
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Bee, bangun gak?"
Biru yang masuk kedalam kamar langsung menggendong Rain sambil mengguncang bahu suaminya yang terlelap begitu nyenyak nya.
"Bee, ya ampun! Aku minta tolong jagain Bum-Bum loh, kenapa malah tidur sih!"
Sam yang hanya bergeliat kecil tetap tak membuka matanya, ia malah meringkuk dengan sedikit bergumam kecil seolah telinganya sama sekali tak mendengar ocehan sang istri.
Biru yang pasrah akhirnya memilih mengurus Rain lebih dulu, anak itu tampak rewel dengan menarik narik baju atasan Biru.
"Bum-Bum haus ya, kasihan banget sih gak di jagain sama Phiu. Untung kamu gak jatuh. Cukup botaknya aja nih yang ngejengkang" ucap Biru sambil terkekeh juga mengusap kepala putranya.
Ia tak bisa membayangkan jika Rain sudah bisa berguling bisa saja tubuh montoknya ini jatuh ke lantai. Entah hukuman apa yang akan di teriama Sam nanti dari papAy juga Appanya.
Selesai menyusui, ia mengajak Rain untuk mandi berdua karna hanya dengan cara itu ia bisa mempersingkat waktu. Biru yang gemas sedang menyabuni perut Rain tentu tak tahu jika ada drama lain di lantai bawah.
.
.
.
"Bum-Bum mana? anak dede mana sih?" tanya Sam, ia berlari keluar dari kamar masih dengan wajah berantakan khas bangun tidur. Suara seraknya pun begitu menggema di ruang tamu yang hanya ada Kahyangan disana.
__ADS_1
"Bukannya sama dede?" jawab Onty kesayangan Sam itu.
"Iya, tapi dede tidur. Dede lupa ada Bum-Bum pas bangun gak ada. Mhiunya mana?" tanyanya lagi.
"Biru tadi di kamar Amma"
"Tuh kan, pasti Bum-Bum ngeluyur sendiri!" ucapnya sambil menghentakkan kaki ke lantai lalu kembali menaiki tangga.
Kahyangan yang di tinggalkan langsung di hampiri oleh Hujan, dua menantu Rahardian itu saling pandang melihat tingkah sangat putra mahkota.
"Kenapa?" tanya Hujan.
"Gak tau, nyariin si Bum-Bum katanya gak ada" sahut Kahyangan santai, ia tahu jika sang keponakan pasti sedang panik tak jelas karna hal ini bukan sekali terjadi jika ia tertidur tanpa sengaja.
"Gak ada kemana?" tanya Hujan lagi.
"Ngelindur lagi tuh anak"
Dua wanita kesayangan si kembar itupun tertawa bersama. Jika sudah begitu mereka bagai tak percaya jika Samudera kini beranak dua karna kadang tingkahnya sangat menggemaskan jika sedang berada di tengah tengah keluarga.
Braaakk..
Tanpa mengetuk lebih dulu, Sam membukanya dengan sedikit keras. Ia edarkan pandangan ke seisi kamar Ammanya untuk mencari sosok sang pemilik hati.
"Biru mana, Amma? katanya disini?" tanya Sam saat berjalan masuk dengan tatapan mata tak fokus pada wanita yang sedang duduk dikursi meja rias.
__ADS_1
"Udah balik kamar kalian, kan? tadi memang Amma minta bantu bantu disini tapi setelah selesai langsung keluar" jelas Melisa.
"Bum-Bum gak ada. Tadi tidur bareng dede loh. Tapi pas dede bangun udah hilang"
"Hilang? mungkin sama Biru, de" ucap Melisa biasa saja tanpa raut khawatir karna tak mungkin Rain pergi dari kamar.
"Biru juga gak ada di kamar, aku udah kebawah buat cari kata Onty Yayang disini"
Melisa mengernyitkan dahinya sambil menggeleng kan Kepala, ia benar-benar tak tahu ada drama apa yang sebenarnya.
"Coba kamu balik kamar sana" titah di wanita baya yang mulai penasaran.
"Ngapain? orang gak ada siapa siapa"
"Cari kamar dulu sana, De"
Sam yang kesal dan panik akhirnya menurut untuk kembali ke kamarnya sendiri.
Ceklek.
.
.
"Lah, Bum-Bum kapan balik lagi?
__ADS_1