
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂..
"Wah, Siapa yang nyuruh?" tanya Reza sambil melirik kearah sang menantu yang sudah mulai salah tingkah.
"Onty besal, besok shoping suruh rampok Appa" jawabnya jujur.
Langit yang mendengar celoteh Embun hanya bisa menelan salivanya kuat kuat sambil mengusap tengkuknya sendiri. Lagi lagi sang istri lah yang menjadi biang atas keinginan Embun menghabiskan uang.
"Pake kartu ajaib Uncle ganteng aja, ok" tawar Langit sambil merogoh celana lalu membuka dompet dan memberikan tiga kartu pada Embun.
"Kok banak banget, ini tiga kan?" tanyanya bingung.
"Bawa aja sana, gak apa apa. Nanti kasih Onty ya cantik"
Embun yang sudah sangat senang hanya mengangguk paham sambil tersenyum kecil, ia turun dari pangkuan sang Tuan besar Rahardian kemudian berlari masuk lagi ke rumah utama.
Tubuh mungilnya kini menghampiri putri bungsu Appanya yang sedang menata box kue untuk di susun lebih rapih.
"Bubuy punya banak kartu ajaib dari Uncle ganteng loh, besok jalan jalan ya Onty" ucapnya pada Cahaya. wanita kesayangan dua kakak kembar laki lakinya itu pun langsung mengeryitkan dahi.
"Loh ini kan?" gumamnya pelan saat Embun menyodorkan tiga benda kecil padanya.
Cahaya membuang napas kasar, niat hati merampok papanya justru suaminya lah yang kena.
.
__ADS_1
.
Semua barang yang sudah siap dan masuk kedalam truk tnggal di bawa ke dua panti asuhan yang akan menerima santunan. Perasaan lega pun semua anggota keluarga rasakan saat melihat kendaraan besar itu perlahan pergi dan akhirnya hilang dari pandangan.
"Sekarang giliran kita yang siap siap" ucap Melisa.
"Iya, mah" jawab Kahyangan yang bergelayut manja pada sang mertua yang jauh sebelum menikah dengan Bumi sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri.
"Tutut mana? perasaan gak liat" tanya Ameera, ia yang sedari tadi hanya menjadi pengamat saja tentu langsung sadar saat si cucu ponakan tak tertangkap oleh matanya.
"Lagi ajak main Bum-Bum. tadi sempet rewel gak mau lepas ASI" jawab Biru, anak keduanya ini memang sangat berbeda karna sulit sekali lepas darinya, tak jarang Biru pun mengomel pada Rain saat bayi gembul itu tak mau melepas mulutnya dari area favorit sang suami yang kini Rain kuasai.
"Ya sudah kalian mandi dan bersiap"
"Bubuy mandi sama siapa ya?" tanya nya kebingungan sendiri.
Hujan yang menghampiri Biru meminta sang menantu untuk segera bersiap selagi kedua anaknya sedang bersama yang lain, tapi Biru menolak karna ia ingin mengurus Rain lebih dulu mengingat kesayangan suaminya itu belum menyusu.
"Bi, tolong bantu Amma dulu yuk sebentar" pinta Melisa tiba tiba.
"Bantu apa?" tanya Biru.
"Bereskan beberapa barang Amma di kamar"
Biru yang setuju langsung berjalan di belakang Nyonya besar Rahardian, ia adalah satu satunya wanita yang masih memegang tahta tertinggi dalam hati semua pria dalam rumah ini, suami, dua anak dan juga menantunya.
__ADS_1
"Pisahin semua ukurannya ya, nanti masukin lagi ketempatnya masing masing" titah Melisa.
Biru yang paham dan cekatan melakukannya ternyata tak sampai dua puluh menit semua beres ia kerjakan.
"Amma aku balik kamarku ya"
"Iya, Sayang, terima kasih. Satu jam lagi kita berangkat ke panti asuhan" ucap Melisa mengingatkan.
Biru yang keluar langsung masuk kedalam kamarnya yang masih sama sama di lantai dua.
CEKLEK
Biru membuka pintu cukup keras ,ia sampai membulatkan kedua matanya saat melihat sang suami justru terlelap begitu nyenyaknya.
"Kok malah tidur sih, Bee!"
"Ya, ampun ! ini anaknya juga sampe ngejengkang begini atuh."
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Itu boneka gajah ampe loyo begitu atuh, Bum 🤣
__ADS_1
pasti abis kalian SmackDown ya 😏😏