Samudera Biru

Samudera Biru
Polos.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


#Trimester akhir


"Sakit, Bee?" tanya Sam saat ia mendadak pulang karna keluhan istrinya yang mengatakan jika perut bawahnya begitu sakit.


"Masih tapi gak sesakit tadi" jawab Biru dengan keringat sebesar biji jagung yang penuh di keningnya.


"Kerumah sakit ya, aku mohon jangan di tahan terus menerus seperti ini" pinta Samudera yang sudah begitu sangat khwatir seakan ia juga bisa merasakan apa yang di rasakan sang istri.


"Aku mau tidur di peluk kamu, Bee. Boleh?" pinta Biru dengan mata yang hanya sedikiy terbuka.


"Boleh, Sayang"


Keduanya meringsek naik keatas ranjang untuk bersiap berbaring, Sam sampai melepas kemeja kerjanya agar Biru semakin nyaman dalam dekapan dada polosnya yang tak memakai apapun.


Di usia kandungan trimester terakhir ini, Biru sedikit rewel tak seperti saat hamil Embun dulu yang kuat dan jarang mengeluh.


Di kehamilan kedua ini malah ia sering bolak balik ke rumah sakit karna sedikit mengeluarkan flek tanpa sebab pasti. Rasa sakit yang kadang mendadak itulah membuat ia tak pernah di tinggalkan oleh siapa pun. Sam sampai melimpahkan sedikit pekerjaannya dan rapat di luar pada Jero dan asisten lain agar selalu bisa pulang di jam empat sore.


Biru yang akhirnya terlelap semakin di dekap sayang, bagaimanapun wanita itu sedang bertahan mempertahankan sakit demi buah hatinya, kebanggaan keluarganya dan tentu pewaris seluruh harta dan tahta Rahardian.


Sampai pada saat Sam terlelap bersama sang istri pun ikut bangun karna jerit kesakitan Biru bercampur rintihan sakit.


"Bee, ya Tuhan!" pekik Sam yang duduk dan mulai panik luar biasa.


"Sakit, sakit banget" jawabnya sambil terpejam dan menggigit bibir bawahnya juga.


Otak yang seakan tak lagi bisa berpikir jernih itu pun langsung menggendong tubuh istrinya keluar dari kamar.

__ADS_1


"Loh,. loh! ada apa ini. Biru kenapa de?" tanya Hujan saat melihat sang putra berjalan cepat melewatinya di ruang tengah bersama Embun.


"Dede mau kerumah sakit, Moy" teriaknya tanpa berhenti, Sam pun mulai dilema saat mendengar jerit tangis putrinya.


"Mhiu apa? Mhiu apa Moy?"


"Mhiu mau kerumah sakit, nanti kita nyusul ya cantik" rayu Hujan sebisa yang sebisa mungkin tenang di hadapan cucunya yang histeris ketakutan.


.


.


Sam yang menggendong Biru ala bridal style mendudukan pemilik hatinya itu di kursi depan sampingnya setelah mengatur kursinya senyaman Biru.


"Tahan ya sayang, kita kerumah sakit" ucapnya memohon seraya memberikan kekuatan.


Sam menyalakan mesin mobilnya, dengan kecepatan tinggi tak lebih dari lima belas menit kini kereta besi itu sudah ada di halaman parkir rumah sakit milik miMoynya.


Biru di bawa masuk oleh tiga perawat yang sudah menunggunya di pintu darurat khusus, tak aneh memanh karna pasti Hujan sudah mengabari pihak rumah sakit lebih dulu agar bersiap saat anak dan menantunya datang.


"Kuat ya sayang, aku ada disini" ucap Sam saat berjalan cepat di sisi brankar yang di dorong suster menuju ruang pemeriksaan.


Sampai disana, Biru langsung di pindahkan ke ranjang pasien untuk di periksa lebih lanjut. Sam yang tak meninggalkannya sedetikpun masih setia saling menggenggam tangan.


"Gimana dok?" tanya Pria yang masih saja panik.


"Meleset dari HPL yang harusnya dua minggu lagi ya, ini ternyata udah pembukaan enam. Mohon bersabar ya" jelas Dokter usai memeriksa yang langsung membuat Biru dan Sam tentu sangat kaget luar biasa.


"Pembukaan Enam?" pekik Biru.

__ADS_1


"Iya, Nona. Kita pindah ke ruang observasi ya sambil menunggu pembukaan lengkap dan sempurna"


Biru yang hanya mengangguk paham, kini ia tak bisa berbuat apa-apa lagi selain menunggu sembari merasakan kenikmatan yang luar biasa.


Di ruang observasi kini hanya ada Biru dan Sam tanpa siapapun lagi yang menemani karna semua begitu cepat dan mendadak apalgi semua terjadi saat mereka sedang terlelap tidur.


"Kamu gak bilangin Moy?" tanya Biru.


"Aku gak bawa ponsel, nanti juga Moy pasti hubungin dokter buat nanya keadaan kamu, sayang" ucap Sam sambil mengusap kepala istrinya yang merasakan sakit yang kadang ada dan tiada.


"Bee, kok dingin banget ya" keluhnya sambil mencari remote AC.


"Jelas lah kamu kedinginan" jawab sang istri sedikit tertawa.


"Kenapa?"


.


.


.


Kamu gak pake baju, Bee!


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Pas Embun gak pake sendal 😔


Nanti yang ketiga awas gak pake celana 🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2