
πππππππ
"Kode pengen goyang atau minta di goyang" jawab biru sambil melengos ke kamar mandi meninggalkan suaminya yang duduk tercegang di atas ranjang samping sang Ratu.
"Mhiu omesh loh Bul sekarang, pinter banget. Ini hasilnya jadi kamu loh yang cantik, bawel gemesin gitu" kekeh Sam yang lalu menciumi pipi gembil putrinya yang menjerit lumayan kencang.
Kebahagiaan terus melimpahi keluarga Rahardian, di saat semua cucunya beranjak dewasa Tuhan justru menghadirkan mainan baru yang begitu sangat menggemaskan bagi pasangan Reza dan Melisa di usia tuanya kini.
Keduanya memang tak lagi kuat menggendong lama, cukup dengan mengajak main dan berbicara.
Begitupun yang dirasakan Air dan Hujan, patah hati dan rasa sesal yang masih membekas kini berangsur pulih dan terobati saat Embun hadir menggantikan putrinya yang telah tiada puluhan tahun silam.
Embun begitu dijaga dengan sangat ketat, bayangan masa depan indah dengan di kelilingi orang-orang baik serta kasta dan harta yang melimpah luar biasa sudah nampak di depan mata. Tinggal bagaimana ia bisa mengontrol dirinya sendiri nanti agar bisa menjadi pribadi yang membanggakan, karna tak ada satu pun keturunan Rahardiaan yang keluar dari jalur aman.
*****
"Hari ini aku pulang terlambat ya, aku sibuk banget kayanya." ucap Sam saat Biru yang masih saja bertubuh mungil itu memakainkan dasi.
Sam kadang sering heran dengan sang istri yang kini menjadi lebih banyak makan dari biasanya. Namun, tubuhnya tetap saja langsing sama seperti saat awal mereka bertemu dan menikah hanya ukuran dada nya saja yang memang jauh lebih besar dan menantang, itu juga yang membuat Sam kadang hanya bisa menelan salivanya sendiri saat melihat Biru menyusui Bul-Bul.
"Amma sama Appa juga mau pergi, berarti aku tinggal berdua aja sama Moy" sahut Biru dengan bibir mengerucut.
__ADS_1
"Gak apa-apa, aku juga cuma pulang telat kok, bukannya gak pulang"
"Tapi tetep aja kesel nunggunya, ih!" rengek Biru, padahal itu adalah kode untuk sang suam agar di bolehkan ikut ke kantor meski itu adalah hal yang mustahil.
"Mau kemana? nanti minta supir buat anter aja ya" titah Sam yang paham dengan rasa bosan istrinya yang hanya berputar putar di rumah utama.
''Gak ah, males pergi kalo gak ada kamu" tolak nya yang lalu bergelayut manja di lengan sang suami.
Sam dan Biru langsung keluar dari kamar usai merapihkan diri, keduanya turun ke lantai bawah menuju ruang makan tanpa Bul-Bul karna bayi cantik itu sudah dibawa Air sejak bangun tidur tadi.
Semuanya berkumpul bersama menikmati sarapan pagi termasuk Embun yang di tidurkan di strollernya, karna ia tak akan di tinggal sendiri atau di titipkan pada siapapun.
"Hari ini kamu sibuk ya" tanya Air yang memang tahu bagaiamana menumpuknya pekerjaan sang putra.
"Aku titip Biru ya, Moy. Kan Amma sama Appa mau pergi" pinta Sam, hanya di dekat keluarganya lah ia tenang meninggalkan istrinya.
"Iya, paling nanti Moy mau ajak ke pembukaan butik temen Moy, gimana?" tanya Hujan sambil melirik kearah anak dan menantunya itu secara bergantian.
"Boleh kok Moy kalo Birunya mau, tapi harus inget satu hal" kata Sam.
"Apa?" tanya Biru dan Hujan berabarengan dengan dahi mengernyit penasaran dengan pesan yang akan di katakan oleh Samudera.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Biru jangan sampai hilang, karna dia satu-satunya di dunia alias LIMITED EDITION.
πππππππ
Alhamdulillah kelar 6 bab lagi hari ini.
makasih buat like komennya Vote juga poinnya ya..
sayang kalian banyak-banyak.
InshaAllah besok up Bang DamDam juga MiKHa ya..
__ADS_1
Sehat sehat ya buat kalianπ