Samudera Biru

Samudera Biru
si pemalas Rain.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Bertambahnya bulan tentu bertambahnya juga kelucuan Baby Rain, badannya yang gemuk dengan pipi bulat membuat siapapun pasti ingin menciumnya jika bertemu.


"Gantengnya Phiu udah bangun, mau mana?" tanya Sam yang baru keluar dari kamar mandi karna Rain biasanya bangun subuh dan kembali tidur saat pagi tak jarang Sam sering kecewa karna saat ia hendak berangkat ke kantor putranya masih terlelap terbuai mimpi.


"Bee, tumben sih udah bangun nih si gembul?"


"Semalem kan gak main, mungkin cape kemarin udah kaya bola lempar sana sini" jawab Biru sambil menyiapkan stelan jas suaminya.


"Emang rame banget kemarin?"


Biru hanya mengangguk, jika ingat hari kemarin rasanya ia begitu gemas melihat sang putra yang di oper sana sini karna rumah utama Kedatangan beberapa teman Hujan saat ia kuliah dulu.


"Seneng dong rame?"


"Aku justru minder, aku bingung pas temen Moy nanya aku lulusan mana, Bee. Aku nyesel gak mau di kuliahin kamu pas dulu dengan alasan males mikir" jawab Biru lirih. Hatinya memang sempat berdebar hebat saat pertanyaan itu di lontarkan padanya.


"Ngapain minder, jawab aja jujur. Aku terima kamu apa adanya karna aku cuma mau kamu fokus padaku dan juga dua anak kita" balas Sam mencoba menenangkan sang istri dalam pelukannya.

__ADS_1


Bagi Sam, Biru sudah sangat berarti baginya. Rasa lelah nya hilang saat sepulang bekerja jika sudah mendengar celoteh sang istri yang selalu menceritakan kegiatannya di rumah dengan kepolosannya. Sam akan selalu gemas dengan setiap kalimat yang terlontar dari mulut mungil Biru.


.


.


Selesai merapihkan suami dan kedua anaknya, mereka semua turun ke lantai bawah untuk sarapan.


Kali ini Sam dan Biru memakai jasa baby sister untuk mengantar dan menjemput Embun ke sekolah karna Biru sudah sangat sibuk dengan Rain yang rewel dan tak bisa lepas darinya. Berbeda dengan Embun yang mau dengan siapapun Rain justru sangat bergantung pada Mhiu nya.


"Nanti di sekolah bekalnya harus habis ya" pesan Biru pada sang putri yang sudah cantik dengan seragam sekolah taman kanak-kanaknya.


Embun dan sang Baby Sister akan pergi lebih dulu dengan mobil lain meski arah sekolahnya satu arah dengan kantor Sam, semua itu di lakukan untuk menghindari salah paham karna mengingat sang pengasuh adalah seorang gadis yang lumayan cukup manis jika di perhatikan.


"Aku berangkat ya sayang, nanti siang kalau sempat aku pulang" pamit Sam pada sang istri yang memangku Rain di atas pahanya.


"Kalau pulang sekalian jemput Embun, gak apa-apa sesekali biar hemat waktu juga, Bee" pinta Biru yang sebenarnya tak pernah mempermasalahkan soal si pengasuh.


"Biar supir yang jemput, itupun kalau aku sempat aku pulang, sayang. Kalau enggak kamu aja yang ke kantor, gimana?"

__ADS_1


Biru nampak berpikir sejenak lalu menggeleng kan kepadanya.


"Enggak, deh. Kasihan Rain. Hari ini aku mau dia bermalas-malasan aja di kasur" tolak Biru sambil tertawa.


"Emang Rain tiap hari kerja rodi? ampe mau di ajak males malesan segala" balas Sam yang juga ikut tertawa. Ada saja celoteh sang istri yang membuat hari hari sang direktur utama Rahardian Group itu berwarna.


.


.


.


Jangan rewel ya Bum-Bum.



🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Pengen gue kempit nih Appanya gajah, gemoy banget ama cicitnya 🙄🙄🤫🤫

__ADS_1


__ADS_2