
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Sesuai janji Sam sebelum kerumah sakit, usai pemeriksaan ia dan istrinya tentu tak langsung pulang ke rumah utama. Sam akan membawa Biru kemanapun yang ia inginkan sambil berjalan jalan mencari jajanan yang kini jarang Biru nikmati terlebih jiak ibu mertuanya tau sang menantu makan makanan sembarangan terlalu sering.
"Kamu mau apa, Bee?" tanya Sam masih sambil terus memutar stir mobilnya yang berjalan tanpa arah.
"Es campur, boleh?"
"Es buah aja ya, kalau es campur cuma banyak agar agarnya aja, kalau es buah seengagaknya ada vitamin yang nyangkut ke dedenya" tawar Sam mulai bernegoisasi.
"Kamu pikir layangan pake nyangkut?"
Sam menoleh sembari mengelus kepala Biru yang sedang terkekeh dengan ucapan yang suaminya katakan barusan.
"Jadi mau apa nih? es buah aja ya"
"Hem, apa aja lah. Aku mau yang seger seger, sekarang aku gampang gerah banget" ucapnya sembari mengipas ngipas wajahnya dengan hanya memakai tangannya sendiri.
"Sini aku cium biar seger, Bee"
Biru yang melirik kearah suaminya malah memanyunkan bibir ranumnya itu sampai membuat Sam tertawa.
Dan benar saja, pilihan jatuh ke kedai Es buah dan ice cream yang cukup terkenal di ibu kota, Banyak anak muda yang sedang berkumpul sambil bercanda tawa membuat hati Biru sedikit mencelos karna jauh dari lubuk jiwanya ia rindu berkumpul dengan teman temannya di kampung yang sudah setahun ini tak berjumpa secara langsung.
"Dua es buah ya, yang satu cukup susu coklat aja" pesan Sam pada satu pelayan wanita saat keduanya sudah duduk saling berhadapan.
__ADS_1
"Baik, Mas, tunggu sebentar ya"
Sam dan Biru hanya mengangguk pelan, mereka kembali mengobrol membahas apa saja untuk mengusir bosan menunggu pesanan.
"Terima kasih, Mbak" ujar pasangan suami istri muda itu saat satu pelayan menghidangkan dua mangkuk es buah yang sungguh sangat menggugah selera.
Biru yang langsung menyicipi hidangan dingin itu sampai menyipitkan mata saat potongan kecil es batu masuk kedalam mulutnya.
"Kamu udah gak suka yang rame-rame lagi, Bee?" goda Sam, ia masih suka tertawa sendiri jika mengingat tingkah istrinya beberapa bulan lalu yang senang berada di antara kumpulan orang-orang banyak yang sedang mengantri, hingga Sam harus dengan sabar mencari sekumpulan ibu-ibu untuk menyelipkan istrinya disana.
"Gerah dan berisik. Aku sekarang suka yang sepi dan damai" jawab Biru, ia seperti tak pernah punya dosa jika sedang mengungkit masa lalu padahal keinginan konyolnya itu sering membuat seisi rumah utama geger dan pusing.
"Dalem kamar tuh cocok banget"
"Abis ini yuk, kita ke hotel ya. Nengokin bayi dengan berbagai gaya" ujarnya pelan dengan menaik turunkan alisnya.
"Dasar mesum!"
Keduanya menghabiskan es buah yang begitu segar hingga habis tak tersisa. Namun, Sam harus merengut kesal saat ia tak bisa melakukan niatnya untuk singgah ke hotel karna Air memintanya untuk cepat pulang.
"Ada apa ya?" tanya Biru sedikit bergumam di kursi penumpang saat ia dan Sam sudah berada dalam mobil.
"Entah, dari suaranya pas telepon sih kaya yang penting banget.
Biru hanya mengangguk paham. Ia yang tak berani bertanya lagi itupun memilih meraih ponsel dan membuka grup chat @pawangRahardian.
__ADS_1
Sudah ada ratusan pesan yang ia baca satu persatu hingga tanpa sadar seulas senyum tersinggung di sudut bibirnya.
"Ada apa, Bee.?" tanya Sam penasaran.
.
.
.
.
.
.
.
Enggak ada apa-apa kok. Cuma lagi seru aja ghibahin kamu.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Pawangnya malah seneng 🤣🤣🤣🤣
Like komenan yuk ramaikan.
__ADS_1