
πππππππ
Embun yang tidur bersama orang tuanya pagi ini bangun jauh lebih awal dari biasanya sampai samudera dan Biru pun ikut bangun tapi syukurnya Rain masih terlelap terbuai mimpi karna jika bocah itu ikut terjaga, pasti ia akan langsung mencari si ireng.
"Masih pusing kepalanya?" tanya Sam memeluk hangat si sulung.
"Sedikit, tapi gak apa-apa kok"
Orangtua mana pun akan sangat khawatir jika sang buah hati sedang demam. Mereka akan rela bergadang tak perduli esok begitu banyak aktifitas yang harus di selesaikan.
"Belum pagi, Buy bobo lagi ya"
"Baru jam 4 ya? masih lama" balasnya saat melihat jam di dinding.
"Iya, Bum-Bum juga masih bobo"
Embun mengangguk, ia mengeratkan pelukannya pada pria kesayangannya itu yang terjamin tak akan pernah melukai hatinya seumur hidup kelak.
Hampir tiga puluh menit, Biru turun dari ranjang niat hati ingin membuat kan susu untuk Rain ia malah di peluk oleh suaminya dari belakang.
"Bee, "
"Berisik, nanti mereka bangun" bisik Sam yang mulai menyesap leher istri tercintanya itu.
Biru yang ingat kejadian kemarin dimana ia begitu sangat malu di depan keluarga Rahardian langsung memutar tubuh agar mereka bisa saling berhadapan. Biru menahan dada Samudera agar bibir pria itu tak terus menjelajahi leher dan dadanya.
__ADS_1
"Stop! yang kemarin belum hilang"
"Gak apa apa, aku tambahin lagi biar makin banyak, Bee" jawab Samudera sambil mere mAs salah satunya.
Biru membuang napas kasar, kadang ia tak bisa menolak karna Samudera begitu lembut melakukannya, wajar sekali jika ia terbuai dalam setiap sentuhan yang di berikan ayah dua anak tersebut.
.
.
.
Embun yang beberapa hari tak masuk sekolah akhirnya membuat teman-temannya datang menjenguk dan kabar itu membuat sang Ratu Rahardian begitu bahagia. Ia yang tak mandi tetap bersiap dan tampil cantik seperti biasa. Sedangkan Biru mulai sibuk di meminta para pelayanan untuk menyiapkan jamuan.
"Iya, Sayang. Nanti main ya. Jangan nangis, keh" pesan Biru yang kadang di buat kesal dengan Rain yang tak mau lepas darinya jika ada acara.
Keh, api Bum anan iyum-iyum, keh...
"Hahaha, iya. Nadianya gak ikut. Tapi nanti ada bayi" jawab Biru yang gemas karna si bungsu ternyata masih ingat dengan drama cium pipi ya di lakukan adik temannya Embun.
Selepas makan siang semua datang kerumah utama, mereka berkumpul di ruang tengah lantai satu bangunan mewah tersebut agar lebih santai karna di sana terdapat banyak mainan untuk anak-anak.
Miss Joanna dan Miss Helen yang sudah menyapa Embun ikut bergabung dengan ibu-ibu lainnya. Seolah tanpa jarak mereka banyak bertukar cerita sambil menikmati makanan dan minuman yang terhampar.
"Rain anteng ya" bisik Mutia, ibu yang memiliki bayi.
__ADS_1
"Iya, aku udah bilang kalau ada bayi" sahut Biru.
"Mau punya adik kali, bikinin deh. Rain udah cukup besar loh. Gak apa-apa kalau di kasih adik" kekeh Mutia yanh hanya di balas tawa kecil oleh Biru.
Ia tak bisa membayangkan drama yang akan di lakukan suaminya jika harus berpuasa selama dua tahun lagi.
"Se dikasihnya aja, aku nurut sama mak Othor" sambung Biru dengan mata tak lepas menatap putranya.
.
.
.
.
Bayi anan ucu-ucu ya... yang ucu Bum aja, keh...
*****
Yang lucu mah gue Bum π€£π€£π€£π€£π€£π€£
Buktinya pada ngakak mulu tuh di lapak Si awan hari iniβΊ
__ADS_1