Samudera Biru

Samudera Biru
Kebenaran


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Aku tak kemana-mana, aku hanya rapat dua kali dan itupun tak sampai bersentuhan dengan siapapun" jelas Sam jujur.


"Lalu jasmu? kun mohon jangan bohong!"


"Demi Tuhan, Sayang!"


Biru yang sudah sesegukan tentu membuat Sam panik. Namun, saat ia menenangkan Biru matanya menangkap sebuah paparbag di atas sofa yang baru saja diantar sekertarisnya sebelum makan siang tadi.


"Ya Tuhan! kamu salah paham, Bee" ucap Sam dengan mengusap wajahnya dengan kasar tapi setelah itu ia tertawa kecil sambil mencubit pelan hidung sang istri yang masih duduk diatas pahanya.


"Ayo, aku tunjukkan sesuatu"


Sam mengajak istrinya ke sofa, ia buka paparbag yang masih rapih itu lalu mengeluarkan isinya.


"Ini jasku, Sayang. Kemarin punya ku kotor terkena tumpahan kopi dan karna aku ada rapat penting dan waktunya sudah sangat mendesak akhirnya aku pinjam jas milik Jero" ujar Sam dengan senyum di kulum.

__ADS_1


"Tapi harumnya jelas parfum wanita, Bee" selak Biru belum mau percaya begitu saja.


"Iya, parfumnya baru saja ganti, ia beli dari Sofia sekretaris bagian keuangan. Sofia yang salah membeli parfum memaksa Jero untuk membeli apa yang sudah terlanjur ia beli. Aku tahu itu karna Jero yang bercerita saat aku pun protes dengan harumnya yang begitu grily" Jelasnya lagi sambil terus meyakinkan jika ucapannya itu jujur.


"Kamu gak bohong, kan. Bee. Aku hanya bodoh tentang pelajaran saat sekolah dulu tapi bukan berarti aku bodoh dalam hal lain, aku punya insting sebagai seorang istri yang bisa saja tahu kamu sedang berselingkuh di belakangku" cerca Biru, Ia bingung harus percaya atau tidak meski sepertinya semua masuk akal.


"Aku panggil Jero jika kamu masih tak percaya padaku, Sayang. Aku tak pernah berbohong padamu. Sebisa mungkin kejujuran selalu yang ku utamakan."


"Lalu kenapa jas itu di taruh terpisah?" tanya Biru.


Biru diam bergeming, hanya karna wangi parfum yang berbeda ia sampai tak teliti memeriksa


lebih detail, padahal jika di lihat secara seksama tentu jauh berbeda.


"Dari merk saja sudah lain, Bee. Kamu bisa cek nanti di rumah jika semua jasku itu satu merk." tutur Sam, ia tak segan menantang Biru karna semua yang ia katakan benar adanya.


"Yakin? aku sudah terlanjur cemburu dan takut kehilanganmu loh, Bee" ucap Biru malu malu.

__ADS_1


"Tentu, dan Terima kasih kamu sudah takut kehilanganku Karna rasa cemburumu"


Biru langsung berhambur memeluk Sam, ia juga tak lupa meminta maaf karna sudah berprasangka buruk dan curiga berlebihan padahal sudah jelas jika suaminya tak mungki senekat itu mengingat ada dua anak yang menjadi pengerat rumah tangga mereka.


"Sudahlah, wajar jika kita salah paham, yang jelas komunikasi adalah satu-satunya cara agar masalah cepat berlalu." Sam mengurai pelukannya lalu mencium seluruh wajah Istrinya.


"Ayo ikut denganku" ajak Sam kemudian.


"Loh, kemana, Bee?" tanya Biru bingung.


.


.


.


Bertemu dengan Jero, gara-gara jasnya istriku sampai menangis sedih, dan gara-gara jasnya juga susahmembuat istriku curiga dan kecewa dan yang paling penting adalah gara gara jasnya itulah seperempat kekayaanku ludes hari ini. Mulai bulan depan aku akan potong gajinya untuk ganti rugi.

__ADS_1


__ADS_2