus makin ganteng, iya kan" jawabnya tak kalah terkekeh.


Ia yang tak pernah merasakan indahnya berpacaran dengan sang istri tentu selalu bersikap manis setelah sah menjadi pasangan halal. Beruntungnya ia mendapat pendamping yang polos dan mudah di atur jadi tak sulit bagi Sam menempatkan Biru dalam keluarganya terlebih wanita baik itu tak pernah banyak menuntut dan protes dalam segala hal.


"Aku mencintaimu, Bee"


"Aku pun, aku mencintaimu lebih dari yang kamu rasakan" balas Biru dengan wajah berseri, meski bukan yang pertama ia mendengar kata cinta dari Samudera tapi entah kenapa selalu membuat hatinya bergetar hebat hingga berujung sikap malu malu.


Ungkapan kerinduan dan kata cinta sudah mereka utarakan, sambungan telepon pun berakhir karna memang sudah waktunya untuk beristirahat. Esok pagi Sam harus kembali pada rutinitas pekerjaannya dan begitu pun dengan Biru yang pastinya akan sibuk mengurus Embun dan Rain secara bersamaan.


.


.


.

__ADS_1


Setelah tiga hari berada di luar kota untuk acara peresmian Hotel baru, kini saatnya Samudera pulang. Ia begitu banyak membawa oleh oleh sesuai pesanan putrinya. Sam tak pernah malu berkali-kali keluar masuk ke toko pernak-pernik atau makanan juga cemilan untuk di jadikan buah tangan untu keluarganya. Ia akan merasa puas dan senang hati jika bisa memilihnya sendiri secara langsung.


"Terimakasih" ucap Sam saat lima paperbag sudah di terima Jero saat ia selesai melakukan transaksi pembayaran.


Jero yang selalu setia berada di sisi Samudera tentu tak aneh dengan prilaku sang bos besar demi menyenangkan para anggota Rahardian.


"Ada lagi, Tuan?" tanya Jero saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Cukup, kita pulang sekarang" jawab Sam dengan mata fokus ke layar ponselnya karna ia sedang mengabari tentang kepulangannya pada Biru.


"Baik, Tuan" sahut sang asisten sembari menyalakan mesin mobil.


Kereta besi mewah milik perusahaan itu kini melaju dengan kecepatan sedang menuju bandara. Agar mempersingkat waktu Sam memilih melakukan perjalanan udara dengah pesawat pribadi miliknya.


Tak Lebih dari enam puluh menit, kini Sam dan Jero sudah sampai di ibu kota, keduanya kembali masuk kedalam mobil yang sudah menunggu sedari tadi.


"Pulang dan istrirahatlah" titah Sam saat sampai di di kediaman Rahardian Wijaya.


"Baik, Tuan. Terimakasih dan permisi" pamit Jero dengan sedikit menundukkan kepala tanda hormat dan sopannya pada Pria yang selama ini ia urus aktifitas kantornya.


Sam yang sudah masuk kerumah utama langsung mencari keluarganya meski hanya ada Biru dan anak mereka karna yang lain sedang berada di kediaman Biantara.


Langkah kaki panjangnya kini Langsung menuju kamar Embun.


Ceklek..


Tanpa mengetuk pintu, Sam langsung membuka pintu berwarna putih ruangan tidur si sulung.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, sayangnya Phiu"


Mendengar ada yang masuk sambil menyapa tentu membuat anak dan istrinya menoleh secara bersama.


Piyuh Bubum.


"Ye... Phiu pulang!" timpal Embun sambil berjingkrak senang.


Sam yang melanjutkan langkahnya langsung memeluk Embun dan Rain. Dua kesayangannya yang teramat ia rindukan.


"Mana oleh olehnya?" pinta Bul-Bul langsung tak sabar.


"Banyak, nanti di bawain kesini. Phiu cuma bawa ini aja yang kecil" ucap Sam sambil meraih isi dalam paperbag di tangannya.


"Apa itu?" tanya Embun.


"Bandana, Bul-Bul cantik kalo kalo rambutnya di hias bandana. Sini Phiu pakein."


"Wah, cantik. Ada Strawberry nya ya" sorak Embun sambil bertepuk tangan kecil apalagi saat Sam memakaikannya di kepala.


.


.


.


Fix.. cantiknya Ratu Rahardian gak ada lawan.

__ADS_1



__ADS_2