Samudera Biru

Samudera Biru
Marah ya....


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Miong Bum wang aun yaaaa


uuuuup... huleeeee


Uweh na ya...


Mam itan, keh...


Rain terus saja berceloteh sendiri di pojok ruang tengah lantai dua. Ia asik bermain dengan si Ireng yang diam pasrah saat majikannya itu melakukan banyak hal padanya termasuk kali ini yang seolah hewan berbulu itu sedang merayakan ulang tahun.


Yang di dengar Biru, Rain hanya mengucapkan


Miong Bum ulang tahun ya...


Tiup.. horeeeee


Kue, mana ya...


Makan ikan, ok..


Biru tersenyum kecil, apapun yang keluar dari mulut putranya akan mengundang gelak tawa. Tapi sayang, kali ini ia hanya sendiri menemani Rain bermain. Pagi tadi suaminya sudah kembali ke luar kota, Embun sekolah sedang kedua mertuanya sedang mengantar Tuan dan Nyonya besar Rahardian ke kediaman Pradipta.


Rumah utama yang besar dan megah itu nampak sepi, Biru bahkan bingung harus berbuat apa saat iniini kecuali memperhatikan si bungsu yang begitu anteng dengan hewan peliharaannya.


"Bum, mau minum susu gak?" tawar Biru sambil jalan mendekat karna posisinya tadi duduk di sofa panjang.


susyu Miong ya....


"Iya, mau gak?, Mhiu bikinin ya?"


Ya.... banak yaaa

__ADS_1


"Habis gak? minta banyak?"


Bis...


Biru langsung menelpon salah satu pelayan untuk membuatkan susu, ia tak mungkin meninggalkan Rain sendiri di ruang tengah karna bocah itu pun tak mungkin mau ikut membuat susu.


Dan tak sampai lima menit, sebotol susu kini sudah di Terima oleh Biru.


"Makasih ya, jangan lupa tolong siapkan makan siang untuk Embun. Satu jam lagi dia pulang" titah Biru pada Asisten rumah tangganya.


"Baik, Nona"


Biru hanya membalas dengan senyuman, ia tak pernah banyak bicara dengan semua ART di rumah utama karna mereka yang seolah menjaga jarak kecuali Rini, pengasuh Embun.


.


.


.


"Nanti Buy di jemput papAy ya" ucapnya dengan mulut penuh.


"Masa? kok papAy gak bilang Mhiu"


"Tadi, Buy telepon papAy pakai ponsel Mba Rini buat minta PapAy jemput Buy nanti di sanggar"


Biru lansung menoleh kearah Rini, wanita itupun mengangguk membenarkan ucapan nona mudanya.


"Oh, ya sudah. Jadi nanti Mba gak usah jemput ya kalau Buy mau pulang sama papAy" Sahut Biru.


Bum.. ntut ya...


Buweh?

__ADS_1


"Kakak mau nari, Bum di rumah aja sama Ireng main ya" jawab Embun. Tak hanya Mhiu dan Rini tapi sang adik juga ikut menemani ia makan.


Ain miong..


Miong Bum wang aun..


"Hahaha, Emang Bum tahu? kadonya mana?"


Na , Miyuuuuuh...


"Hah? si kakak! gak usah macem macem deh, nanti adikmu pengen kado"


"Kan si Ireng ulang tahun, Mhiu. Wajib kasih kado dong" kekeh si sulung sampai menyipit kedua mata lentiknya.


"Iya, tapi kan itu bohongan, Rain abis nonton film tadi"


Ayuuuuuu


"Kemana?" tanya Biru.


Noh, Ta Buuuy..


"Nanti ya, tunggu Phiu pulang" rayu Biru pada sang putra yang wajah tampannya langsung merengut kesal karna inginnya di tolak.


.


.


.


Miyuuuuuh akal... Bum malah ya......


__ADS_1


__ADS_2