
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Bee...." Teriak Sam yang masih meringkuk diatas ranjang, suara khas bangun tidurnya begitu menggema ke seisi kamar
"Phiu apa? Anun cini Bubuy udah tantik" ucap Embun yang sedang di sisiri rambutnya oleh Biru.
Sam hanya menggelengkan kepalanya, ia begitu malas untuk bangun. Apalagi jika harus menghampiri anak istrinya yang sedang duduk di sofa depan TV. Badannya begitu lemas bagai tak bertulang, matanya juga serasa panas ingin menangis tapi ia tak tahu alasan apa sampai harus menitikan air mata.
"Bee... "
"Apa sih? sini bangun" seru Biru pada suaminya.
"Kamu yang sini, aku pengen di peluk"
Embun yang mendengar ucapan Sam langsung berlari kearah Phiunya yang seperti paus terdampar di sisi laut.
"Ayo anun, ih" ajaknya Bul-Bul yang duduk diatas perut Sam.
Ooeeekkk...
Sam menurunkan Embun daru atasnya lalu berlari kearah kamar mandi. Wangi strawberry yang biasanya ia sukai malah membuat ia mual dan ingin muntah.
"Bee.. kamu kenapa sih?" Biru yang menyusul langsung memijit tengkuk suaminya.
Ooeeekkkk
"Bau banget, Bee. Aku gak kuat" jawabnya pelan karna tubuhnya semakin lemas..
__ADS_1
Biru langsung memapah Sam kembali ke tempat tidur mereka sedangkan Embun yang masih disana hanya bisa menatap bingung.
"Phiu apa? atit ya"
"Gak apa apa sayang, Bul-Bul jagai Phiu ya. Mhiu mau ambil air hangat dulu ke bawah" pesan Biru pada putri kecilnya.
Wanita berusia dua puluh dua tahun itupun langsung keluar dari kamar menuju dapur bersih.
Hujan dan Melisa yang sudah ada di ruang makan menyiapkan sarapan pun di buat heran dengan sikap menantu mereka yang begitu tergesa.
"Ada apa?" tanya Hujan.
"Phiu kayanya sakit, muntah muntah tadi. Aku mau bikin teh manis hangat buatnya"
Mendengar penjelasan sang menantu, Hujan kembali meletakkan gelas yang ia pegang. Wanita setengah abad itupun langsung menuju kamar putra semata wayangnya di lantai dua rumah utama.
"Dede kenapa? sakit" tanya Hujan saat masuk kedalam kamar dan kini sudah duduk di tepi ranjang.
"Enggak, Moy. Cuma mual banget." jawab Sam dengan mata merah karna menangis.
"Kepalanya pusing? Moy buatkan sarapan ya lalu minum obat, ok Sayang" tawar Hujan yang sangat khawatir karna Sam termasuk anak yang jarang sekali sakit sedari bayi.
"Enggak, Moy. Aku cuma mual aja"
"Masuk angin mungkin, Bee" timpal Biru yang datang dengan membawa nampan berisi satu gelas teh manis hangat.
"Iya, mungkin. Aku istirahat aja. Gak apa-apa Moy, nanti juga sembuh kok" ujar Sam menenangkan ibunya.
__ADS_1
Sedikit demi sedikit Biru menyuapi suaminya teh hangat dengan sendok kecil berharap ia jauh lebih baik jika perutnya terisi sedikit meski bukan nasi.
"Udah, Bee" tolak nya seraya menggelengkan kepala.
"Istirahat ya, aku mau liat Bul-Bul dulu lagi sama Amma."
"Hem, iya. Aku mau tidur aja kalau gitu" ucap Sam sambil meringkuk di balik selimut. Rasa mualnya sedikit lebih baik di banding tadi tapi hawa panas tiba tiba merasuk dalam tubuhnya.
"Kok gerah ya" gumamnya sambil menyingkap selimut tebal yang tadi membungkus tubuh lemas nya.
"Gak enak banget ini badan kenapa ya" keluhnya lagi. Seumur hidup baru kali ini Sam merasa kegalauan tingkat dewa tanpa alasan.
.
.
.
Nanas muda seger nih kayanya..
💕💕💕🏉💕💕💕
Asal jangan mamah Muda aja ya de' 😂😂
Like komennya. yuk ramaikan
__ADS_1