Samudera Biru

Samudera Biru
COD.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


#Flashback.


#kamarAirHujan.


Tok.. tok.. tok..


"Siapa?" teriak Hujan yang sedang mengganti diapers Rain di atas sofa.


"Bubuy, Moy"


Hujan bukan menjawab, ia malah menoleh kearah suaminya yang sedang menonton pertandingan basket di layar TV..


"Kak, tolong bukain pintu. Ada Embun di depan"


"Emang kamu kunci?" tanya Air yang di balas anggukan kepala oleh Hujan.


Air yang bangun dari duduk mulai melangkah menuju pintu kamarnya yang berwarna putih.


Cek lek


"Kok belum bobo?" Air bertanya sambil menggendong cucu perempuannya itu masuk kedalam.


"Nda bisa bobo" jawabnya pelan dengan mata yang sebenarnya sudah mengantuk.


"Mau bobo sama Mhiu?"


"Nda, Phiunya lagi sakit kepala. Mahu diobatin dulu sama Mhiu"


**Obat**???


Air dan Hujan lalu saling pandang, otak pasangan suami istri itu pun langsung berpikir satu hal yang sama.


"Kepala yang mana nih yang pusing" kekeh Air sambil membawa Embun ke ranjang.


Waktu yang sudah lebih dari jam Sembilan malam membuat pasangan itu ingin cepat menidurkan cucu cucu mereka yang sengaja di ungsikan oleh kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Ayo bobo, Rain udah nyenyak tuh" titah Air pada Embun.


"Gak bisa Bobo, pAy"


"Yaudah, pAy bacain dongeng ya" tawar pria baya yang mengesampingkan si pisang dulu demi dua cucunya.


"Gak mau, telepon Onty Besar dulu" pinta Embun, Hujan yang sudah terpejam sambil memeluk Rain sampai membuka kembali matanya.


"Mau ngapain?" tanya Air.


"Cepetan!"


Air yang sudah berbaring akhirnya bangun dan turun dari ranjang untuk mengambil ponselnya di bufet TV. Ia langsung mencari kontak adik bungsunya sambil berjalan menuju tempat tidur.


"Hallo, Dek." sapa Air saat panggilan telepon tersambung.


"Ada apa, kak? mama sama papa baik baik aja, kan?" tanya Cahaya, ia yang jauh dari kedua orangtuanya tentu akan selalu panik jika mendapat telepon dadakan dari rumah utama.


"Hem, mereka baik. Ini Embun mau ngomong sama kamu katanya sampe gak mau tidur" jelas Air memberi alasan maksud dari teleponnya saat ini.


Air langsung memberikan ponselnya pada Embun yang sudah menunggu sedari tadi, gadis cantik itu duduk dengan bantal kecil diatas pahanya.


"Hallo, onty besar udah Bobo belum?"


"Belum, Sayang. Embun kenapa mau telepon Onty malem-malem?" tanya Cahaya penasaran karna Ini di luar kebiasaan sang Ratu Rahardian.


"Kemarin, Bubuy mahu tas Rainbow, kok belum ada?"


Satu detik, dua detik tiga detik empat detik, dan...


"Ya ampun!" pekik Cahaya sedikit keras, dari nada bicaranya ia seperti sembari menepuk keningnya sendiri.


"Onty lupa, Sayang. Onty pesenin lagi ya cantik" ucap Cahaya yang benar benar tak enak hati karna sudah lupa dengan apa yang di inginkan Embun.


"Gak usah, nanti Embun minta PapAy buat pesenin aja" balasnya sambil melirik kearah Air.


"Oh, Ok. Nanti Onty kirim link tokonya ya"

__ADS_1


"Iya, Onty"


Embun memberikan ponsel yang ia pegang tadi pada Air, dan satu menit kemudian satu pesan pun masuk ke benda pipih tersebut.


"Bul-Bul mau beli apa?" tanya Air saat ia membuka isi pesan yang di kirim si bungsu.


"Mahu tas rainbow" jawabnya sembari ikut melihat ke layar ponsel papAynya.


"Yang ini?" tanya Air lagi sambil menunjuk apa yang di maksud Embun.


"Iya, tapi... tapi ini juga mahu, ini bagus, ini sama ya sama yang tadi tapi ini walnanya cantik. Bubuy mahu juga. Hem..mana lagi ya, ini Bubuy belum punya loh, mahu ya. Ini... ini... ini juga, sama yang ini eh yang ini, ini apa ini ya? dua duanya boleh ya, cantik semua jadi bingung. Semua aja deh di beli"


Air dan Hujan masih tercengang dengan yang di lakukan cucunya barusan, semua di belinya tanpa berpikir lagi. Jiwa shoping Embun sedang meronta ronta dan tak ingin di bantah.


"Banyak banget, Kak" ucap Hujan saat ia melihat total yang harus di bayar.


"Gimana gak banyak, orang semua di pencet. Ini mau.. ini mau.. ini mau!" ucapnya dengan nada gemas pada Embun.


"Loh, kok COD, kak?" tanya Hujan lagi, wanita itu bingung karna ini tak pernah di lakukan suaminya.


.


.


.


.


.


Iya, tar kalo barang dateng biar papah yang bayar, kan anak bungsunya yang bikin rusuh!!!


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Ya Allah, Gajah gue ges bangkotan tetep bae di palakin 🤣🤣🤣..


Untung kaya ya! ah.. tapi kaya geh ari pelit nyium mah tetep bae pikasebeleun 😤😤

__ADS_1


__ADS_2