Samudera Biru

Samudera Biru
Bum cium, keh...


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Obot anan akal ya..


Nda buweh bantem, anan angis ntal bicik miong Bum banun deh.


Itulah yang di ocehkan Rain saat ia bermain sendiri di ruang tengah lantai dua di temani Biru. Embun yang belum pulang sekolah membuat bocah menggemaskan itu hanya menghabiskan waktu dengan tumpukan mainannya yang berserak di lantai. Sedangkan di Ireng justru asik terlelap di atas karpet bulu.


"Bum, nanti ada temennya kakak. Ajakin main ya" ucap Biru yang mendatangi putranya.


Rain yang sulit dekat dengan orang baru, terkadang membuat Biru gemas sendiri jika bepergian ke acara kumpul dengan teman-temanmya. Anak itu enggan turun dari atas pangkuannya berbaur dengan yang lain.


Da oang?


"Nadia, Bum. Bukan soang" jelas Biru yang bosan memberi pengertian.


Ciuman di pipi Rain tempo hari rasanya membuat bocah itu enggan lupa dengan sosok Nadia. Belum apa-apa bocah tersebut seperti yang takut sendiri.


"Nadia gak ada, tapi nanti ada bayi. Bum sayangin bayinya ya nanti ajak main, Ok"


Ain bayi?


Ain apa? tejal-tejal telus umpet ya? Bum ali ali keh...


"Bayi mana bisa dikejar sama ngumpet sih, Bum. Nanti ajarin nyanyi aja bayinya biar gak nangis ya" pinta Biru lagi.


Anyi apa?

__ADS_1


Cicak didi didinding, ucak ucak dunung, buwung tata bua..


"Apa aja, terserah kamu"


Anan nyeh uwa uwa ya, puna Piyuuuuuh


"Eh, pinter. Bum sekarang udah gak nyeh ya"


Iyaaaa ah..


Rain langsung bertepuk tangan senang, tapi obrolan keduanya terhenti saat mendengar salam dari Embun yang baru pulang sekolah. Anak manis nanti cantik itu begitu senang karna membawa satu temannya.


"Nagita ikut Buy, Mhiu"


"Iya, sayang. Tapi ganti baju dulu sama mbak Rini ya" titah Biru.


"Ok, Buy ajak Nagita ke kamar ya"


"Seneng loh bisa main kesini" ucap Mutia, ibu dari temannya Embun yang datang berkunjung ke rumah utama.


"Apalagi aku, yuk duduk" ajak Biru yang sudah cukup dekat dengan wanita itu.


Keduanya duduk di karpet bawah dengan alasan agar lebih leluasa mengobrol, ditambah ada bayi mungil mengemas kan adik Nagita yang bisa di baring kan dengan nyaman.


"Sepi, pada kemana?" tanya Mutia.


"Mertuaku baru pergi tadi pagi, ada urusan. Makanya seneng banget pas kamu bilang mau main kesini pulang sekolah anak-anak"

__ADS_1


"Iya, aku udah lama tapi baru kesampean ini"


Rain yang masih di posisinya, di panggil oleh Biru agar mendekat. Bocah itu pun menurut, Rain bangun dan duduk diatas paha Mhiunya.


Bayi, apa?


"Bayi mau main, Rain ajak main ya" ucap Mutia yang selama ini selalu gemas pada Rain.


Bum yaaaa..


"Ah iya, Onty lupa, Sayang" kekeh Mutia bersama dengan Biru.


Dua wanita itu terus saja mengobrol, begitu pun dengan Embun dan Nagita yang seru bermain boneka.


Banyak yang Biru paham dari pengalaman Mutia yang memiliki anak sambung yang beranjak remaja. Setidaknya Biru bisa memetik beberapa pelajaran pada wanita itu cara menghadapi anak di usia rentan pergaulan bebas.


"Bi, liat Rain deh lagi ngapain dia?" bisik Mutia karna takut Rain menoleh kearah mereka.


"Udah mau deket-deket tuh sama bayi" kekeh Biru yang gemas dengan tingkah putranya.


"Coba diemin aja, kita dengerin ngomong apa dia"


.


.


.

__ADS_1


*Bayi a**nan angis ya... Cini- cini Bum iyum, keh*..



__ADS_2