Samudera Biru

Samudera Biru
Lagi..


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Itu yang uyek uyekan apa sih, Bee??" tanya Biru yang langsung membuat Sam sedikit mengangkat tubuhnya.


"Mana?" Sam balik bertanya dengan wajah merah menahan malu, ia bisa masih bisa menahan hasratnya tapi tak bisa menyembunyikan miliknya yang otomatis menegang.


Keduanya saling pandang, merasakan debaran yang tak bisa mereka artikan alasannya.


"Aku mau mandi" ucap Biru sambil memalingkan wajahnya.


"Hem, kita makan malam ya"


Sam bangun dari atas tubuh istri kecilnya lalu membiarkan Biru membersihkan diri sedangkan ia duduk di sofa untuk menekan hasrat yang tertunda sambil mengelus inti tubuhnya yang terus mengusik di balik celana.


.


.


Keduanya mandi secara bergantian, setelah rapih barulah mereka turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama, tak hanya keluarga intinya saja yang sudah di sana tapi Onty dan uncle nya pun telah menduduki kursi mereka masing-masing.


"Geser!" titah Sam pada adik bungsu papAynya yang super menyebalkan.


"Apa sih, itu kan kosong" elak Cahaya masih mempertahankan posisinya di sebelah Tuan besar Rahardian.


"Appa dede, Oey"


"Appa Kita juga, Oey!" sahut para sepupunya yang lain.


secara berbarengan.

__ADS_1


Kejadian yang sering terjadi jika semua anggota keluarga sedang berkumpul, tapi meski terus terulang buktinya tetap saja selalu mengandung gelak tawa, apalagi bila melihat Sam sudah merengut kesal, di usianya yang sudah dewasa hobbynya masih saja sama yaitu bertengkar dengan siapapun yang mendekati Gajahnya.


Reza dan Melisa saling menggenggam tangan, di sisa umur mereka hanya momen seperti inilah yang di butuhkan sepasang baya yang masih saja nampak mesra tak bisa saling jauh satu sama lain. Anak menantu cucu dan kini bertambah cucu mantu berkumpul di ruang favorit mereka yaitu meja makan.


.


.


.


"Jangan lupa lingerie nya di pake ya" bisik Cahaya saat semuanya sudah berpindah ke ruang tengah.


"Kata Sam, itu bukan Lingerie, Onty" sahut Biru ikut berbisik juga.


"Loh, apa dong? si Tutut gak mungkin gak tau lingerie, kan!" balas Cahaya tak percaya dengan yang di katakan Keponakannya itu.


"Kata Sam, itu SARANG TAHU"


Usai makan malam dan berkumpul di ruang tengah, pasangan suami istri baru itupun masuk ke dalam kamar mereka karna tak tahan terus saja menjadi bahan ledekan para pria Rahardian lainnya.


Apalagi Air yang terus saja berdebat dengan Langit perihal cucu yang akan di dapat si sulung nanti dari putra semata wayangnya itu.


"Kamu gak ganti baju?" tanya Sam yang sudah bersandar di punggung ranjang saat melihat Biru keluar dari kamar mandi.


"Ini aku udah pake piyama, Bee"


"Maksudnya pake baju sarang tahu yang di beli tadi"


Biru menggeleng kan kepalanya sambil meringsek naik keatas ranjang, sadar akan adanya jarak diantara mereka Sam pun langsung meminta Biru semakin mendekat ke arahnya.

__ADS_1


"Jangan jauh jauh, nanti di tengah-tengah ada setan" kata Sam, dan sedetik kemudian Biru langsung menggeser duduknya tepat ke sisi sang suami.


"Haha, takut ya" ledek Sam dengan perasaan bahagia karna sang istri sudah berada dalam dekapannya.


"Iya, aku takut kalo di tengah-tengah kosong nanti di isi sama mak kunti" jawabnya polos.


Sam yang mendengar alasan Biri tentu langsung tertawa terbahak-bahak, bagaimana bisa kini ia mendapatkan istri yang begitu sangat menggemaskan.


Biru yang tersenyum simpul, hanya bisa menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang suami yang polos tanpa memakai baju.


.


.


.


.


Bee, mau kaya tadi lagi ya..


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Siap merapat yuk..


ambil posisi yang nyaman ya mak emak.. 😝😝😝


Dede emesh mau bikin dede bayi πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί


Eh gue yang sedih oey 😭😭😭

__ADS_1


Bang Reza, kirimin cireng woy... kita mau nonton TUTUT Iyo iyup di sawah 🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣.


__ADS_2