Samudera Biru

Samudera Biru
sang mantan


__ADS_3

Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan pintu membuat kedua pasangan suami istri yang baru saja selesai mandi bersama itu pun menoleh lalu saling pandang, mengingat tak ada siapapun di rumah utama kecuali mereka berdua.


"Biar aku yang buka, Bee" cegah Sam sambil mencekal pergelangan tangan istrinya yang masih memakai bathrobe.


Biru hanya mengangguk paham, ia tatap punggung suaminya yang berbalut kaos putih berjalan menuju pintu berwarna putih gading.


Cek lek.


Seorang pelayanan wanita dewasa berdiri di hadapan Sam dengan sedikit menundukkan kepala.


"Ada apa?"


"Ada tamu, Tuan muda di ruang tamu sedang menunggu anda" ucap si pelayan menjelaskan maksud kedatangannya.


"Siapa?"


"Nona Alyssa, Tuan"


Kedatangan Biru ke Rumah Utama menjadi istri Sam tentu sudah bisa ditebak tentang status Alyssa kini, pelayan yang membuka pintu dan memberitahu Sam pun nampak Sedikit takut jika Tuan mudanya menyuruh ia mengusir Alyssa.


"Suruh ia menunggu, saya kesana lima menit lagi" titah Sam yang di jawab anggukan kepala tanda paham.


Samudera kembali masuk kedalam kamarnya menghampiri Biru yang masih berdiri di tempatnya, Di peluknya gadis cantik itu karna Sam tahu jika istrinya mendengar semua yang ia bicarakan tadi.

__ADS_1


"Ada mak kunti, kamu diem-diem disini ya" bisik Sam sambil sedikit menahan tawanya..


"Ngapain?"


Sam hanya mengangkat bahunya tanda ia pun tak tahu dengan alasan kedatangan Alyssa, karna seingatnya ia dan Keluarganya sudah mendatangi kediaman Bramasta untuk menyelesaikan semuanya secara baik baik.


"Aku temuin sebentar ya, gak apa-apa, kan?" izin Sam pada istrinya setelah ia mengurai pelukan.


"Gak apa-apa, kalau ada tamu harus di temuin, kan?"


"Iya, Bee" sahut Sam seraya mengacak rambut istrinya karna begitu gemas.


Sam keluar dari kamarnya meninggalkan Biru, gadis cantik itu langsung meraih ponselnya saat sang suami sudah menghilang dari balik pintu.


Dengan cepat jari jari lentiknya itu langsung mengirim pesan pada group chat disebuah aplikasi berwarna hijau.


*******


Sam menuruni anak tangga satu persatu menuju lantai bawah dimana sang mantan kekasih menunggunya di ruang tamu.


Ia terhenti sejenak saat melihat Alyssa duduk tertunduk dengan rambut sedikit berantakan tak seperti biasanya yang selalu nampak cantik dan rapih.


"Al... " sapa Sam sambil duduk di sofa tepat di depannya.


Alyssa mendongakkan kepala, wajahnya begitu pucat dan ada lelehan air mata juga disana, Sam sampai harus mengernyit kan dahinya bingung dengan keadaan Alyssa saat ini.

__ADS_1


"Kamu kenapa? sakit" tanya Sam.


"Aku tanpamu bisa apa, Sam? kamu pikir semua ini mudah bagiku?" Alyssa balik bertanya, ia mulai kembali menitikan air matanya yang sengaja tak dihapus.


"Apa kamu pikir, aku tak terluka saat selalu sabar untukmu?"


Alyssa mendekat kearah Sam, ia berlutut lagi dengan cara memohon lewat sorot matanya. Tangan halus nya mencoba meraih tangan Sam yang terlipat di dada, tak ada sedikitpun niat dalam hati pria tampan untuk mengusap kepala Alyssa seperti tujuh tahun ini bersamanya.


"Terima saja keputusanku, kamu bisa memulai hubungan dengan yang lain, Al" pinta Sam yang di jawab gelengan kepala.


"Kamu tahu aku begitu mencintamu, aku hanya satu kali berbuat kesalahan kenapa kamu tega menghukumku seperti ini, Sam"


"Aku tahu, tapi kesalahanmu begitu fatal bagiku"


Alyssa semakin histeris menangis diatas pangkuan mantan kekasihnya, setelah keluarga Rahardian datang ia terus menerus di marahi oleh kedua orangtuanya di salahkan dan di caci maki atas kecerobohannya dua tahun lalu karna menggugurkan kandungan. Kenikmatan satu malam itu ternyata menghancurkan hidup dan masa depan Alyssa sebagai menantu Rahardian.


Sam hanya bisa terdiam dengan perasaan tak tega, tujuh tahun bersama rasanya sia-sia hanya karna satu kali pengkhianatan.


.


.


.


Sayang, kok lama sih? aku nungguin ih...

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Si Biru lagi naro ikan buat kucing garong atas perintah para suhu 🤣🤣🤣🤣


__ADS_2